Aliran Sesat 'Islam 4S' di Indramayu Dibongkar Warga, Pengikutnya Dilarang ke Dokter Jika Sakit
Ardhi Sanjaya July 23, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Dugaan aliran sesat muncul di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan sosok yang disebut-sebut menyebarkannya ialah wanita berinisial D.

Salah satu ajaran aliran Islam 4S (Silaturahmi, Sedekah, Salat, dan Sabar) itu ialah jika pengikutnya sakit maka tak perlu ke dokter, dan cukup bersilaturahmi hingga bersedekah.

Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH Ahmad Syaerozi Bilal, mengatakan, dari laporan yang diterimanya penyebaran aliran tersebut diduga menggunakan kedok pengobatan alternatif.

Menurut dia, penyebarannya dimulai saat adanya warga yang sakit-sakitan diajak berobat ke tempat wanita berinisial D, tetapi bukannya diberikan perawatan medis malah dilarang pergi ke dokter.

"Dugaan penyebarannya berkedok pengobatan alternatif untuk mencari pengikut, dan ajarannya orang sakit tidak boleh (berobat) ke dokter, cukup bersilaturahmi dan bersedekah," kata Ahmad Syaerozi Bilal kepada Tribuncirebon.com, Kamis (23/7/2026).

Bahkan, berdasarkan pengakuan sejumlah kalangan yang pernah menjadi pengikutnya juga menyebut aliran itu turut mengabaikan perintah salat lima waktu dalam sehari semalam.

Ia mengatakan, pola semacam itu membuat aliran tersebut menyebar hingga membentuk kelompok-kelompok kecil yang secara aktif mengajak kenalannya untuk ikut bergabung.

Pihaknya juga tak menampik pergerakan aliran itu cukup masif dari Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, dan kini meluas hingga ke wilayah Sukra, Anjatan, Kandanghaur, hingga lainnya.

"Informasi terbarunya aliran ini sudah meluas ke beberapa kecamatan di Kabupaten Indramayu, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjutinya," ujar Ahmad Syaerozi Bilal.

Ia menyampaikan, koordinasi tersebut untuk menjaga kondusivitas Kabupaten Indramayu, dan mencegah hal-hal tidak diinginkan, khususnya di kalangan pihak yang terlanjur memercayainya. 

Kiai Syaerozi pun mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Indramayu tidak mudah percaya terhadap penyebaran ajaran maupun paham baru yang tidak jelas asal-usulnya.

"Intinya, sebagai umat muslim harus kembali ke ajaran Al-qur'an dan hadis. Jika belum mengerti maka bertanya kepada ulama atau ustaz, sehingga tidak terjebak dalam kesesatan," kata Ahmad Syaerozi Bilal.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.