TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membongkar video pernyataan Sarwendah yang dinilai menghilangkan peran kliennya dalam pembangunan rumah di kawasan Cilandak.
Rumah tersebut sebelumnya ditinggali oleh Sarwendah dan anak-anak, namun saat ini mantan istri Ruben Onsu itu memilih untuk keluar dan mencari tempat baru.
Minola Sebayang juga memutar cuplikan video Sarwendah yang menyebut rumah tersebut dibangun menggunakan uangnya dan mendiang sang ayah.
Menurut Minola, dalam pernyataan itu tidak ada penyebutan kontribusi Ruben Onsu sehingga berpotensi membentuk opini publik yang keliru.
"Pakai uang aku, pakai uang almarhum papiku juga. Di mana uang Ruben disebut? Ini akan jadi jejak digital dan ini akan jadi bahaya ketika anak-anak itu kemudian berpikir bahwa ayahnya tidak punya peran," kata Minola dalam jumpa pers di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2026).
Karena itulah, Minola mengaku pihaknya akhirnya membuka sejumlah bukti pembayaran yang sebelumnya tidak pernah dipublikasikan.
"Kita tadinya tidak mau bongkar masalah hal ini, tapi kan terus digoreng-goreng, terus dipertanyakan tentang tanggung jawab. Makanya oleh karena itu kita keluarkan data kemarin bahwa kita bayar," ujarnya.
Minola menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan keterlibatan keluarga Sarwendah dalam pembangunan rumah tersebut.
Namun, ia meminta agar kontribusi Ruben juga tidak dihilangkan.
Menurut Minola, langkah tersebut diambil agar anak-anak Ruben tidak memperoleh informasi yang menurutnya tidak utuh mengenai peran ayah mereka.
"Yang mau kita sampaikan, tolong jangan dieliminasi apa yang sudah dilakukan Ruben atas rumah tersebut," beber Minola.
Minola bahkan meralat jumlah transaksi yang sebelumnya disampaikan ke publik.
"Seluruh uang untuk renovasi itu dikeluarkan dan ditransfer oleh Ruben. Dan saya ralat, jumlahnya bukan 41, tapi 47 kali," ungkap Minola.
Ia mengatakan, seluruh transaksi tersebut memiliki bukti transfer yang dapat diverifikasi.
"Bisa dicek dihitung satu per satu, bukan satu fotokopi yang dirangkap 47, tapi memang ada 47 kali pengiriman," ucapnya.
Menurut Minola, total dana yang dikeluarkan Ruben untuk renovasi mencapai sekitar Rp11,3 miliar.
"Nilainya tidak ada dusta di antara kita, 11,3 miliar sekian," lanjutnya.
Tak hanya biaya renovasi, Minola menyebut Ruben juga membeli rumah tersebut saat kondisinya masih berupa bangunan lama.
"Itu tentang rumah, tentang renovasi, tentang perbaikan, di luar harga rumah ketika dibeli dalam kondisi yang masih bangunan tua. Yang bayar juga Ruben, maka sertifikatnya juga atas nama Ruben," jelas Minola.
Ia menegaskan data tersebut baru dibuka setelah muncul berbagai narasi yang dinilai menyudutkan Ruben.
Minola Sebayang juga merinci sejumlah pengeluaran yang diklaim berasal dari kliennya untuk melengkapi rumah di kawasan Cilandak.
Selain biaya renovasi, Minola menyebut Ruben juga membayar pemasangan lift rumah.
"Di rumah itu ada liftnya. Yang bayar biaya liftnya itu senilai Rp504 juta itu adalah Ruben. Ada bukti transfernya," kata Minola.
Tak hanya itu, biaya pendingin ruangan atau AC juga disebut dibayarkan Ruben.
"AC itu yang bayar ada juga perannya Ruben, nilainya totalnya Rp400 juta," ucap Minola.
Minola kemudian mengungkapkan pembayaran furnitur rumah yang menurutnya mencapai Rp3 miliar.
"Furniture itu yang bayar ada uang Ruben totalnya Rp3 miliar. Bahkan menurut keterangan Ruben, uang furniture itu sudah diminta sebelum rumah itu jadi," beber Minola.
Ia menjelaskan pembayaran furnitur dilakukan secara bertahap sebanyak 12 kali hingga lunas.
Minola menegaskan pihaknya tidak bermaksud memamerkan pengeluaran Ruben.
"Kalau dibilang 'aku, aku', kita nggak keberatan, tapi jangan ini menjadikan satu alat untuk selalu memojokkan Ruben. Jangan kita playing victim," sambungnya.
Meski demikian, Minola menegaskan pihaknya tidak berniat menyerang siapa pun. Menurutnya, langkah tersebut diambil karena Ruben selama ini memilih diam, tetapi terus menjadi sasaran berbagai tudingan.
"Tujuan kami bukanlah ingin memojokkan siapa pun. Kami sudah dipojokkan terlebih dahulu. Sekaranglah waktunya kami ingin mengungkap kebenaran," tutur Minola.