Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Pemerintah Kabupaten Bogor mematangkan rencana pengembangan Kabogorbus sebagai sistem transportasi ramah lingkungan yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Bogor.
Langkah tersebut diambil setelah uji coba layanan bus listrik dilakukan selama kurang lebih tiga bulan dan digratiskan untuk masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan bahwa hasil uji coba harus segera dievaluasi bersama antara manajemen dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor agar menjadi dasar pengambilan keputusan sebelum penyusunan KUA-PPAS dan APBD Tahun 2027.
Pemkab Bogor meminta dilakukan evaluasi lebih rinci terkait pola naik-turun penumpang serta keterkaitan layanan Kabogorbus dengan trayek angkutan kota yang sudah ada.
Hal itu bertujuan agar pengembangan transportasi publik dapat dilakukan secara terintegrasi tanpa mengganggu layanan eksisting.
"Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung pengembangan transportasi ramah lingkungan, tetapi efisiensi pembiayaan, kepuasan masyarakat, ketepatan waktu layanan, dan keberlanjutan operasional harus menjadi perhatian utama," ujarnya, Kamis (22/7/2026).
Sementara itu, Ketua Tim Uji Coba PT Widya Adi Tunggal Transportasi, Werry Yulianto mengatakan bahwa uji coba empat unit bus listrik Kabogorbus mendapat respon positif dari masyarakat.
Ia mengatakan, tercatat puluhan ribu orang telah menggunakan layanan tersebut sejak mengaspal pada April hingga Juni 2026.
"Total penumpang tercatat hampir 28 ribu orang dengan load factor rata-rata 79 persen. Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap transportasi umum ramah lingkungan cukup tinggi," ungkapnya.
Sebagai informasi, peluncuran empat unit Kabogorbus dilakukan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Minggu (5/4/2026) bertepatan dengan car free day (CFD).
Kehadiran bus listrik ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung program pemerintah pusat untuk menghemat energi serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.
"Bus listrik ini seratus persen menggunakan tenaga listrik dan seratus persen gratis bagi masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan langkah awal kita untuk menghadirkan transportasi publik yang ramah lingkungan di Kabupaten Bogor," ujar Rudy, (5/4/2026).
Rute layanan bus listrik yang awalnya hanya dari Bojonggede-Sirkuit Sentul pun kini mengalami sedikit perubahan dengan dilakukan penambahan jarak.
Baca juga: Efisiensi BBM, Ketua DPRD Dukung Peluncuran 4 Bus Listrik yang Dilakukan Pemkab Bogor
Keempat bus tersebut akan melayani perjalanan dari kawasan Bojonggede menuju Sentul City dengan beberapa titik pemberhentian strategis, diantaranya AEON Sentul dan Halte TransJakarta di kawasan Sirkuit Sentul.
Alasan rute tersebut dipilih karena tingginya mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede yang mencapai sekitar 50 ribu pengguna setiap harinya.
Melalui layanan bus listrik ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede diharapkan tidak lagi bergantung pada kendaraan pribadi untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan Sentul dan sekitarnya.
"Dengan adanya bus ini, masyarakat yang turun di Stasiun Bojonggede tidak perlu lagi menggunakan kendaraan bermotor pribadi karena pemerintah sudah menyiapkan transportasi lanjutan yang lebih ramah lingkungan," katanya.
Pada tahap awal ini empat unit bus listrik tersebut sedang menjalani masa uji coba direncanakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan gratis untuk masyarakat.
Jika mendapat respons positif dari masyarakat, jumlah armada akan ditambah dan dioperasikan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Apabila antusiasme masyarakat tinggi, Pemkab Bogor pun berencana menambah jumlah armada serta memperluas rute layanan ke sejumlah wilayah lain.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga tengah mengkaji pengembangan transportasi wisata berbasis ramah lingkungan berupa bus tingkat atau double decker dengan atap terbuka yang direncanakan melayani rute dari Cibinong hingga kawasan Puncak.
Rudy Susmanto berharap berbagai langkah tersebut dapat menjadi awal transformasi sistem transportasi di Kabupaten Bogor menuju konsep mobilitas yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
"Melalui transportasi publik yang ramah lingkungan, kita ingin menghadirkan layanan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus