TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidrap menetapkan SPBU Kanie, Kecamatan Maritengngae, sebagai lokasi pelayanan pembelian BBM subsidi menggunakan jeriken bagi sektor pertanian dan perikanan.
Kebijakan tersebut diambil untuk membantu petani yang mulai terdampak musim kemarau di sejumlah wilayah Kabupaten Sidrap.
Memasuki musim kemarau, debit air di sejumlah saluran irigasi menurun sehingga banyak petani mengandalkan pompa air untuk mengairi sawah.
Kondisi ini membuat kebutuhan minyak meningkat.
Olehnya, pemerintah daerah memberikan kemudahan bagi petani memperoleh BBM subsidi melalui mekanisme yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sidrap, Ibrahim, mengatakan kebijakan itu merupakan hasil koordinasi Bagian Perekonomian Setda Sidrap bersama Dinas Perdagangan dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP).
"Melalui koordinasi ini, kami ingin memastikan kebutuhan BBM subsidi benar-benar dapat dirasakan petani, terutama saat musim kemarau," kata Ibrahim kepada Tribun-Timur.com di Kantor SKPD, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidrap, Kamis (23/7/2026).
Petani yang ingin membeli BBM subsidi menggunakan jergen wajib memiliki surat rekomendasi dan barcode yang diterbitkan melalui aplikasi XStar.
Pengurusan diawali dengan permohonan surat rekomendasi dari pemerintah desa.
Setelah itu, BPP melakukan survei lapangan untuk memverifikasi luas lahan, jenis dan kapasitas pompa air, serta mendokumentasikan alat yang digunakan petani.
Data hasil verifikasi kemudian diunggah ke aplikasi XStar.
Jika seluruh persyaratan dinyatakan memenuhi ketentuan, BPP menerbitkan barcode sebagai syarat pembelian BBM subsidi di SPBU Kanie.
Barcode tersebut hanya dapat digunakan oleh petani yang telah terdaftar dan lolos proses verifikasi.
Ibrahim mengatakan kebutuhan BBM harus tetap tersedia agar produktivitas pertanian tidak terganggu selama musim kemarau.
"Musim kemarau membuat banyak petani bergantung pada pompa air untuk mengairi sawah. Karena itu, kami ingin memastikan kebutuhan BBM mereka tetap tersedia agar proses tanam dan pemeliharaan tanaman tidak terganggu," ujarnya.
Ia berharap petani yang membutuhkan BBM subsidi segera mengurus persyaratan melalui pemerintah desa dan BPP di wilayah masing-masing.
Menurutnya, mekanisme tersebut disusun agar penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan dimanfaatkan oleh petani yang benar-benar membutuhkan pompa air untuk mengairi sawah selama musim kemarau (*)