SURYA.co.id, BANYUWANGI - Pencarian korban tenggelamnya perahu nelayan di perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akhirnya tuntas.
Korban terakhir yang masih dinyatakan hilang, Lukman (25), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keempat operasi pencarian, Kamis (23/7/2026).
Dengan ditemukannya warga Kecamatan Tegaldlimo tersebut, seluruh korban dalam insiden tenggelamnya perahu nelayan bernama Inovasi itu telah berhasil ditemukan.
Total empat anak buah kapal (ABK) meninggal dunia, sedangkan 28 orang lainnya, terdiri atas seorang nahkoda dan 27 ABK, berhasil selamat.
Lukman pertama kali ditemukan oleh nelayan yang sedang melaut di sekitar perairan Grajagan.
Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pihaknya menerima laporan dari nelayan sekitar pukul 07.10 WIB.
Baca juga: Tim SAR Temukan Satu ABK yang Hilang di Perairan Grajagan Banyuwangi
"Pada pukul 07.10 WIB kami menerima informasi dari nelayan bahwa korban terakhir telah ditemukan. Tim SAR gabungan kemudian menuju lokasi dan pada pukul 08.22 WIB korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia," kata Oka kepada SURYA.co.id
Ia menjelaskan, jenazah ditemukan sekitar 1 nautical mile (nm) dari lokasi korban dilaporkan tenggelam.
Setelah dievakuasi ke darat, jenazah menjalani pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Oka menjelaskan, operasi pencarian hari keempat dimulai sejak pukul 06.30 WIB.
Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua regu untuk menyisir wilayah laut dan daratan di sekitar Pantai Grajagan.
Dengan ditemukannya Lukman, operasi pencarian resmi ditutup.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan serta masyarakat nelayan yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan," ujarnya.
Empat Korban Meninggal
Insiden tersebut mengakibatkan empat ABK meninggal dunia.
Selain Lukman, korban lainnya adalah Purnomo (40), warga Kecamatan Tegaldlimo, serta Junairi (46) dan Sutris (34), yang keduanya merupakan warga Kecamatan Cluring.
Purnomo dan Junairi ditemukan beberapa jam setelah kapal tenggelam.
Sementara Sutris ditemukan pada hari kedua operasi pencarian.
Perahu nelayan bernama lambung Inovasi, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai perahu jurek, tenggelam di perairan Grajagan pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Saat melintas di kawasan pelawangan, perahu diterjang arus kuat dan gelombang tinggi hingga terombang-ambing.
Tidak lama kemudian, gelombang yang lebih besar menghantam lambung kapal dan menyebabkan mesin mati.
Perahu kehilangan kendali sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam.
Kecelakaan laut tersebut menewaskan empat ABK, sementara 28 penumpang lainnya berhasil diselamatkan.
Dengan ditemukannya korban terakhir pada hari keempat pencarian, seluruh rangkaian operasi SAR dinyatakan selesai.