Krisis Kepercayaan Bayangi Malaysia di Piala AFF 2026, Suporter Boikot dan Hak Siar Belum Jelas
Dwi Setiawan July 23, 2026 05:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih menghadapi krisis kepercayaan dari sebagian suporter setelah kasus naturalisasi pada 2025. Situasi tersebut membayangi persiapan Malaysia menghadapi Piala AFF 2026, di tengah belum adanya pengumuman resmi pemegang hak siar turnamen di negara itu.

Gelombang kekecewaan itu kemudian diwujudkan dalam aksi boikot yang dipelopori kelompok suporter Ultras Malaya.

Ultras Malaya mengeluarkan 3 pernyataan tegas yang berlaku mulai 1 Mei 2026 lalu.

Ketiga tuntutan tersebut meliputi pencabutan status kewarganegaraan tujuh pemain naturalisasi, pengembalian pengelolaan Harimau Malaya kepada FAM, serta reformasi sepak bola Malaysia.

Mereka memberi waktu sampai 31 Agustus mendatang. Jika tidak dipenuhi, Ultras Malaya akan melanjutkan aksi boikot ke fase kedua yang lebih menyeluruh, dan akan melibatkan keseluruhan ekosistem Liga Malaysia.

Artinya, Malaysia berpotensi kehilangan salah satu kekuatan terbesar mereka, yakni dukungan penuh suporter di stadion.

Malaysia Masih Menunggu Kepastian Hak Siar

Di luar persoalan dukungan suporter, Malaysia juga menghadapi situasi lain menjelang turnamen. Hingga sehari sebelum laga pembuka, belum ada pengumuman resmi mengenai stasiun televisi lokal yang memperoleh hak siar Piala AFF 2026, menurut laporan media Vietnam, Soha VN.

AFF telah mengumumkan broadcaster resmi di hampir seluruh negara Asia Tenggara, termasuk Brunei Darussalam yang bahkan tidak menjadi peserta turnamen. Selain itu, hak siar juga telah tersedia di China dan Korea Selatan. Namun, hingga kini Malaysia masih belum tercantum dalam daftar tersebut.

Meski demikian, Astro Arena, Astro Go, dan Sooka sebelumnya menayangkan acara drawing Piala AFF 2026. Namun, hak siar pengundian tidak otomatis mencakup hak siar pertandingan.

Situasi tersebut juga menjadi sorotan media lokal Malaysia, New Straits Times tentang hak siar yang belum jelas untuk Piala AFF di Malaysia.

"Ketidakpastian ini muncul ketika negara-negara tetangga telah menyelesaikan rencana penyiaran mereka untuk turnamen edisi ke-30 sepak bola internasional Asia Tenggara, yang akan dimulai pada hari Jumat (24/7)," tambahnya.

Di sisi lain, Malaysia juga menghadapi tantangan dalam membangun kembali hubungan dengan para pemangku kepentingan sepak bolanya menjelang turnamen.

Piala AFF 2026 adalah turnamen pertama yang dijalani Malaysia setelah aksi boikot oleh para suporter mereka.

Di saat bersamaan, hubungan antara federasi, klub, dan suporter juga tengah menjadi sorotan.

Klub Enggan Lepas Pemain

Persoalan Malaysia tidak berhenti pada dukungan suporter maupun hak siar. Tan Cheng Hoe juga menghadapi tantangan dalam menyusun skuad terbaik karena bertabrakan dengan jadwal kompetisi. 

Apalagi Piala AFF tidak masuk dalam agenda FIFA sehingga klub berhak untuk tidak melepaskan pemainnya.

Beberapa klub memilih mempertahankan pemain mereka karena kompetisi domestik tetap berjalan dan Piala AFF bukan agenda resmi FIFA.

Klub papan atas Johor Darul Tazim (JDT) hanya melepas dua pemain, yakni Mohamadou Sumareh dan Ibrahim Manusi.

Tim runner-up Liga Malaysia musim lalu, Kuching City hanya mengizinkan Jimmy Raymond dan Rodney Celvin. Sementara Selangor FC yang finis di peringkat ketiga enggan melepaskan satu pun pemain mereka.

Dion Cools yang bermain untuk Cerezo Osaka pun tidak masuk dalam daftar pemain yang dimiliki Tan Cheng Hoe, pelatih Malaysia.

Akibat kondisi tersebut, skuad Malaysia yang dibawa Tan Cheng Hoe didominasi pemain dari klub-klub yang bersedia melepas pemainnya serta beberapa pemain berstatus tanpa klub.

Berikut daftar pemain Malaysia

Penjaga Gawang

Azri Ghani — Negeri Sembilan FC
Rahadiazli Rahalim — Terengganu FC
Haziq Aiman Esa — Johor Darul Ta'zim II

Bek

Alif Ahmad — Johor Darul Ta'zim II
Faris Danish Asrul — Johor Darul Ta'zim II
Jimmy Raymond — Kuching City FC
Rodney Celvin Akwensivie — Kuching City FC
Ubaidullah Shamsul Fazili — Terengganu FC
Ruventhiran Vengadesan — Melaka FC
Ahmad Aysar Hadi Shapri — Johor Darul Ta'zim II (dipanggil menggantikan Dominic Tan)

Gelandang

Ibrahim Manusi — Johor Darul Ta'zim
Daryl Sham George — Johor Darul Ta'zim II
Ziad El Basheer Norisham — Johor Darul Ta'zim II
Aliff Haiqal Lokman Hakim Lau — Penang FC
Zhafri Yahya — Kuala Lumpur City FC
Wan Kuzain Wan Ahmad Kamal — Sporting JAX (Amerika Serikat)
Endrick dos Santos — Tanpa Klub / Free Agent
Engku Shakir Engku Yacob — Tanpa Klub / Free Agent
Sergio Aguero — Tanpa Klub / Free Agent

Penyerang 

Mohamadou Sumareh — Johor Darul Ta'zim
Pavithran Gunalan — Johor Darul Ta'zim II
Paulo Josue — Kuala Lumpur City FC
Fazrul Amir Zaman — Kuala Lumpur City FC
Hadi Fayyadh Abdul Razak — Vencedor Mie United (Jepang)
Haqimi Azim Rosli — Penang FC (dipanggil menggantikan Richard Chin)
Syafiq Ahmad — Tanpa Klub / Free Agent

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.