BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU-Wilayah Kecamatan Landasan Ulin, merupakan kawasan yang dikenal sebagai salah satu lahan pertanian di Banjarbaru terutama jenis sayur dan buah.
Untuk meningkatkan produktivitas berkelanjutan petani, pemerintah bersama perusahaan berupaya memberikan penguatan kapasitas.
Sagim, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, kelurahan Syamsudin Noor, mengatakan, mereka bertani khususnya budidaya melon, cabai, serta berbagai jenis sayuran lainnya yang dibantu pihak PT Pertamina Patra Niaga.
"Kami bersyukur diberi kepercayaan Pertamina mengelola dana CSR untuk mengerjakan pertanian di lahan seuas 40 hektare," katanya.
Kelompok tani yang dibentuk sejak 2008 ini terdiri 30 anggota dan sistem pertanian mereka ditanam dan dipanen bergantian antara buah dan sayur.
Baca juga: Polisi Ungkap Status Terduga Perdagangan Bayi di Banjarbaru, Bidan di RS Idaman
Baca juga: Daftar Calon Kades Peraih Suara Tertinggi di 20 Desa Kabupaten Banjar, Pilkades Berlangsung Aman
"Panen bergantian, jadi selalu ada produksi," kata Sagim yang secara pemasaran menjual pada pengepul dan juga pemilik toko sayur.
Disampaikan AFT Manager Syamsudin Noor, Dimas Budiman, melalui CSR pihaknya memberikan pupuk dan bibit unggul, berupa bibit cabai, sawi, dan melon.
"Kami juga memberikan penyuluhan, juga inovasi berupa irigasi dan monitoring kelembaban tanah dan lainnya," katanya.
Dari tiga kelompok tani yang dibina, mereka berusaha semaksimal mungkin memberk support untuk peningkatan produktifitas.
"Adapun pemasaran dilakukan kordinasi bersama tim, baik pemasaran offline dan online," jelasnya saat penyerahan Pertamina peduli bantuan sarana produksi pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Melalui Program Penguatan Kapasitas Petani dengn penerapan Teknologi Budidaya Hortikultura, lanjut Dimas, Pertamina membantu meningkatkan produktivitas berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru, Abu Yajid Bustami SSos MAP, menyatakan, semoga kegiatan berkelanjutan ini meningkatkan kapasitas petani di Banjarbaru.
"Alhamdulillah pula walikota Banjarbaru dan DPRD sudah memayungi 1000 hektar lahan pertanian berkelanjutan yang tidak boleh dialihfungsikan," katanya.
Dukungan lainnya, membantu suplai air melalui pompanisasi 11 unit dan dibantu peninjauan lapangan oleh penyuluh serta ada 16 titik sumur bor.
(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)