PROHABA.CO, ACEH BARAT - Warga Dusun Mah, Gampong Kuta Padang, Kecamatan Bubon, Kabupaten Aceh Barat dihebohkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di dalam rumahnya pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban diketahui berinisial MD alias Mundani (57), seorang pria yang berprofesi sebagai wiraswasta di desa setempat.
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, personel Polsek Bubon bergerak cepat bersama Tim Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Barat menuju lokasi kejadian guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengamankan area, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.
Kapolres Aceh Barat, AKBP Agus Sulistianto, S.H., S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Deno Wahyudi, S.E., M.Si., menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara dilakukan secara cermat dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Setelah menerima informasi, personel Polsek Bubon bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Barat langsung menuju lokasi untuk mengamankan TKP, menggelar olah TKP, mengidentifikasi korban, serta meminta keterangan dari para saksi guna mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi," terang AKP Deno Wahyudi dalam keterangan resminya.
Baca juga: Bocah 11 Tahun di Sragen Ditemukan Tewas Penuh Luka di Dalam Rumah
Kronologi Penemuan Jenazah oleh Sang Istri
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dari pihak kepolisian, peristiwa ini pertama kali terungkap saat istri korban, Wati, datang berkunjung dari Ujong Tanjong, Meulaboh.
Kedatangannya bertujuan untuk menjenguk sang suami yang diketahui sedang mengalami gangguan kesehatan.
Namun, setibanya di depan rumah, panggilan Wati tidak kunjung mendapat jawaban atau sahutan dari dalam.
Rasa curiga yang membuncah mendorongnya untuk membuka pintu dan memeriksa ke dalam ruangan.
Saat itulah Wati mendapati suaminya sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Sontak, Wati langsung keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada kerabatnya, Maisuriani, yang tinggal tak jauh dari lokasi.
Setelah memastikan kondisi korban, keduanya mengabarkan insiden tersebut kepada warga sekitar sebelum akhirnya melaporkannya secara resmi ke aparat Polsek Bubon.
AKP Deno Wahyudi menjelaskan, berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban memang memiliki riwayat gangguan kesehatan dan tercatat pernah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Jiwa Meulaboh.
Informasi medis tersebut menjadi salah satu bahan rujukan penting dalam melengkapi proses penyelidikan kepolisian.
Baca juga: Mandi Bersama Teman di Tanggul Irigasi, Bocah 9 Tahun di Aceh Utara Ditemukan Meninggal Tenggelam
Selain melakukan tindakan olah TKP, dokter dari Puskesmas Kecamatan Bubon juga diturunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar (visum luar) terhadap jenazah sebagai bagian dari penanganan awal.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kematian korban dengan lapang dada sebagai sebuah musibah.
Secara resmi dan tertulis, keluarga korban juga menolak untuk dilakukannya tindakan Visum et Repertum lanjutan maupun autopsi.
"Pihak keluarga telah membuat surat pernyataan menerima meninggalnya korban sebagai musibah serta menolak dilakukan visum lanjutan maupun autopsi.
Selanjutnya, jenazah telah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses fardu kifayah dan pemakaman," ungkap AKP Deno.
Menyikapi beredarnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat, Kasat Reskrim mengimbau warga maupun pengguna media sosial agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi liar yang belum terverifikasi kebenarannya terkait penyebab kematian korban.
"Kami mengajak masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Percayakan setiap penanganan perkara kepada aparat penegak hukum agar informasi yang diterima masyarakat tetap akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan," pungkas AKP Deno Wahyudi.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Mayat Ibu dan Anak Ditemukan Membusuk dalam Rumah di Rejang Lebong, Ada Luka Sajam, Suami Menghilang
Baca juga: Istri Merantau ke Malaysia, Ayah di Langkat Tega Cabuli dan Jual Anak Kandung
Baca juga: Diduga Mesum Jelang Final Piala Dunia, Pasangan Asal Aceh Barat Diamankan Warga