Mandi Bersama Teman di Tanggul Irigasi, Bocah 9 Tahun di Aceh Utara Ditemukan Meninggal Tenggelam
Muliadi Gani July 23, 2026 05:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH UTARA - Niati mandi sore yang ceria bersama kawan sebayanya berujung duka mendalam bagi sebuah keluarga di Aceh Utara.

Muhammad Adam Alfatih, seorang bocah berusia sembilan tahun, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam saat berenang di tanggul irigasi Gampong Lhok Merbo, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (21/7/2026) sore.

Korban yang merupakan pelajar asal Dusun Blang Timu, Gampong Lhok Merbo tersebut sempat dinyatakan hilang selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil ditemukan warga dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, AKP Agus Alfian Halomoan Lubis, dikutip Serambinews.com, Rabu (22/7/2027), menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu bermula ketika korban bertolak ke lokasi irigasi sekitar pukul 17.30 WIB.

"Korban pergi bersama beberapa rekannya untuk mandi dan berenang di tanggul irigasi.

Baca juga: Festival Sagu Singkel 2026 Angkat Kuliner Warisan Leluhur Aceh Singkil

Namun, berselang sekitar 30 menit kemudian, keberadaan korban sudah tidak lagi terlihat di permukaan air oleh teman-temannya," terang AKP Agus Alfian Halomoan Lubis.

Sadar adiknya menghilang, abang kandung korban yang berada di sekitar tempat kejadian langsung berupaya melakukan pencarian awal.

Rasa cemas kian membuncah ketika sang abang hanya menemukan pakaian milik korban yang tertinggal di pinggir tanggul, sementara keberadaan adiknya tidak diketahui.

Menyadari situasi bahaya, sang abang segera bergegas pulang ke rumah untuk mengabarkan insiden tersebut kepada orang tuanya.

Kabar hilang kontak itu dengan cepat menyebar hingga memobilisasi masyarakat gampong setempat bersama pihak keluarga untuk melakukan pencarian penyisiran secara intensif di sepanjang aliran irigasi.

Setelah pencarian berjam-jam di tengah kegelapan malam, tubuh korban akhirnya ditemukan sekitar pukul 20.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Korban sempat diperiksa, namun sayangnya dinyatakan telah meninggal dunia sebelum kemudian dievakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.

Menurut penjelasan Kapolsek, proses pencarian di lapangan sempat terkendala oleh kondisi alam setempat.

Baca juga: Bocah 10 Tahun Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Batu Putih Meulaboh Ditemukan Meninggal

Aliran air irigasi saat kejadian tergolong sangat deras dengan kedalaman air diperkirakan mencapai 150 sentimeter (1,5 meter), sehingga sangat membahayakan bagi anak-anak tanpa pengawasan.

"Keluarga korban secara tulus telah menerima dan mengikhlaskan insiden ini sebagai sebuah musibah.

Jenazah korban rencananya dikebumikan pada Kamis," ujar AKP Agus.

Menerima laporan kejadian tersebut, personel Polsek Tanah Jambo Aye langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk mencatat identitas korban serta saksi, mengambil dokumentasi, dan menyusun laporan resmi kepada pimpinan.

Jajaran kepolisian turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.

Atas insiden tragis ini, AKP Agus kembali memberikan imbauan keras kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya para orang tua di wilayah hukum Tanah Jambo Aye, agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka.

"Kami mengimbau keras seluruh masyarakat agar tidak membiarkan anak-anak berenang atau bermain di area sungai maupun saluran irigasi tanpa pengawasan langsung dari orang dewasa, terutama saat debit air sedang tinggi dan berarus deras.

Pengawasan ketat adalah kunci utama untuk mencegah musibah serupa terulang kembali," pungkasnya.

Baca juga: Empat Bocah Tewas Terseret Arus di Kuala Peudawa, Satu Selamat

Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Terjatuh dari Tangga Masjid di Palembang dan Tertancap Pagar Besi

Baca juga: Tim Rimueng Koetaradja Ringkus Dua Pelaku Curanmor, Honda CRF Korban Ditemukan di Aceh Utara

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.