Komisi X DPR RI Pastikan Siak Terima DAK Pendidikan Rp 240,4 M, Rehabilitasi Istana Siak Rp 5,5 M
M Iqbal July 23, 2026 08:24 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Kabupaten Siak mendapat kabar baik saat menerima kunjungan kerja reses Komisi X DPR RI bersama kementerian mitra, Rabu (22/7/2026). Pemerintah pusat memastikan alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar. 

“Selain itu, bantuan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri senilai Rp5,5 miliar juga disetujui,” ujar Bupati Siak Afni Z, Kamis (23/7/2026).

Afni mengatakan, kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan Komisi X DPR RI bersama Pemerintah Kabupaten Siak di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat Siak. Pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI menjadi momentum penting karena berbagai usulan pembangunan yang diajukan Pemkab Siak mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah Kabupaten Siak menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya kunjungan pimpinan dan anggota Komisi X DPR RI. Bersama Komisi X juga hadir para direktur jenderal, direktur, dan jajaran kementerian yang menjadi mitra mereka. Ini menjadi suatu anugerah bagi kami,” kata Afni.

Menurut Afni, salah satu hasil kunjungan tersebut adalah kepastian DAK nonfisik bidang pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan dukungan anggaran untuk rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri yang selama ini belum dapat dibiayai melalui APBD.

“Alhamdulillah, kita mendapat DAK nonfisik pendidikan tahun 2026 sebesar Rp240,4 miliar. Selain itu ada juga bantuan untuk rehabilitasi stadion dan rehabilitasi Istana Siak,” ujarnya.

Afni menyebut bantuan rehabilitasi Istana Siak dan Balairung Sri mencapai Rp5,5 miliar.

“Ini kabar gembira karena kebutuhan anggaran rehabilitasi Istana yang sebelumnya belum bisa diakomodasi melalui APBD, tahun ini mendapat dukungan sebesar Rp5,5 miliar untuk Istana Siak dan Balairung Sri,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut menjadi awal terealisasinya berbagai program prioritas lain yang telah diusulkan Pemerintah Kabupaten Siak, terutama di bidang pendidikan dan pelestarian cagar budaya.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan hampir seluruh kementerian mitra memberikan respons positif terhadap aspirasi yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Siak.

Menurutnya, usulan tersebut meliputi revitalisasi sekolah, termasuk sekolah luar biasa (SLB), hingga pelestarian cagar budaya yang menjadi kekayaan Kabupaten Siak.

“Hampir semua mitra kami memberikan respons yang sangat positif terhadap berbagai aspirasi yang dikemukakan. Mulai dari revitalisasi sekolah, termasuk SLB, sampai pelestarian dan perlindungan cagar budaya yang jumlahnya sangat banyak dan sangat bernilai,” ujarnya.

Hetifah menilai pemerintah pusat memiliki tanggung jawab menjaga kelestarian cagar budaya di Siak agar tetap terawat sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata.

“Saya kira menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk bersama-sama memastikan cagar budaya di Kabupaten Siak tetap lestari dan nantinya bisa memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sektor pariwisata,” katanya.

Ia juga mengaku terkesan dengan rangkaian kunjungan di Kabupaten Siak. Dalam sehari, rombongan diajak mengunjungi sekolah, menyusuri kawasan bersejarah, menyeberangi Sungai Siak, menikmati kuliner lokal, hingga melihat langsung berbagai warisan budaya yang dimiliki Negeri Istana.

“Kesan dari awal sudah benar-benar berbeda. Kami diajak melihat langsung sumber peradaban masyarakat Siak yang berbasis sungai. Budayanya sangat kaya, mulai dari kuliner, sastra, musik sampai tarian. Padahal kami baru satu hari berada di Siak,” ujarnya. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.