Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi ajang memupuk bakat siswa di SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta.
Salah satunya dengan mengenalkan siswa dengan olahraga golf.
Koordinator MPLS SMA Al Azhar 9 Yogyakarta, Ahmad Latif Noor, menerangkan olahraga menjadi salah satu bagian dari kurikulum Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Golf menjadi salah satu olahraga yang dipilih lantaran ada driving range Asram Edupark.
"Golf dipilih karena pertama alasannya karena memang dari dinas juknisnya Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Yang kedua, memang kita punya fasilitas driving range Asram Edupark, itu kan bagian dari AYWS (Al Azhar Yogyakarta World School). Jadi kenapa nggak kita manfaatkan," katanya, Kamis (23/7/2026).
Ia menyebut pengenalan golf dalam MPLS juga menjadi ajang untuk menjaring bakat siswa.
Pihaknya melakukan skrining kepada siswa selama pengenalan golf.
Di luar dugaan, banyak siswa yang mahir memukul bola golf.
Skrining tersebut menjadi landasan bagi sekolah untuk memberikan pembinaan lanjutan melalui Pembinaan Anak Berbakat (PAB).
"Ekstrakurikuler golf ada, tetapi kan biasanya hanya anak-anak yang mau saja. Nah ada tindak lanjut dari ekskul (ekstrakurikuler), ada PAB. Itu nanti insyallah anak-anak tersebut akan masuk ke pembinaan anak berbakat," lanjutnya.
Baca juga: Polda DIY Usut Dugaan Penipuan TOEFL MPLS, Korban Diminta Segera Melapor
Melalui kegiatan tersebut, ia berharap ada regenerasi pegolf di SMA Al Azhar 9 Yogyakarta.
Terlebih PAB memang difokuskan untuk berbagai kejuaraan, termasuk kejuaraan internasional.
"Kalau PAB itu lebih terikat, kita punya target kejuaraan, fokusnya di kejuaraan. Ya kenapa kok nggak kita cari (bibit unggul), biar ada penerusnya. Tujuannya lebih ke situ sih (regenerasi pegolf)," ujarnya.
Ada sekitar 140 siswa yang mengikuti program golf. Siswa pun antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Sebab, ada siswa yang belum pernah mencoba golf.
Orangtua juga memberikan respon positif lantaran memberikan pengalaman baru kepada siswa.
"Nggak ada masalah, Alhamdulillah. Ternyata ya ada yang senang karena baru perama mencoba. Respon positif, kami juga kirimkan dokumentasi ke grup orangtua," imbuhnya. (*)