TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan komitmen mengembangkan Kota Semarang sebagai Kota Sinema sekaligus mendukung pengembangan ekosistem perfilman di daerah.
Baca juga: Petugas Sensus Ekonomi Semarang Banyak yang Menyerah, Agustina Sebut Alasan Pendataan Baru 38 Persen
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan, Pemerintah Kota Semarang terbuka untuk mendukung kegiatan produksi film di wilayahnya.
Menurutnya, keberadaan film yang mengambil latar Kota Semarang menunjukkan potensi kota tersebut sebagai lokasi produksi perfilman.
"Kami sangat terbuka dan siap memberikan dukungan penuh bagi para sineas yang ingin berkarya di kota ini. Kehadiran film Takkan Kubiarkan Kau Menangis menjadi bukti bahwa Kota Semarang memiliki magnet kuat, baik dari sisi sudut kota maupun kesiapan ekosistem kreatifnya untuk mendukung produksi film nasional," katanya dalam keterangan, Kamis (23/7/2026).
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Meet and Greet dan nonton bareng film Takkan Kubiarkan Kau Menangis di XXI Citraland Mall Semarang, Rabu (22/7) malam.
Agustina menambahkan, pemerintah kota berkomitmen membuka ruang kolaborasi dengan rumah produksi maupun komunitas perfilman.
Menurutnya, kegiatan produksi film di Kota Semarang juga dapat membuka peluang keterlibatan talenta lokal dalam berbagai tahapan produksi.
"Kami berharap kolaborasi dengan para sineas seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak karya hebat lahir dan mengambil latar di Kota Semarang," imbuhnya.
Sementara itu, aktor utama film Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Ariyo Wahab menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan yang diterima selama proses produksi di Kota Semarang yang berlangsung selama 24 hari.
"Semarang adalah kota yang sangat autentik dengan karakter yang kuat. Atmosfer kota dan keramahan lingkungan kerjanya sangat mendukung proses kreatif kami selama produksi," ungkapnya.
Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis merupakan drama keluarga yang proses pengambilan gambarnya dilakukan di sejumlah lokasi di Kota Semarang.
Produksi film tersebut juga melibatkan sineas dan talenta lokal, baik sebagai kru maupun pemeran pendukung.
Baca juga: Agustina Blak-blakan, SD Negeri di Semarang Makin Sepi Peminat karena Kalah Saing Fasilitas
Pemerintah Kota Semarang berharap penguatan identitas sebagai Kota Sinema dapat mendukung pertumbuhan ekosistem perfilman lokal, memperluas kesempatan bagi sineas daerah, serta memberikan dampak terhadap sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
"Melalui penguatan identitas Kota Sinema, kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi sineas lokal untuk bertumbuh dan berkiprah di tingkat nasional, sekaligus menggerakkan roda ekonomi kreatif dan pariwisata Kota Semarang," imbuhnya. (idy)