Jalan Rusak ke SMPN 5 Padang Diperbaiki, Warga Bersyukur Usai Keluhan Viral Langsung Ditindak
Rahmadi July 23, 2026 11:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang bergerak cepat menambal jalan rusak di Padang, tepatnya di Jalan Sunda dan Jawa, Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kamis (23/7/2026).

Perbaikan jalan tersebut berlangsung pada Kamis (23/7/2026) siang sekira pukul 11.00 WIB dan dikebut hingga sore hari.

Jalan tersebut merupakan alternatif menuju SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang dari arah Simpang Haru.

Atas perbaikan tersebut, Ketua RT 01 Kelurahan Sawahan Timur, Nusirwan mengaku merasa senang usai laporan warga ditanggapi dengan cepat.

"Alhamdulillah, terimakasih kami sampaikan untuk mewakili warga atas perbaikan jalan oleh Dinas PU," kata dia saat ditemui di kediamannya.

Baca juga: Mayat Pria Ditemukan Mengapung di Pelabuhan Muaro Padang, Polisi Selidiki Identitas Korban

Menurutnya, permasalahan jalan rusak berkemungkinan luput dari pengawasan pemerintah atau pihak terkait.

Sehingga dengan adanya laporan masyarakat yang viral di media sosial, dapat ditangani dengan cepat.

"Tapi, saya pikir itu semua positif. Kita tahu kalau pemerintah punya keterbatasan, baik dana, SDM atau tenaga, jadi dengan adanya sesuatu yang viral, bisa mendapatkan respon cepat," tegasnya.

Ia menuturkan, dengan perbaikan jalan tersebut, semoga tidak ada kendala yang dirasakan oleh masyarakat.

Sebelumnya kata dia, jalan rusak didaerahnya banyak memakan korban. Hal itu dipicu oleh lubang besar yang tertutup oleh air hujan, sehingga pengendara tidak menyadari.

"Kalau sekarang kan sudah bagus, semoga tidak ada lagi kejadian serupa seperti pengendara yang terpeleset ataupun sebagainya," tutup Nusirwan dengan wajah ceria.

Baca juga: Jalan Menuju SMPN 5 Padang Diperbaiki, PUPR Tambal 15 Titik Usai Laporan Warga

15 Titik Jalan Rusak Diperbaiki

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang menyebut bahwa keluhan masyarakat terkait jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, langsung ditangani dengan cepat.

Berdasarkan keterangan Staf PUPR Padang, Dodi Afrianto saat ditemui TribunPadang.com di lapangan, Kamis (23/7/2026).

Kata dia, penambalan jalan yang dilakukan, merupakan bentuk respon cepat pihaknya usai menerima laporan masyarakat.

"Kami dari Dinas PU melakukan penambalan di sepanjang Jalan Sunda, usai adanya laporan masyarakat," ucapnya.

Ia menyebut, sebelumnya pihaknya telah melakukan survei ke lokasi pasca laporan masyarakat terkait jalan rusak.

Hingga pada hari ini, penambalan dilakukan sejak pukul 11.00 WIB hingga Sore hari. Pengerjaan berfokus pada titik-titik jalan rusak di sepanjang Jalan Sunda.

Baca juga: Pelabuhan Teluk Tapang Diusulkan Jadi PSN, Sumbar Dorong Industri Hijau dan Reaktivasi Kereta Api

"Sebelumnya kami sudah melakukan survei dua kali, akhirnya diputuskan pengerjaan hari ini. Fokus kami menambal di sepanjang Jalan Sunda dan Jawa, dengan total 15 titik," ujarnya.

Dodi menambahkan, penambalan jalan untuk saat ini baru berfokus pada lokasi yang berkaitan dengan Haro Jadi Kota Padang (HJK).

Sedangkan untuk titik jalan rusak lainnya, masih dalam tahap penganggaran. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci, tanggal pengerjaannya.

"Jadi kita fokuskan duku di titik daerah HJK, seperti di Muaro, Pondok, Sawahan Timur, intinya daerah terkait HJK," tambahnya.

Jalan Sudah Ditambal

Pasca viral, Jalan Sunda yang rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang sudah ditambal oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 15.27 WIB, para pekerja tampak sudah menambal jalan di komplek tersebut.

Baca juga: Pelabuhan Teluk Tapang Diusulkan Jadi PSN, Sumbar Dorong Industri Hijau dan Reaktivasi Kereta Api

Jalan itu sebelumnya, sempat ditambal menggunakan puing reruntuhan bangunan oleh pemulung bernama Ari Firdaus.

Lokasi tepatnya berada dekat dengan Masjid Al-Hidayah, yang mengarah langsung ke fasilitas publik SMPN 5 Padang dan RSUP M Djamil Padang.

Rute jalan tersebut dapat ditempuh dari sebuah simpang kecil di samping Suzuya di Simpang Haru. Kurang lebih berjarak 200 meter di lokasi jalan rusak.

Di lokasi, tampak aspal yang masih baru dipasang dengan warna hitam, kondisinya juga masih panas dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Kurang lebih jalan yang perbaiki mencapai 32 langkah orang dewasa, atau kurang lebih sepanjang 22 hingga 25 meter.

Warga di sekitar tampak memantau jalan tersebut usai ditambal, sesekali dari mereka berhenti dan mengucapkan rasa syukur.

Baca juga: PLN Gandeng Polres Pasaman Barat Perkuat Pengamanan Aset Listrik demi Jaga Pasokan Tetap Andal

Jalan yang berada di depan warung Asnimar itu, akhirnya terlihat mulus kembali dan dilalui kendaraan tanpa hambatan.

Warga yang berhenti berbincang dengan Asnimar "Alhamdulillah, sudah bagus jalan kita, tidak lagi rusak dan bolong," begitu bunyi perkataannya.

Warga itu diketahui bernama Arma, ia mengaku merasa senang dan mengucapkan rasa terimakasih atas perbaikan jalan tersebut.

Pasalnya kata dia, jalan tersebut sudah lama rusak, bahkan sudah dilakukan penambalan dengan semen atas swadaya masyarakat.

"Sudah berkali-kali dilakukan penambalan, tapi tidak tahan, sekarang sudah diaspal. Alhamdulillah dan terimakasih kepada semua pihak," ucapnya dengan rasa bangga, Kamis (23/7/2026).

Ia berharap, dengan perbaikan jalan, bisa berdampak bagi masyarakat maupun pengendara yang melintas.

"Semoga bermanfaat, dan tidak ada lagi ke depannya pengendara yang jatuh," tutupnya.

Ditambal Pemulung

Sebuah aksi mulia datang dari seorang pencari barang bekas bernama Ari Firdaus. Tergerak oleh rasa peduli, ia secara sukarela menambal jalan yang rusak parah dan berlubang di kawasan Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang.

Tindakan tanpa pamrih ini ia lakukan semata-mata agar akses jalan tersebut kembali aman dan dapat bermanfaat bagi para pengendara yang melintas.

Aksi itu menuai pujian masyarakat hingga ketua RT setempat. Pasalnya, jalan rusak dan berlubang di daerahnya sudah terjadi beberapa tahun dan tak ada perbaikan dari pemerintah.

Pria berusia 35 tahun ini merupakan warga Komplek PJKA yang sehari-hari menggantungkan hidupnya sebagai pencari barang bekas.

Baca juga: Jalan Rusak di Sawahan Timur Ditambal Sukarela oleh Pencari Barang Bekas Pakai Puing Bangunan

JALAN RUSAK- Warga, Asnimar saat menunjuk lokasi jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026). Warga sebut jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga inisiatif tambal dengan reruntuhan bangunan.
JALAN RUSAK- Warga, Asnimar saat menunjuk lokasi jalan rusak di Komplek PJKA, Kelurahan Sawahan Timur, Kota Padang, Jumat (17/7/2026). Warga sebut jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga inisiatif tambal dengan reruntuhan bangunan. (TribunPadang.com/Muhammad Iqbal)

Berdasarkan pengakuannya, jalan berlubang di kawasan Komplek PJKA selalu meresahkan masyarakat dan pengendara.

Pengendara kerap kali terjatuh karena lubang jalan tertutup genangan air saat hujan lebat.

Kondisi ini mengecoh pandangan pengendara yang mengira jalan tersebut rata dan bebas dari lubang.

Akibatnya, pengendara yang jarang atau baru pertama kali melintas bisa terjatuh dari kendaraan dan menyebabkan luka-luka.

Sedangkan, warga setempat sudah mengetahui titik-titik jalan rusak sehingga dapat menghindarinya.

"Berawal dari keresahan saya sebagai masyarakat, karena jalan rusak ini sudah lama dan tak kunjung diperbaiki, jadi saya tambal dengan puing bangunan," kata pria enam bersaudara itu.

Baca juga: Jalan Rusak ke SMPN 5 dan RSUP M Djamil Padang Dikeluhkan Warga, Dentuman Kendaraan Bikin Resah

Terdesak Kebutuhan Ekonomi hingga Berujung Aksi Sosial

Sebelum aksi itu dilakukan, ternyata Ari tengah butuh uang dan mencari pemasukan dengan menawarkan diri sebagai jasa.

Dia iseng mencari lowongan pekerjaan di aplikasi Facebook, lalu bertemu seseorang yang membutuhkan jasa untuk membuang puing bangunan.

Akhirnya Ari mengambil pekerjaan tersebut, ia diminta membuang puing bangunan, namun tak boleh di tempat sampah.

Sebab sebelumnya, orang yang menawarkan jasa mengaku Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak bersedia untuk membuang puing bangunan tersebut.

"Dia juga menyebut tak boleh membuang ke tempat sampah, tapi pekerjaan ini tetap saya ambil karena butuh uang. Puing bangunan saya bawa, sembari berpikir di lokasi mana tempat pembuangannya," sebutnya.

Setelah lama berpikir, akhirnya Ari teringat jalan di tempatnya rusak dan berlubang, sehingga mengganggu pengendara yang melintas.

Akhirnya dia memutuskan menimbun jalan berlubang dengan puing bangunan tersebut, dengan harapan bisa bermanfaat daripada dibuang di lokasi lain.

"Tidak di tempat saya saja, puing bangunan itu juga ditimbun ke jalan di Pasar Gadang, Seberang Palinggam. Total puing bangunan yang saya angkut 60 karung, saya bagi dua," tuturnya.

Di Balik Aksi Sosial: Niat Cari Untung, Malah Berujung Buntung

Di balik aksi mulianya, ada kisah getir sekaligus menggelitik yang diceritakan Ari kepada TribunPadang.com.

Berawal dari niat mencari keuntungan untuk menyambung hidup, ia justru harus mengelus dada karena berakhir merugi.

Bagaimana tidak, Ari hanya mendapatkan upah sebesar Rp300.000 untuk mengangkut total 60 karung puing bangunan tersebut.

Petaka muncul karena ia kurang memperhitungkan kapasitas becak motor miliknya saat dipaksa mengangkut beban yang terlampau berat.

Alhasil, kendaraan roda tiga yang menjadi satu-satunya alat penunjang kerjanya itu mengalami kerusakan parah.

Baca juga: Update Kasus Bom Rakitan Siswa MAN 3 Padang, KemenHAM Sumbar Pastikan Hak Anak Terpenuhi

Rantai keteng becak motornya putus dan oli mesinnya habis tak bersisa. Untuk memperbaiki kerusakan tersebut, Ari harus merogoh kocek hingga Rp370.000 atau lebih besar dari upah yang ia terima.

"Padahal saya sedang sangat butuh uang, tapi ujung-ujungnya malah tekor karena tidak terpikirkan risikonya. Akhirnya becak motor saya yang rusak," tutur Ari sembari tertawa getir mengenang kecerobohannya sendiri.

Meskipun harus bolak-balik sebanyak empat kali untuk mengangkut puluhan karung tersebut hingga kendaraannya rusak, Ari tetap bersyukur puing-puing yang sempat membuatnya pusing itu kini bisa bermanfaat untuk menutup jalan yang berlubang.

"Isi puing bangunannya cuma setengah karung ukuran menengah, jadi selesai dalam empat kali bawa dengan jumlah 60 karung," katanya.

Tolak Minta Upah Angkut karena Keinginan Sendiri

Pasca ia menambal jalan di Komplek PJKA itu, Ari mengaku sempat ditawarkan oleh warga untuk meminta upah angkut kepada ketua RT setempat.

Lokasi jalan rusak itu berada tepat di depan warung warga bernama Asnimar, dialah yang menawarkan meminta upah angkut kepada Ari.

Akan tetapi, anak pertama dari enam bersaudara itu memilih menolaknya. Sebab, dia merasa tidak diminta untuk menambal jalan dan hanya keinginan dari diri sendiri.

"Saya menolak, karena saya tidak diminta menambal jalan. Itu keinginan saya sendiri, jadi untuk apa saya minta uang kepada pak RT," tegasnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh warga bernama Asnimar. Ia mengaku memang menawarkan Ari untuk meminta upah angkut atas jasanya.

Hanya saja Ari terus menolak ucap Asnimar. Sehingga ia hanya mengucapkan terimakasih atas aksi yang dilakukan Ari.

"Ari itu yang menambal jalan, karena sudah lama rusak. Saya sempat meminta dia untuk minta upah angkut ke pak RT, tapi dia tidak mau, tetapi saya mengucapkan terimakasih, karena jalan rusak sudah ditambal," sebutnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.