BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sebanyak 42 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Banjar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi pengolahan lahan hingga mempercepat proses pascapanen di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks.
Bantuan yang berasal dari APBD Kabupaten Banjar 2026 itu diserahkan Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi kepada kelompok tani dari 27 desa yang tersebar di 11 kecamatan.
Penyerahan berlangsung di halaman Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kamis (23/7/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, H Warsita, mengatakan, bantuan tersebut terdiri dari 15 unit traktor roda dua, 10 unit cultivator dan 17 unit power thresher atau mesin perontok padi.
Menurutnya, keberadaan alat tersebut diharapkan dapat mendukung petani dalam mengolah lahan sawah maupun hortikultura sekaligus memangkas waktu pada proses pascapanen.
Namun, Warsita mengingatkan bantuan alsintan tidak boleh hanya berakhir pada seremoni penyerahan. Kelompok tani diminta memastikan alat digunakan secara optimal dan dirawat agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Baca juga: Tersangka Penjual Bayi di Banjarbaru Ternyata Bidan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Baca juga: Kebakaran Lahan di Tambakbuluh Banjarbaru Dekati Permukiman, Pemadam Kesulitan Mencari Air
Ia juga meminta penyuluh pertanian lapangan (PPL) aktif mendampingi kelompok tani, terutama dalam penggunaan dan pengelolaan alsintan. Pendampingan tersebut diperlukan agar bantuan benar-benar memberikan dampak terhadap aktivitas pertanian dan peningkatan luas tanam.
Di sisi lain, kondisi musim kemarau menjadi tantangan yang harus dihadapi petani Banjar.
Warsita menyebut sejumlah lahan pertanian mulai terdampak kondisi kekeringan, terutama di wilayah Kecamatan Martapura Timur dan Sungaitabuk.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya memastikan belum ada laporan gagal panen akibat kondisi tersebut.
"Kami berharap kondisi ini tetap terkendali. Petani kami imbau bijak dan hemat dalam menggunakan air irigasi selama musim kemarau," kata Warsita.
Dinas Pertanian, lanjut dia, terus melakukan upaya untuk mengantisipasi dampak kemarau terhadap sektor pertanian. Salah satunya dengan mendorong penggunaan sumber daya secara efisien agar kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
Sementara itu, Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi menilai mekanisasi menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat untuk menghadapi tantangan sektor pertanian, termasuk persoalan regenerasi petani.
Menurutnya, semakin berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian harus menjadi perhatian. Penggunaan teknologi dan mekanisasi diharapkan dapat membuat pekerjaan petani lebih efisien sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk melihat pertanian sebagai sektor yang menjanjikan.
Habib Idrus juga mengingatkan kelompok tani penerima agar menjaga dan memanfaatkan bantuan sesuai peruntukannya.
Penggunaan alat diminta dilakukan secara adil di antara anggota kelompok, sementara alsintan yang diterima tidak boleh diperjualbelikan maupun dialihkan kepada pihak lain. (Banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)