BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel, secara terbuka menentukan arah dukungan jelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel, Muhammad Tambrin, menyatakan kesiapannya untuk mendukung Prof Dr KH Nasaruddin Umar, sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
"Secara pribadi dan selaku Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel dengan melihat figur-figur yang ada, kami menilai KH Nasaruddin Umar, adalah sosok yang tepat," kata Tambrin, Kamis (23/7/2026).
Lebih lanjut Tambrin membeberkan sejumlah alasan, terkait dukungan terhadap Menteri Agama tersebut.
Di antaranya yakni KH Nasaruddin Umar merupakan Imam Besar Masjid Negara Istiqlal dan Rektor di Institut Ilmu Al-Qur'an Jakarta.
Selaim itu KH Nasaruddin Umar jelas Tambrin juga pernah menduduki jabatan stategis, yaitu Katib Aam PBNU.
"Insya Allah beliau yang terbaik, tentu kami akan mendukungnya dalam pencalonan Ketum PBNU," jelasnya.
Adapun mekanisme pemilihan di Muktamar ke 35 NU nantinya, ujar Tambrin prosesnya terbagi dua.
Untuk pemilihan Rais Aam PBNU, mekanisme diserahkan melalui musyawarah mufakat Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), yang diikuti oleh Rais Syuriyah PWNU Kalsel, KH Muhammad Wildan Salman.
"Sedangkan kami selaku Ketua Tanfidziyah PWNU Kalsel, memiliki hak memilih Ketua Umum Tanfidziyah PBNU," terang Tambrin.
Baca juga: Tersangka Penjual Bayi di Banjarbaru Ternyata Bidan, Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Baca juga: Kebakaran Lahan di Tambakbuluh Banjarbaru Dekati Permukiman, Pemadam Kesulitan Mencari Air
Baca juga: Usulan Warga tentang Perbaikan Bangunan Terdampak Jalan Longsor di Sungailulut Tak Diterima
Berkaitan hal tersebut, Ketua Forum Kepala Kanwil Kemenag se-Indonesia itu berharap agar 15 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Kalsel dapat merapatkan barisan serta searah dengan sikap PWNU Kalsel.
"Walaupun bila ada perbedaan pandangan, tetap kami hormati, tetapi harapan besarnya semua PCNU di Kalsel tetap kompak," tambahnya.
Pada kesempatan itu Tambrin juga memastikan, bahwa kondisi internal warga Nahdliyin di Kalsel hingga saat ini masih kondusif dan solid.
Kondisi serupa menurut Tambrin juga terjadi, pada masing-masing internal PCNU wilayah Kalsel.
"Untuk itu kami juga memohon doa dan dukungan dari para habaib serta alim ulama, agar Muktamirin Kalsel kompak dan sukses mengawal agenda Muktamar ke 35 mendatang," ucapnya.
Sementara itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Banjarmasin menegaskan, sikap organisasi terkait dinamika bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pihaknya memilih tetap sami'na wa ata'na (mendengar dan taat) terhadap arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Selatan.
“Kami masih menunggu arahan dari pengurus wilayah, sebelum nantinya menentukan ikhtiar sendiri," kata Ketua PCNU Kota Banjarmasin, Habib Ali Khaidir Al-Kaff, Kamis (23/7/2026).
Ia tidak menampik bahwa isu kepemimpinan PBNU kini menjadi topik perbincangan hangat di kalangan warga Nahdliyin.
Sejumlah nama yang menurutnya potensial meramaikan bursa calon Ketua Umum PBNU, mulai dari petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).
Kemudian ujar Habib Ali juga ada KH Nasaruddin Umar, yang kini menjabat Menteri Agama, hingga sosok Gus Salam, Gus Yusuf, serta Gus Razin yang baru-baru ini mengumumkan kesiapannya maju.
Meski arus aspirasi menurutnya cukup beragam, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kondisi di internal PCNU Kota Banjarmasin.
"Alhamdulillah, sampai hari ini tidak ada kubu-kubuan di tubuh PCNU Kota Banjarmasin. Untuk usulan yang berkembang," ujarnya.
Di lain sisi Habib Ali berharap adanya keterwakilan tokoh daerah Kalsel dalam pada Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan terlaksana pada Agustus 2026 mendatang.
"Semoga Rais Syuriah PWNU Kalsel nantinya bisa masuk dalam jajaran tim Ahlil Halli wal Aqdi (Ahwa) pada proses pemilihan," harapnya. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)