Kesaksian dr Benny Bantah Isu Persaingan dan Tegaskan Pencarian dr Alex Dilakukan Sejak Malam
Nolpitos Hendri July 24, 2026 12:24 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dokter spesialis anestesi sekaligus pembimbing dr Alex Cristo Loris, dr Benny Chairuddin, Sp.An, meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di tengah masyarakat setelah meninggalnya dokter residen anestesi tersebut.

Menurut dr Benny, beberapa narasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Ia menegaskan dr Alex bukan dokter spesialis yang bertugas tetap di RSUD Tengku Rafian Siak, melainkan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) yang sedang menjalani rotasi pendidikan.

Baca juga: Arti Kata Anestesi, Arti Dokter Residen Anestesi, Arti Dokter Anestesi, Tentang dr Alex Cristo Loris

Baca juga: Kisah Dokter Benny Saat Menemukan dr Alex Cristo Loris di Semak-semak

“dr Alex masih peserta pendidikan dokter spesialis semester tiga.

Beliau ditempatkan di RSUD Tengku Rafian, 1 - 31 Juli 2026 dalam program jejaring pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Setelah itu seharusnya kembali ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru,” kata dr Benny kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (23/7/2026).

Karena statusnya sebagai peserta didik, dr Benny membantah anggapan adanya persaingan pekerjaan di lingkungan rumah sakit.

“Beliau adalah peserta didik di bawah bimbingan saya. Saya bertanggung jawab terhadap proses pendidikannya selama berada di RSUD Tengku Rafian,” ujarnya.

dr Benny juga membantah tudingan yang menyebut dirinya bersama pihak rumah sakit tidak melakukan pencarian ketika dr Alex dinyatakan hilang.

Ia mengaku sejak malam hilangnya dr Alex, dirinya bersama sejumlah rekan telah berupaya melakukan pencarian.

Namun jalur pencarian berbeda dengan yang dilakukan keluarga.

Menurutnya, pencarian dilakukan baik di dalam maupun di luar area rumah sakit hingga dini hari.

“Kami mencari sampai sekitar pukul 02.30 WIB. Setelah itu saya pulang ke rumah, tetapi subuh sudah bangun lagi.

Pukul 06.30 WIB saya sudah berada di rumah sakit untuk kembali mencari informasi dan melanjutkan pencarian,” katanya.

dr Benny menjelaskan pada malam itu ia sempat berada bersama istri dr Alex di ruang lobi rumah sakit sambil menunggu kabar dari tim yang melakukan pencarian.

“Saya kehilangan posisi istrinya karena tidak tahu beliau pergi ke mana. Saya juga tidak memiliki nomor kontaknya.

Baru belakangan saya mengetahui beliau mencari bersama petugas keamanan.

Saat itu memang tidak ada komunikasi karena saya baru pertama kali mengenal istrinya,” ungkapnya.

Meski demikian, dr Benny mengatakan dirinya memahami kondisi emosional keluarga yang sedang menghadapi musibah.

Ia mengaku ikut merasakan kehilangan karena selama dr Alex menjalani pendidikan di Siak, almarhum merupakan peserta didik yang berada di bawah bimbingannya.

“Saya bisa memahami kesedihan istrinya. Saya juga sangat berduka karena dr Alex adalah murid saya.

Saya berharap penyebab kepergian dr Alex dapat terungkap secara terang benderang sehingga semua pihak memperoleh jawaban yang sebenarnya,” katanya.

Hingga kini penyebab kematian dr Alex Cristo Loris masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik.

Polisi sebelumnya menyatakan penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan seluruh fakta untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum dokter residen tersebut ditemukan meninggal dunia di semak-semak sekitar RSUD Tengku Rafian Siak.

( Tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.