Cerita Prabowo Tolak Baca Teks Pidato yang Disiapkan Penasihat: Aku Bisa Tidur di Podium
Choirul Arifin July 24, 2026 12:25 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menceritakan momen lucu saat dirinya menolak membacakan teks pidato resmi yang telah disiapkan para penasihatnya saat  memberikan sambutan di acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Di podium, Prabowo menyinggung keberadaan naskah pidato kenegaraan yang dibawanya. Ia berkelakar jika dia berpidato menggunakan teks akan membuat suasana jadi kaku dan audiens, juga dirinya sendiri bosan.

"Jadi ini pidatonya sudah disiapkan. Mau dibacakan? Mau dibacakan? Jangan-jangan kalian aku pun bisa tidur di podium," kata Prabowo yang langsung memancing tawa hadirin.

Prabowo kemudian mengungkapkan dinamika di balik layar bersama para penasihat kepresidenan.

Ia menyebut para penasihatnya kerap mewanti-wanti agar dia berpidato selalu berpatokan pada teks, terutama jika acara tersebut banyak diliput oleh media massa.

Para penasihat tersebut sangat khawatir kalau-kalau dirinya berbicara spontan karena rentan salah ucap dan memicu polemik di media.

"Tapi banyak wartawan, ini. Banyak wartawan. Banyak penasihat saya, Pak Bapak nggak boleh Pak bicara tanpa teks. Paling aman baca aja Pak."

Baca juga: Prabowo Optimistis PDIP Akan Gabung Koalisi Pemerintah: Itu Insting Saya

"Enggak mungkin ada kata-kata yang keliru di situ. Kalau di luar teks kadang-kadang ya kan. Nanti ditunggu wartawan itu," ungkap Prabowo menirukan kekhawatiran penasihatnya.

Prabowo tetap memilih gaya bicaranya yang lugas dan berinteraksi langsung dengan audiens. Ia berseloroh di acara PKB malam itu dirinya berusaha menjaga tutur kata di hadapan media.

"Ya hari ini saya sopan. Jadi apalagi yang harus saya sampaikan. Terima kasih, saya khawatir lama-lama di sini saya nggak tahan saya bisa keluar air mata," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.