Ruben Onsu Tantang Sarwendah Buktikan Isu Teror Debt Collector, Bongkar Pernyataan dari Pihak Bank
Sri Juliati July 24, 2026 06:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menjadi sorotan publik.

Di tengah proses gugatan hak asuh anak yang diajukan Ruben, muncul isu mengenai rumah mewah mereka di kawasan Cilandak yang disebut terancam dilelang oleh bank dan sempat didatangi belasan debt collector.

Isu tersebut mencuat setelah Sarwendah memutuskan angkat kaki dari rumah yang menjadi harta gana-gini mereka.

Keputusan itu diambil di tengah perseteruan hak asuh anak, di mana Ruben mengaku merasa dipersulit untuk bertemu dengan buah hatinya setelah resmi bercerai dari mantan personel Cherry Belle tersebut.

Namun, kabar mengenai ancaman lelang rumah dan kedatangan debt collector langsung dibantah tegas oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang.

Menurutnya, informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta dan tidak memiliki dasar yang jelas.

Minola menegaskan bahwa setiap pihak memang bebas berbicara, tetapi tuduhan tersebut harus dibuktikan dengan data yang valid.

“Kita boleh ngomong apa saja karena seperti lagu mengatakan memang lidah tak bertulang, gampang ngomong apa saja," ujar Minola Sebayang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2026).

“Tapi kalau memang ada calling satu sampai calling lima, mana buktinya? Tunjukkan dong,” tantang Minola. 

Guna memastikan kebenaran informasi tersebut, Minola mengaku telah berkomunikasi langsung dengan bank yang berkaitan dengan proses kredit rumah tersebut.

“Setelah kami berkomunikasi dengan pihak bank, menanyakan sampai mana tahap proses kreditnya Ruben Onsu, jawaban dari pihak bank adalah masih dalam proses penyelesaian." 

Baca juga: Ruben Onsu Gelontorkan Rp3 Miliar untuk Perabotan Rumah yang Sempat Ditempati Sarwendah

"Jadi, belum ada itu yang namanya lelang,” terangnya.

Minola juga menyebut pihak bank merasa heran dengan isu yang beredar, karena menurutnya mekanisme pelelangan agunan memiliki prosedur resmi yang jelas.

“Mereka (bank) juga heran karena memang merasa tidak pernah mengirim. "

Di akhir keterangannya, Minola meminta agar isu tersebut tidak lagi dibesar-besarkan tanpa didukung fakta yang jelas.

“Tolonglah jangan lagi diperbesar sesuatu yang tidak dilandaskan pada fakta. Kebenaran memang kadang menyakitkan, tapi kita harus terima. "

"Jangan menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan,” kata Minola.

Keterangan Pihak Sarwendah

Di sisi lain, kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon menyebut kliennya pindah demi keamanan dan kenyamanan.

Abraham Simon mengungkapkan bahwa Sarwendah mendapatkan teror dengan kehadiran seseorang ke rumah pada 11 Juli 2026 lalu.

Hal tersebutlah, dikatakan Abraham, membuat Sarwendah merasa tidak aman.

"Situasi sudah tidak aman lagi bagi anak-anak. Ada oknum diduga debt collector datang malam-malam mencari orang yang tidak ada di situ. "

Baca juga: Kuasa Hukum Ruben Onsu Bantah Isu Tak Nafkahi Anak, Sebut Akta 39 Tak Pernah Atur Nominal Tetap

"Itulah kenapa klien kami memutuskan pindah ke tempat yang lebih aman dan nyaman bagi anak-anak," ujar Abraham.

Sementara itu, Chris Siwu, kuasa hukum Sarwendah juga mengungkap bahwa rumah yang ditinggali kliennya itu terancam dilelang lantaran berkaitan dengan masalah di bank.

"Klien kami diberikan gono-gini yang ternyata bermasalah di bank, nilainya cukup fantastis. Bahkan, sudah ada surat dari bank mengenai rencana lelang," jelasnya.

(Tribunnews.com, Rinanda) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.