Berawal dari Sakit, Terkuak Anak Yatim Tanjungbalai Dilecehkan Pasutri, Istri Pelaku Giring Korban
ninda iswara July 24, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang anak yatim di Kota Tanjungbalai mengungkap dugaan peran sepasang suami istri dalam menjalankan aksinya.

Sang istri diduga memiliki tugas mengarahkan korban agar datang ke rumah, sementara sang suami diduga melakukan perbuatan asusila tersebut.

Polres Tanjungbalai kini telah mengamankan terlapor berinisial A untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait laporan yang diterima dari keluarga korban.

Dalam proses penyelidikan, penyidik telah memeriksa lima orang saksi yang terdiri dari dua saksi pelapor, dua saksi dari pihak terlapor, serta seorang saksi ahli guna memperkuat proses hukum.

"Sudah kami amankan, sementara ini kami belum menetapkan tersangka. Lima orang saksi sudah diperiksa," kata Kasi Humas Polres Tanjungbalai, IPDA Muhammad Ruslan, Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan peristiwa tersebut terjadi pada Mei 2026 saat korban berada di rumah terlapor.

Baca juga: Viral Guru Wanita di Tanjungbalai Bawa Murid Laki-laki ke Suami untuk Dilecehkan, Korban Yatim Piatu

Saat itu, A disebut memberikan sebuah telepon pintar kepada korban dengan alasan untuk bermain gim sehingga korban tetap berada di lokasi.

Setelah korban berbaring, A diduga menurunkan celana korban dan melakukan tindakan pencabulan sebagaimana dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Akibat hal tersebut, pelapor yang merupakan ibu korban keberatan dan melaporkan kejadian tersebut," katanya.

Laporan dari pihak keluarga kemudian ditindaklanjuti oleh Satreskrim Polres Tanjungbalai melalui serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti.

Penyidik juga masih mendalami sejumlah fakta penting, termasuk hasil visum terhadap korban yang hingga kini belum diumumkan kepada publik.

Di singgung soal visum korban, Kasi Humas Polres Tanjungbalai mengaku saat ini masih didalami oleh tim Satreskrim Polres Tanjungbalai.

"Masih dalam penyelidikan. Saat ini, istri terlapor juga masih berstatus saksi," pungkasnya.

Hingga kini, kepolisian menegaskan bahwa perkara tersebut masih berada pada tahap penyelidikan sehingga status hukum terlapor belum ditingkatkan menjadi tersangka.

Penyidik memastikan setiap keterangan saksi dan bukti yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum berikutnya.

Kasus ini terus menjadi perhatian masyarakat sembari menunggu hasil penyelidikan dan keputusan resmi dari Polres Tanjungbalai terkait penetapan status hukum para pihak yang terlibat.

Sebelumnya, masyarakat Lingkungan 5, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai hebo soal penggerudukan rumah seorang ASN Pemko Tanjungbalai.

Ratusan masyarakat itu mendatangi rumah itu untuk mempertanyakan soal beredarnya isu pencabulan yang dilakukan oleh suami istri terhadap seorang anak yatim piatu yang masih duduk dibangku kelas lima sekolah dasar.

Peran Istri Pelaku: Giring Korban

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai mengaku salah satu yang diamankan dari amukan massa di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai terkait dugaan kekerasan seksual terhadap anak adalah guru P3K.

Menurut kepala dinas pendidikan Kota Tanjungbalai, Bukhori Ginting menerangkan, pihaknya telah melakukan klarifikasi terhadap kasus tersebut.

"Terkait hal ini yang sudah viral, sebenarnya kami sudah melakukan proses sebelum peristiwa ini terjadi. Yang pertama, kepala sekolah akhir Juni kemarin sudah menyampaikan kepada kami. Kami tindaklanjuti dengan memanggil kepala sekolah untuk dimintai keterangan," ujar Kadis Pendidikan Kota Tanjungbalai, Bukhori Ginting, Kamis (23/7/2026).

Setelah mendapatkan informasi awal, Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai mengaku telah melakukan pemanggilan terhadap keluarga korban dan terduga pelaku.

"Dapat kami sampaikan, bahwasanya permasalahan ini tidak melibatkan langsung kepada guru kami tersebut, tapi belakangan desas desusnya masyarakat berdasarkan azas praduga tak bersalah mereka mengaitkan dalam masalah tersebut," ungkapnya.

Selanjutnya, menindaklanjuti informasi tersebut, dinas mengambil keterangan dari keluarga korban.

"Dari keterangan keluarga korban, guru tersebut terindikasi terlibat dalam permasalahan ini. Sehingga kami melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan," ungkapnya.

Akibatnya, pihaknya berkolaborasi bersama BKPSDM dan Inspektorat Kota Tanjungbalai untuk menindaklanjuti perkara ini.

"Berdasarkan klasifikasi kami dengan keluarga korban, pengakuannya guru tersebut ikut menggiring korban untuk datang ke rumahnya. Kemudian, dirumah beliau terjadilan perbuatan tersebut," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan keterangan orang tua murid,pelaku utamanya adalah suami dari guru SD tersebut.

Baca juga: Penjelasan Kepala Lingkungan Soal Warga Tanjungbalai Geruduk Rumah Guru PNS Terduga Pelaku Pelecehan

OKNUM GURU VIRAL - Masyarakat geruduk rumah diduga seorang guru di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai dalam dugaan pelecehan seksual terhadap anak yatim piatu, Rabu (22/7/2026) malam.
OKNUM GURU VIRAL - Masyarakat geruduk rumah diduga seorang guru di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai dalam dugaan pelecehan seksual terhadap anak yatim piatu, Rabu (22/7/2026) malam. (Kolase TribunTrends/TribunMedan/ist)

Kronologi  Terbongkarnya Pencbaulan

Viral di media sosial masyarakat menggeruduk rumah seorang guru di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai terkait dugaan pelecehan seksual terhadap anak.

Korban yang merupakan anak yatim piatu yang kini hidup bersama ibu angkatnya diduga mendapatkan perbuatan cabul dari terduga pelaku.

Sekretaris Desa Asahan Mati, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan, Antoni Alexander Siregar mengaku, kejadian ini terungkap setelah korban mengeluhkan sakit kepada neneknya.

"Jadi ibu (angkat) korban melaporkan kejadian ini pada 19 Mei 2026, kemudian tiga atau empat bulan sebelumnya korban sering mengeluhkan sakit. Setelah ditanyakan secara pribadi, korban mengaku ada dilakukan kekerasan seksual yang disebutnya ayah Tondi (terduga pelaku) terhadap korban," ujar Sekdes Asahan Mati, Antoni Alexander Siregar, Kamis (23/7/2026).

Katanya, setelah mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanjungbalai untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

"Karena ini tindaklanjutnya lama, sehingga menyebar ke orangtua murid. Dimana suami ini adalah pelaku, kemudian istri adalah seorang tenaga pendidik. Jadi dianggap, merusaklah untuk dunia pendidikan," katanya 

Kekhawatiran orang tua siswa dan masyarakat terhadap terduga pelaku karena anak-anak masih bersekolah di lokasi tempat ia mengajar.

"Kalau warga sini cuma memantau aja, yang di sana itu dominan memang orang tua siswa. Jadi mereka khawatir saat anaknya bersekolah di sana," ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Lingkungan 5, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai heboh soal penggerudukan rumah seorang ASN Pemko Tanjungbalai.

Ratusan masyarakat itu mendatangi rumah itu untuk mempertanyakan soal beredarnya isu pencabulan yang dilakukan oleh suami istri terhadap seorang anak yatim piatu yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar.

Nyaris Diamuk

Masyarakat Lingkungan 5, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai heboh soal penggerudukan rumah seorang ASN Pemko Tanjungbalai.

Ratusan masyarakat itu mendatangi rumah itu untuk mempertanyakan soal beredarnya isu pencabulan yang dilakukan oleh suami istri terhadap seorang anak yatim piatu yang masih duduk dibangku kelas lima sekolah dasar.

Kepala lingkungan 5, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Sadam Husein Hasibuan membenarkan peristiwa penggerudukan tersebut.

"Benar adanya terjadi keramaian disini terkait sepasang suami istri yang diduga melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur," kata Kepling 5, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung.

Ia mengaku, tidak mengetahui secara pasti peristiwa pencabulan tersebut, namun masyarakat berbondong-bondong mendatangi rumah oknum guru tersebut.

"Kalau kericuhan ini diduga akibat adanya adu argumen, sehingga masyarakat berdatangan. Kalau yang kami lihat, ini masyarakat sekitar yang datang kesini," ujarnya.

Ia mengaku, kasus ini sudah viral di media dan amarah masyarakat tidak dapat terbendung.

"Kami juga tidak mengerti kenapa bisa tiba-tiba masyarakat berbondong-bondong datang kerumah itu, tapi mungkin berdasarkan keyakinan saya mungkin karena sudah viral," katanya.

Ia mengaku, saat ini keduanya sudah diamankan dari kemarahan masyarakat ke Polres Tanjungbalai.

Sebelumnya, kemarahan masyarakat Kota Tanjungbalai tak dapat terelakan lagi.

Pasalnya, laporan dugaan pelecehan seksual terhadap anak yang diduga dilakukan oleh oknum guru P3K paruh waktu di salah satu sekolah bersama suaminya di petikemaskan.

Emosi warga tak terbendung hingga menggeruduk rumah terduga pelaku Rabu (22/7/2026), di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Kemarahan masyarakat semakin memuncak setelah istri terduga pelaku masih melakukan aktivitas mengajar dan khawatir akan ada korban baru.

Beruntung pihak kepolisian berhasil mengevakuasi pasangan suami istri tersebut dan dibawa ke Polres Tanjungbalai.

Proses evakuasi berjalan dramatis, D yang merupakan suami berhasil dievakuasi masuk ke dalam mobil patroli, sedangkan A sang istri tidak sempat masuk kedalam mobil dan menjadi bulan-bulanan masyarakat hingga sempat diamankan di rumah warga.

Kini keduanya sudah berhasil dievakuasi ke Polres Tanjungbalai. Namun, masyarakat terus mengawal hingga ke halaman Polres Tanjungbalai.

Salah seorang warga, Hendra mengaku aksi masyarakat tersebut diduga memuncak akibat kekesalan terhadap hukum yang tak kunjung diterapkan.

"Kalau aku tak ikut, aku menonton saja. Cuma tadi katanya, masyarakat marah karena kasus yang sudah dilaporkan itu ga diproses-proses sama polisi," ujar Hendra saat dihubungi tribun-medan.com.

Ia mengaku, masyarakat masih mengepung Mapolres Tanjungbalai untuk melihat langsung terduga pelaku sudah diamankan.

"Tadi sampai tengah malam juga masyarakat ngumpul. Mastiin kalau mereka sudah diamankan. Satu-satu tadi disuruh masuk, untuk memastikan kalau si terduga pelaku ini sudah diamankan," katanya.

Ia berharap, ada keadilan bagi korban anak yang merupakan yatim piatu tersebut. 

(TribunTrends/TribunMedan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.