Tegur Alphard Langgar Lampu Merah, Sekuriti HI Malah Disuruh Sujud & Minta Maaf, Dimaki, Dipecat?
ninda iswara July 24, 2026 07:38 AM

TRIBUNTRENDS.COM - Nasib satpam bernama Vicol Hareva menjadi perhatian publik setelah aksinya menegur pengemudi Alphard yang menerobos lampu merah penyeberangan di Bundaran HI, Jakarta Pusat, viral di media sosial.

Peristiwa tersebut memicu simpati luas karena beredar narasi yang menyebut Vicol justru kehilangan pekerjaannya usai insiden itu.

Tak hanya dikabarkan dipecat, Vicol juga disebut tidak mendapat pembelaan dari atasannya ketika menghadapi intimidasi dari pengemudi yang terlibat cekcok.

Rekaman perselisihan antara satpam dan pengemudi Alphard itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.

Sorotan publik semakin besar setelah rekaman CCTV memperlihatkan dugaan pelanggaran yang dilakukan pengemudi mobil mewah tersebut.

Baca juga: Klarifikasi Petugas Sekuriti di Bundaran HI yang Cekcok dengan Mobil Alphard, Kini Sudah Damai

Kronologi Kejadian

Dalam tayangan CCTV, kendaraan Alphard terlihat tetap melintas meski lampu merah penyeberangan sudah menyala.

Kondisi itu dinilai membahayakan karena lampu merah tersebut merupakan tanda bagi kendaraan untuk berhenti dan memberikan kesempatan kepada pejalan kaki menyeberang.

Insiden tersebut pun memunculkan perdebatan mengenai kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas di kawasan ibu kota.

Vicol diketahui berupaya menjalankan tugasnya dengan menegur pengemudi yang dianggap melanggar aturan di lokasi kejadian.

Namun teguran itu justru berujung adu mulut hingga menarik perhatian banyak orang di sekitar lokasi.

Video kejadian tersebut terus menjadi perbincangan karena memperlihatkan ketegangan antara petugas keamanan dan pengemudi kendaraan.

Banyak warganet mempertanyakan perlakuan yang diterima Vicol setelah peristiwa tersebut mencuat ke publik.

Di sisi lain, rekaman CCTV menjadi bukti penting untuk menggambarkan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Menurut penuturan Vicol, pengemudi Alphard tetap menjalankan mobilnya meski lampu merah sudah menyala untuk memberikan hak jalan kepada pejalan kaki.

Kasus ini pun terus menjadi sorotan karena dinilai menyangkut penegakan aturan lalu lintas sekaligus perlindungan terhadap petugas yang menjalankan tugasnya.

"Karena saya kesal saya pukul kaca mobilnya, Woi lampu merah. Saya cuma bilang seperti itu," katanya dalam video klarifikasi.

Setelah itu, lanjut Vicol, mobil sempat melaju perlahan dan ia pun berinisiatif menghampiri pengemudinya.

Namun tiba-tiba saja tiga orang berpakaian batik, termasuk sopir, keluar dari kendaraan.

Mereka terlihat mendorong-dorong tubuh Vicol.

Vicol pun berinisiatif mengajak mereka ke pos polisi di Bundaran HI demi menghindari perselisihan.

Dalam perjalanan menuju pos, Vicol mengatakan tiga orang tersebut mengaku sebagai aparat.

"Sambil dorong-dorong saya di jalan, mana pospolnya ? ayo ke pospol, saya tidak takut, saya juga aparat," kata Vicol menirukan ucapan tiga orang.

Vicol masih menanggapi santai sikap dan ucapan ketiga orang tersebut.

"'Segala sesuatu itu pasti ada solusinya. Kenapa saya ngomong seperti itu ? biar mereka gak arogan lagi ke saya atau mukul saya di situ. Jadi saya bilang, okelah pak, nanti kita amanin, kita tunggu dulu kepala pospolnya," katanya.

Vicol  kemudian menjelaskan kronologi kejadian kepada kepala pos polisi, mulai dari dugaan pelanggaran lampu merah hingga alasan dirinya mengetuk kaca mobil dan mengajak pihak pengendara menyelesaikan persoalan di pos polisi. 

Namun, kepala pos polisi kemudian mengatakan bahwa Vicol lah yang salah. 

"Kepala pospolnya menyampaikan ke saya, 'Kamu salah. Kamu tidak ada hak untuk memukul kaca mobil,'" ungkap dia.

Ia mengaku akhirnya memilih meminta maaf kepada pihak pengendara. 

Menurut Vicol, keputusan itu diambil karena dirinya sendirian dan pihak pengendara disebut menanyakan vendor tempatnya bekerja serta mengancam akan melaporkannya agar dikeluarkan dari pekerjaan. 

"Saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf. 'Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya, pedoman saya untuk ke depannya untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas di area kerja terbatas,'" ujar dia. 

Vicol juga mengaku sempat dimaki dan kerah bajunya diangkat oleh sopir Alphard meski ia telah dua kali bersalaman dan mencium tangan pihak tersebut sebagai bentuk penghormatan. 

Di akhir keterangannya, Vicol menyampaikan permintaan maaf apabila tindakannya dianggap keliru. 

"Kalau saya yang salah di sini, saya pribadi saya minta maaf. Tetapi pihak yang satunya belum minta maaf atau sok benar semuanya," tambah dia.

SOSOK VICOL HAREFA - Petugas sekuriti yang bertugas di sekitar Halte Transjakarta Bundaran HI, Jakarta Pusat, tengah menjadi sorotan publik setelah video klarifikasinya viral di media sosial (Tribun Trends/Istimewa via Tribun Jakarta)

Benarkah Dipecat?

Ramai di komentar kalau Vicol berakhir dengan dipecat gara-gara aksinya itu.

Bahkan video klarifikasinya pun kini sudah hilang dari media sosialnya.

Akun Threads @fridoremi menanyakan soal kabar dugaan pemecatan tersebut.

"Bang bener ya isu beredar katanya lu dipecat karena lu melakukan hal yang benar?," tanya dia.

"beneran dipecat? kabar darimana kalau dipecat ka?," tanya @iffahbyhanifah.

"Dari comment netizen di thread orang yang mau bantu doi supaya tidak di pecat, tapi kan itu isu, makanya mau konfirm lgsg ke pak satpam nya," jawab @fidoremi lagi.

(TribunTrends/TribunBogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.