BGN Akui Kepala SPPG Tak Butuh Motor Listrik, Ribuan Unit Siap Dialihkan ke Instansi Lain
jonisetiawan July 24, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya menjelaskan alasan ribuan motor listrik yang semula disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kini belum didistribusikan.

Meski belum digunakan, BGN memastikan seluruh kendaraan tersebut tetap akan dimanfaatkan karena pengadaannya menggunakan anggaran negara.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan, perubahan kebutuhan operasional menjadi alasan utama motor listrik tersebut belum disalurkan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Agustina, pada awal perencanaan motor listrik memang diproyeksikan sebagai kendaraan operasional bagi Kepala SPPG.

Namun setelah dilakukan evaluasi, tugas Kepala SPPG dinilai lebih banyak berfokus pada pengawasan di dalam dapur MBG sehingga tidak membutuhkan kendaraan operasional untuk mobilitas lapangan.

"Sebenarnya tadinya itu mau untuk Kepala SPPG. Menurut kami tidak membutuhkan, karena fungsi mereka lebih kepada pengawasan di dalam situ," ujar Agustina dalam konferensi pers, Selasa (22/7/2026).

Baca juga: BGN Ungkap Alasan Ribuan Motor Listrik MBG Batal Dibagikan: Ibu-ibu Gak Cocok Pakai Motor Trail

Pemerintah Buka Opsi Dialihkan ke Kementerian Lain

Karena kebutuhan di lingkungan SPPG berubah, pemerintah kini membuka peluang agar ribuan motor listrik tersebut dimanfaatkan oleh kementerian atau lembaga lain yang lebih membutuhkan.

Agustina menyebut sudah ada beberapa instansi yang menyampaikan usulan, di antaranya Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), penyuluh pertanian, hingga guru.

Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar setiap kementerian yang membutuhkan kendaraan tersebut mengajukan permohonan secara resmi. Selanjutnya, tim Presiden akan mengkaji kelayakan penyalurannya.

Distribusi Harus Sesuai Kondisi Lapangan

BGN juga menegaskan proses penyaluran motor listrik tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Selain mempertimbangkan kebutuhan pengguna, pemerintah harus memastikan kendaraan tersebut sesuai dengan karakteristik wilayah penerima.

Agustina mengungkapkan seluruh motor yang telah diproduksi merupakan motor listrik bergaya trail sehingga belum tentu cocok digunakan oleh semua pihak.

"Motor yang sudah ada ini model trail. Mungkin kalau digunakan ibu-ibu tentu tidak selalu cocok," ujarnya.

Selain jenis kendaraan, kesiapan infrastruktur pengisian daya juga menjadi perhatian. Pemerintah tidak ingin mendistribusikan motor listrik ke daerah yang belum memiliki fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Karena itu, pemetaan lokasi penerima akan dilakukan terlebih dahulu agar kendaraan benar-benar dapat dimanfaatkan secara optimal.

POLEMIK MOTOR MBG - Motor listrik Emmo JVX GT yang akan digunakan sebagai motor dapur MBG
POLEMIK MOTOR MBG -Ribuan motor listrik yang semula disiapkan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum disalurkan karena hasil evaluasi menunjukkan Kepala SPPG tidak lagi membutuhkan kendaraan operasional, sebab tugasnya lebih fokus pada pengawasan di dapur MBG. (dok. Emmo)

Dipastikan Tetap Digunakan

Meski belum didistribusikan, BGN memastikan seluruh motor listrik tidak akan dibiarkan terbengkalai.

Agustina menegaskan kendaraan tersebut tetap akan dimanfaatkan karena seluruh pengadaannya telah menggunakan uang negara.

"Intinya akan tetap kita manfaatkan, karena itu sudah dibayar menggunakan uang negara," tegasnya.

Baca juga: Gebrakan Hari Pertama Bos BGN! Sudaryono Larang Rapat Sembunyi-sembunyi: Kita Terang-terangan Saja

Motor Listrik MBG Sempat Jadi Sorotan

Ribuan motor listrik untuk Program MBG sebelumnya menjadi sorotan publik setelah diketahui masih tersimpan di gudang kawasan industri Sentul, Bogor.

Motor-motor tersebut merupakan bagian dari pengadaan operasional program MBG yang semula dipersiapkan untuk menunjang mobilitas SPPG di berbagai daerah.

Namun setelah dilakukan evaluasi tata kelola di tubuh BGN, skema penggunaannya berubah sehingga distribusi kendaraan tersebut ditunda sambil menunggu penetapan penerima yang lebih sesuai dengan kebutuhan operasional pemerintah.

Dapur MBG di Sukoharjo Kembali Bergerak

Di tengah polemik motor listrik MBG, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Sukoharjo tetap berjalan normal setelah sempat terhenti hampir tiga pekan selama masa libur sekolah.

Aktivitas distribusi makanan bergizi kembali dimulai pada Senin (13/7/2026), bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Salah satu dapur yang kembali beroperasi berada di Dukuh Wonosari, Kelurahan Polokarto.

Sejak dini hari para petugas telah menyiapkan berbagai menu makanan sebelum kendaraan distribusi mulai mengantarkan paket MBG ke sejumlah sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.

Tidak Hanya Siswa, Ibu Menyusui Juga Mendapat Manfaat

Program MBG di Sukoharjo juga menyasar kelompok prioritas 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan angka stunting.

Salah seorang penerima manfaat, Luluk, warga Wonosari yang sedang menyusui, mengaku rutin mengambil paket makanan bergizi di lokasi distribusi dekat rumahnya.

Menurutnya, pembagian makanan bagi ibu menyusui biasanya dimulai sekitar pukul 09.30 WIB.

Luluk juga mengaku mulai merasakan perubahan harga sejumlah bahan pangan sejak dapur MBG kembali beroperasi.

"Kemarin sebelum MBG beroperasi lagi saya mulai nyetok kebutuhan seperti telur dan sebagainya," katanya.

Ia mengaku sempat khawatir harga ayam dan telur kembali meningkat setelah program berjalan kembali.

"Karena waktu MBG libur, harga ayam dan telur murah, kalau sekarang sudah mulai naik," imbuhnya.

Meski demikian, Luluk menilai Program Makan Bergizi Gratis sangat membantu keluarganya karena mampu memenuhi kebutuhan gizi ibu menyusui sekaligus meringankan pengeluaran rumah tangga.

Baca juga: Bongkar Pasang Pimpinan BGN 2 Kali dalam 45 Hari, Sudaryono Bersumpah Tak Punya Dapur MBG

Penataan dan Keberlanjutan Jadi Tantangan

Polemik motor listrik serta penataan ribuan dapur MBG menjadi salah satu tantangan besar yang kini dihadapi Badan Gizi Nasional.

Pemerintah menilai evaluasi dan penataan diperlukan agar tata kelola program menjadi lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Di sisi lain, para mitra pelaksana berharap proses pembenahan tersebut tetap memberikan kepastian usaha serta tidak mengganggu pelayanan kepada jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Dengan ribuan dapur MBG yang terus beroperasi dan jutaan masyarakat yang bergantung pada program tersebut, keberhasilan penataan menjadi kunci agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara berkelanjutan sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

***

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.