Cak Imin Sebut Rencana Prabowo Bangun 5.000 Jembatan adalah Contoh Politik Anggaran yang Konkret
Dewi Agustina July 24, 2026 06:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah membawa arah baru dalam kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan mengedepankan politik anggaran yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurut Cak Imin, perubahan orientasi anggaran tersebut tercermin dari berbagai program pembangunan yang berdampak langsung bagi rakyat, salah satunya rencana pembangunan 5.000 jembatan di berbagai pelosok Indonesia.

Baca juga: Prabowo Ngaku Terharu Harlah PKB Pakai Baju ‘Prabowonomics’: Nama Saya Tidak Pantas di Situ

Hal itu disampaikan Cak Imin dalam pidatonya pada peringatan Harlah ke-28 PKB yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026) malam.

Turut hadir pada acara tersebut Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah menteri hingga pimpinan partai politik.

"Bapak Presiden bahkan telah merubah arah baru anggaran APBN kita. Politik anggaran diubah," kata Cak Imin.

 

 

Ia mengatakan pembangunan ribuan jembatan menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan anggaran negara diarahkan untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini belum tersentuh pembangunan.

"Hari ini kita telah menyaksikan salah satunya yang paling konkret: banyak jembatan-jembatan yang dibutuhkan di berbagai pelosok negeri tetapi tidak pernah tersentuh oleh anggaran kita. Dalam tahun ini insyaallah 5.000 jembatan yang akan dibangun untuk memberi jalan keluar bagi masalah yang paling konkret di depan mata kita. Itu contoh politik anggaran yang benar-benar bisa langsung dinikmati," ucap Cak Imin.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin juga menegaskan komitmen PKB untuk mengawal arah politik anggaran pemerintahan Prabowo agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Bapak Presiden, PKB siap menjadi bagian utama untuk terwujudnya politik anggaran yang benar-benar bisa dinikmati langsung oleh seluruh rakyat Indonesia," ujar Cak Imin.

Ia turut mengajak seluruh elemen bangsa mendukung kebijakan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, bukan semata mengikuti mekanisme pasar.

"Kami mengajak seluruh kekuatan untuk tidak lagi dibuai oleh kekuatan pasar yang kadang kita lupa bahwa tujuan utamanya adalah segera menghadirkan kesejahteraan dalam waktu yang secepat-cepatnya," kata Cak Imin.

Menurut Cak Imin, keberpihakan anggaran terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi fondasi penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat di berbagai daerah.

Prabowonomics

Sebelumnya Cak Imin menegaskan komitmen partainya, mendukung arah baru pembangunan ekonomi nasional melalui tema Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB, yakni "Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi" atau jika disingkat satu kata menjadi "Prabowonomics".

Menurut Cak Imin, pemilihan tema tersebut merupakan bentuk rasa syukur sekaligus kesungguhan PKB untuk terus bersama pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi nasional yang mandiri dan berlandaskan kekuatan bangsa sendiri.

"Tema ulang tahun PKB yang ke-28 kali ini adalah 'Arah Baru Amanat Ekonomi Konstitusi'. Dan tema ini dipersingkat dengan satu kata: 'Prabowonomics'," kata Cak Imin yang disambut tepuk tangan para kader.

Menko Pemberdayaan Masyarakat itu menjelaskan, tema tersebut mencerminkan tekad PKB untuk menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

"Tema ini sebagai rasa syukur dan kesungguhan PKB untuk terus bersama-sama membawa arah baru ekonomi nasional, untuk terus menjadi kekuatan bangsa yang mandiri dan kokoh berdasarkan kekuatan sendiri," ujar Cak Imin.

Lebih lanjut, Cak Imin menyebut semangat yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto menjadi inspirasi bagi PKB dalam mengawal transformasi ekonomi nasional.

"Dan kami semua PKB terinspirasi dengan semangat dan kesungguhan Bapak Presiden untuk terus mengawal arah baru ekonomi di tengah berbagai tantangan yang tidak mudah, baik geoekonomi maupun geopolitik," tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.