TRIBUNSTYLE.COM - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Bukan hanya soal angka di papan harga, perubahan tersebut kini ikut mengubah cara warga mengatur pengeluaran sehari-hari.
Salah satunya dirasakan oleh Nurdiawan, warga Kaling, Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pria berusia 30 tahun itu mengaku harus melakukan penyesuaian setelah biaya bahan bakar mengalami kenaikan.
Setiap hari, Nurdiawan memiliki rutinitas perjalanan dari Karanganyar menuju Solo.
Jarak tempuh tersebut harus dilaluinya menggunakan mobil pribadi untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Namun, kenaikan harga Pertamax yang kini mencapai Rp16 ribu per liter membuat pengeluarannya semakin berat.
Baca juga: Update Harga BBM Kamis 23 Juli 2026, Demi Beli Pertalite, Pekerja Karanganyar Pilih Isi Malam Hari
Nurdiawan mengaku harus kembali menghitung kebutuhan agar biaya transportasi tetap bisa terpenuhi.
"Pengeluaran saya kini membengkak karena setiap hari mobilitas saya harus memakai mobil karena sekalian antar anak dan kerja," ujarnya.
Sebelum harga BBM naik, ia masih bisa mengalokasikan biaya bahan bakar sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dalam satu pekan.
Kini, anggaran tersebut tidak lagi mencukupi seperti sebelumnya.
Nurdiawan menyebut pengeluaran untuk membeli BBM mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Bahkan, biaya yang sebelumnya dianggap cukup kini harus disiapkan hingga dua kali lebih besar.
"Bayangin saja, biasanya seminggu cukup 300-400 ribu, sekarang jadi membengkak dua kali lipat," katanya.
(TribunStyle.com/Putri Asti)