TRIBUNNEWS.COM - Timnas Voli Putri Indonesia 'diramal' akan menjadi kekuatan yang menakutkan di kawasan Asia dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun mendatang.
Hal itu disampaikan oleh pelatih timnas voli putri Korea Selatan, Cha Sang-hyun, pasca-laga uji coba melawan Timnas Voli Putri Indonesia di Jecheon, Kamis (23/7).
Dalam laga uji coba tersebut, Arsela Nuara Purnama dan kolega sempat mengejutkan publik tuan rumah dengan memenangkan set pertama lewat skor 23-25.
Tetapi Korea Selatan yang secara pengalaman bermain di internasional lebih baik ketimbang srikandi voli Merah Putih, sukses menciptakan comeback di tiga set berikutnya melalui kedudukan 25-20, 25-13, dan 25-15.
Menurut pelatih Cha Sang-hyun, Indonesia memiliki deretan pemain potensial.
Kekuatan Timnas Voli Putri Indonesia dalam perkembangannya tidak boleh dipandang sebelah mata. Sekalipun tanpa Megawati Hangestri Pertiwi.
"Meskipun Mega absen, Indonesia memiliki banyak pemain muda dengan potensi," ujar mantan pelatih GS Caltex, dikutip dari laman YNA.
"Dalam tiga atau empat tahun, mereka akan menjadi tim yang menakutkan," pujinya.
"Di masa lalu, ada negara-negara yang pasti akan kami kalahkan, tetapi baru-baru ini, ada beberapa kejadian di mana kami kalah jika melakukan kesalahan sekecil apa pun," ucap pelatih yang pernah membatalkan perekrutan Mediol Stiovanny Yoku bergabung dengan GS Caltex di musim 2023/2024.
Timnas Voli Putri Indonesia besutan Marcos Sugiyama memang mencoba melakukan regenerasi skuad.
Sebut saja pemain muda di bawah usia 22 tahun seperti Chelsa Berliana Nurtomo, Venisa Dwi Oktaviani, Maradanti Namira Tegariani, hingga Syelomitha Wongkar, diberikan kepercayaan untuk menghuni skuad senior saat ini.
Kendati demikian, Sugiyama juga mengombinasikan dengan pemain berpengalaman seperti Arneta Putri, Tisya Amallya Putri, Mediol Yoku, hingga Ersandrina 'Caca' Devega.
Baca juga: Jadwal SEA V Cup 2026 Jumat: Reidel Toiran Percaya Diri Timnas Voli Indonesia Kalahkan Filipina
Mundurnya Megawati dari timnas untuk event Internasional tahun 2026 memang sangat disesalkan volimania Tanah Air.
Secara kualitas, pevoli asal Jember, Jawa Timur ini masih menjadi yang terbaik, khususnya di posisi opposite.
Tetapi fakta bahwa Megawati memilih rehat untuk memulihkan cedera lutut yang mendera sejak tahun 2025, tidak bisa dikesampingkan. Justru sebaliknya, Megawati harus didukung dengan memberikan waktu recovery cukup.
Sehingga, harapannya di tahun depan, istri dari Dio Novandra ini bisa comeback ke timnas dengan versi terbaiknya.
Menyiasati kekosongan ditinggal Megawati, Marcos Sugiyama selaku pelatih harus menemukan formula, siapa kiranya pevoli yang bisa menjadi andalan di lini penyerangan timnas.
Sejauh ini, Syelomitha dan Khanza Putri Yansi menjadi pilihan untuk masa depan di posisi opposite. Tetapi keduanya dinilai masih terlalu hijau untuk langsung mengisi pos yang ditinggalkan Megawati.
Sebagai opsi jangka pendek, Arsela Nuari, Caca Devega, maupun Medi Yoku, bergantian mengemban tugas sebagai opposite.
Timnas Voli Putri Indonesia akan kembali menjalani laga uji coba melawan Korea Selatan pada Sabtu 25 Juli, pukul 11.00 WIB, ditutup dengan pertemuan ketiga pada Minggu, 26 Juli siang WIB.
Ini menjadi rangkaian laga uji coba Indonesia menuju agenda terdekat bermain di SEA V Cup 2026 yang berlangsung di Hanoi, Vietnam dan Chiang Mai, Thailand.
(Tribunnews.com/Giri)