TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi di Selat Bali sempat menutup operasional pelayaran lintas Ketapang-Gilimanuk, Kamis (23/7) sore.
Penutupan berlangsung sekitar 90 menit karena angin kencang dan gelombang tinggi yang diperkirakan sekitar 3 meter.
Seluruh pengguna jasa dan jasa penyeberangan diimbau untuk tetap mengutamakan keselamatan. Mengingat saat ini perubahan cuaca ekstrem sangat dinamis.
Menurut informasi yang diperoleh, penutupan Pelabuhan Gilimanuk berlangsung mulai pukul 14.30 hingga 16.00 Wita. Penyebab penutupan penyeberangan sementara tersebut karena angin kencang serta gelombang tinggi sekitar 3 meter.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Besok 19 Juli 2026, Besakih Hujan Ringan, Ubud Cerah Berawan
Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini 13 Juli 2026, Cerah Berawan, Perairan Selatan Hingga 2,5 Meter
"Nggih kemarin sempat ditutup karena angin kencang dan gelombang tinggi. Kami imbau otoritas terkait untuk tetap melakukan penyesuaian demi mengutamakan keselamatan pelayaran dan pengguna jasa," ujar Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi, Kamis (23/7).
Terpisah, Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta juga menekankan hal senada. Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai gelombang tinggi di Selat Bali patut diwaspadai. Sebab, cuaca kerap berubah secara drastis dan tak menentu.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan," ujar AKP I Putu Suparta.
Selain itu, kata dia, para nelayan di pesisir Jembrana juga diharapkan memperhatikan kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan terjadi.
"Mohon untuk tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca memburuk atau tinggi gelombang dapat membahayakan keselamatan jiwa," pesannya. (*)