TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Sejumlah informasi menarik disajikan pagi ini terkait kejadian seputar Sumatera Barat dalam 24 jam terakhir yang tayang TribunPadang.com.
Sejumlah peristiwa penting di Sumbar, mulai dari musibah kebakaran melanda Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Yaqin di Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung.
Kebakaran tersebut menghanguskan ruang kelas hingga menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah.
Berpindah ke isu lingkungan dan hukum, Polres Agam bersama BKSDA berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan ekor burung yang hendak diperdagangkan ke Lampung, di mana satwa sitaan tersebut rencananya akan dilepasliarkan kembali ke Cagar Alam Maninjau.
Baca juga: Jalan Rusak ke SMPN 5 Padang Diperbaiki, Warga Bersyukur Usai Keluhan Viral Langsung Ditindak
Sementara itu dalam upaya pemulihan daerah, kabar baik datang untuk Sumatera Barat dengan adanya tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp2,6 triliun guna mengakselerasi penanganan pascabencana di bawah pengawasan ketat BNPB dan kementerian terkait.
Kemudian, dimulainya pembangunan gedung baru Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Padang Aro.
1. Kebakaran Ponpes Bustanul Yaqin Padang Pariaman Hanguskan Ruang Kelas, Kerugian Rp 600 Juta
Kebakaran melanda Kompleks Pondok Pesantren Bustanul Yaqin yang berlokasi di Korong Kampuang Tangah, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis (23/7/2026) siang.
Musibah yang terjadi di tengah aktivitas belajar-mengajar tersebut menghanguskan sejumlah ruang kelas dengan estimasi kerugian material mencapaiRp 600 juta.
Peristiwa mencekam itu pertama kali diketahui oleh sejumlah santri sekitar pukul 13.00 WIB. Para santri yang sedang beraktivitas mendadak melihat kepulan asap hitam tebal disertai kobaran api yang membubung tinggi dari arah bangunan kelas.
Dalam hitungan menit, si jago merah menyebar dengan cepat dan menghanguskan material bangunan.
Melihat kobaran api yang terus membesar dan mengancam area sekitar, pihak pengelola pondok pesantren segera mengambil langkah darurat dengan mengontak markas Pemadam Kebakaran Kabupaten Padang Pariaman.
Baca juga: PH Benny Saswin Datangi Kejati Sumbar, Sebut Perkara Kliennya Sengketa Bisnis dan Minta Keadilan
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Kasat Pol PP Damkar) Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan kedaruratan dari warga pada pukul 13.04 WIB.
Merespons laporan cepat tersebut, armada pemadam langsung dikerahkan ke lokasi musibah.
"Petugas kami langsung bergeraksetelah laporan masuk. Tim bertindak cepat mengingat lokasi kebakaran berada di area padat aktivitas pendidikan," ujar Rifki Monrizal saat dikonfirmasi.
Rombongan pemadam kebakaran pertama tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 13.15 WIB dan langsung melakukan isolasi area agar kobaran api tidak menjalar ke asrama santri maupun bangunan pemukiman warga di sekitarnya.
Untuk menjinakkan kobaran api yang cukup besar, Dinas Pol PP Damkar Padang Pariaman tidak bekerja sendiri. Kerjasama lintas posko serta bantuan dari daerah tetangga dikerahkan penuh dalam penanggulangan bencana ini.
Baca juga: PT Semen Padang Apresiasi BNPB Gunakan Sepablock Buat Pembangunan Huntap Mandiri di Sumbar
Rifki menjelaskan, sebanyak empat unit armada pemadam utama dari Kabupaten Padang Pariaman, yakni armada 04, 05, 07, dan 08, diterjunkan langsung ke lokasi.
Bantuan unit pemadam juga datang dari Pemerintah Kota Pariaman untuk memperkuat proses pemadaman.
Personel gabungan yang diturunkan mencakup Regu B Posko Limpato, Regu B Lubuk Alung, Regu B Sungai Limau, serta dukungan personel dari Kota Pariaman yang dipimpin oleh Engki Turnando.
Penanganan di lapangan didampingi langsung oleh Kepala Seksi Inspeksi Darlisman, Kepala Seksi Pencegahan Andriadi, serta Komandan Wilayah Satria Buana Putra.
Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung cukup alot selama lebih dari dua jam.
Petugas harus berjibaku menembus asap pekat serta puing-puing bangunan yang runtuh guna memastikan tidak ada sisanya titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Baca juga: Pembangunan Gedung Baru KP2KP Padang Aro Dimulai, Target Dongkrak Penerimaan Pajak di Solok Selatan
Dalam upaya penjinakan api tersebut, seorang personel pemadam kebakaran atas nama Riski Yasri dilaporkan mengalami kecelakaan kerja di lapangan. Petugas tersebut segera mendapatkan penanganan medis dan penanganan pendampingan dari tim posko.
"Satu personel kami mengalami kecelakaan kerja saat bertugas di lokasi. Saat ini yang bersangkutan sudah dalam pendampingan dan penanganan petugas," kata Rifki.
Amuk si jago merah akhirnya berhasil dikendalikan secara total dan area dinyatakan aman pada pukul 15.30 WIB.
Bangunan yang merupakan tempat operasional dan proses belajar para santri itu kini menyisakan puing-puing dan kerangka yang hangus terbakar.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dari pihak santri maupun pengajar dalam musibah ini.
Mengenai pemicu utama muculnya api, pihak otoritas belum bisa memberikan kesimpulan pasti.
Rifki Monrizal menegaskan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian bekerjasama dengan tim teknis damkar.
"Untuk penyebab pasti timbulnya api masih dalam proses penyelidikan. Fokus utama kami tadi adalah pemadaman total dan memastikan tidak ada korban jiwa di lokasi kejadian," pungkas Rifki. (*)
2. Ratusan Burung Sitaan dari Penyelundup di Agam Bakal Dilepasliarkan ke Cagar Alam Maninjau
Sebanyak 244 ekor burung hasil sitaan kasus upaya penyelundupan di Kabupaten Agam bakal dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya di kawasan Cagar Alam Maninjau.
Rencana pelepasliaran tersebut akan dilaksanakan usai mengantongi penetapan resmi dari Pengadilan Negeri Agam.
Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Rinto Alwi, menegaskan bahwa langkah pengembalian satwa ke alam bebas ini merupakan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati.
Proses pelepasliaran ratusan satwa tersebut nantinya tidak hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, melainkan melibatkan lintas instansi terkait.
Baca juga: Pelaku Perdagangan Satwa Ditangkap di Agam, 225 Ekor Burung Berbagai Jenis Diamankan
"Proses pelepasliaran akan dilakukan bersama BKSDA, Kejaksaan Negeri Agam, dan pihak Pengadilan Negeri Agam agar satwa-satwa tersebut dapat kembali ke habitatnya," ujar AKP Rinto Alwi kepada TribunPadang.com, Kamis (23/7/2026).
Langkah hukum dan konservasi ini diambil guna memastikan seluruh satwa, terutama jenis yang terancam punah, dapat selamat dan hidup bebas di alam liar.
Dari total 244 ekor burung yang diselamatkan dan siap dilepasliarkan, delapan ekor di antaranya merupakan satwa dilindungi jenis burung cica daun (Chloropsis cyanopogon).
Selain burung cica daun, rincian jenis burung lainnya yang turut disita meliputi:
- 188 ekor burung pleci
- 39 ekor burung konin
- 5 ekor burung kapas tembak
- 3 ekor burung kutilang emas
- 1 ekor burung kepodang emas
Baca juga: BKSDA Larang Jerat Babi Usai Beruang di Pasaman Terluka, Edi: Ancam Keselamatan Satwa Dilindungi
Ratusan burung tersebut sebelumnya berhasil diselamatkan setelah personel Satreskrim Polres Agam bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Maninjau menggagalkan upaya penyelundupan dari Pasaman Barat menuju Provinsi Lampung.
Petugas menghentikan satu unit mobil Toyota Avanza hijau tua yang dikendarai pelaku berinisial KZ (47) di depan SPBU Bawan, Jalan Manggopoh-Simpang Empat, Kecamatan Ampek Nagari.
"Berbekal informasi tersebut, personel Satreskrim Polres Agam bersama BKSDA langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menghentikan kendaraan yang dikendarai pelaku di Jalan Manggopoh-Simpang Empat, tepatnya di depan SPBU Bawan, Kecamatan Ampek Nagari," kata AKP Rinto Alwi.
Saat mobil Avanza berwarna hijau tua itu diperiksa, polisi menemukan ratusan ekor burung di dalam kendaraan. Pelaku saat itu juga diketahui bepergian bersama istri dan anaknya.
Dari hasil interogasi, pelaku mengakui seluruh burung tersebut merupakan miliknya.
Baca juga: Longsor di Hulu Sungai Batang Tumayo Picu Banjir, BPBD Agam Klaim Berulang Kali Normalisasi Sungai
Burung-burung itu dibeli dari wilayah Talu, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, dan rencananya akan dijual ke Provinsi Lampung.
Polisi turut mengamankan satu unit mobil Toyota Avanza berwarna hijau tua yang digunakan mengangkut satwa tersebut serta satu unit telepon genggam milik pelaku.
"Pelaku beserta barang bukti langsung kami amankan ke Polres Agam untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," ujarnya.
Atas perbuatannya menampung dan berupaya memperdagangkan satwa dilindungi, pelaku kini diamankan di Polres Agam dan dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a juncto Pasal 40A ayat (1) huruf d UU No. 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(*)
3. Sumbar Dapat TKD Tambahan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana, Diawasi BNPB dan Kementerian
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) bakal dialokasikan untuk percepatan bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar).
Pihaknya memastikan, dana TKD tersebut sudah masuk dalam tahap perencanaan untuk percepatan penanganan.
"Sudah pasti TKD untuk mempercepat penanganan bencana darurat yang terjadi. Kalaksa Provinsi sudah merencanakan, begitu juga dengan kabupaten/kota," ucapnya saat ditemui di Perpustakaan Unand, Rabu (22/7/2026).
Menurut dia, anggaran dari tambahan TKD tersebut berjumlah Rp2,6 triliun dari total dana bencana wilayah Sumatera senilai Rp10,65 triliun.
Baca juga: Longsor di Hulu Sungai Batang Tumayo Picu Banjir, BPBD Agam Klaim Berulang Kali Normalisasi Sungai
Tambahan anggaran ini dipastikan BNPB untuk dialokasikan sebagai prioritas pada fase pascabencana.
"Anggaran-anggaran itu memang sudah terplot untuk kebutuhan prioritaskan. Memang kebutuhan prioritas dulu yang utama," jelasnya.
Kata dia, bentuk pengawasan anggaran TKD tersebut dilakukan langsung oleh BNPB hingga kementrian, dengan sistem berjenjang.
Untuk kebencanaan secara keseluruhan, pengawasan dilakukan melalui BNPB dengan BPBD provinsi terkait.
"Tapi di dalam pelaksanaan itu, sesuai dengan kursi masing-masing, kalau infrastruktur tentu dengan Kementerian PU. Kalau pembangunan perumahan diawasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), jadi pengawasannya masing-masing," tegasnya.
Menurut dia, untuk itu dibuat Satuan Tugas (Satgas) rehab dan rekonstruksi yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sehingga setelah satgas dibentuk, pembahasan terkait penanganan bencana dilakukan setiap minggu.
"Jadi setiap minggu kita rapat, untuk membicarakan permasalahan-permasalah yang terjadi di tiga provinsi," tuturnya.(*)
4. Pembangunan Gedung Baru KP2KP Padang Aro Dimulai, Target Dongkrak Penerimaan Pajak di Solok Selatan
Langkah nyata untuk memperkuat penerimaan pajak negara sekaligus mendekatkan pelayanan kepada masyarakat resmi dimulai di Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menandai dimulainya pembangunan gedung baru Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Padang Aro melalui prosesi peletakan batu pertama, Rabu (22/7/2026).
Pembangunan infrastruktur pelayanan publik ini menjadi simbol sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi pendapatan negara dari sektor perpajakan.
Bupati Solok Selatan, Khairunas, menegaskan bahwa kehadiran gedung baru ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan responsif bagi masyarakat serta pelaku usaha lokal.
"Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kehadiran negara di daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan perpajakan bagi masyarakat," ujar Khairunas di sela-sela kegiatan peletakan batu pertama di Padang Aro.
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di Padang Digelar, Istri Korban Minta Pelaku Penusukan Suaminya Dihukum Mati
Khairunas menyoroti realitas struktur APBD di Solok Selatan yang hingga kini masih ditopang penuh oleh dana transfer dari pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, berbagai program strategis daerah mulai dari pembenahan infrastruktur dasar, fasilitas pendidikan, hingga layanan kesehatan sangat mengandalkan anggaran negara yang mayoritas bersumber dari perolehan pajak.
Oleh karena itu, KP2KP Padang Aro memegang posisi kunci sebagai garda terdepan dalam memberikan pemahaman, konsultasi, serta kemudahan bagi para wajib pajak di wilayah tersebut.
Dengan tersedianya gedung kantor yang lebih layak dan representatif, Khairunas optimistis tingkat kepatuhan pajak sukarela dari masyarakat Solok Selatan akan mengalami peningkatan signifikan.
Ia juga memastikan bahwa Pemkab Solsel siap menguatkan koordinasi dengan pihak DJP demi mendorong kesadaran kolektif warga akan pentingnya kontribusi pajak bagi pembangunan nasional dan daerah.
Baca juga: 27 Adegan Rekonstruksi Pembunuhan di Kuranji, Istri Korban: Anak Jadi Terlantar, Kami Orang Susah
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah DJP Sumatera Barat dan Jambi, Tarmizi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan dukungan penuh dari Pemkab Solok Selatan.
Dukungan nyata tersebut dibuktikan melalui hibah tanah yang dialokasikan khusus untuk tapak pembangunan gedung kantor perpajakan yang baru.
Tarmizi mengingatkan bahwa pajak memainkan peran vital dalam menjaga stabilitas keuangan negara, di mana sekitar 85 persen penerimaan APBN disumbangkan dari sektor ini.
Menurutnya, pembangunan fasilitas kerja ini merupakan ikhtiar bersama agar dana yang terkumpul dari masyarakat dapat disalurkan kembali dalam bentuk pembangunan fasilitas umum, sekolah, rumah sakit, dan program kesejahteraan lainnya.
Baca juga: Saksi Ungkap Detik-detik Kecelakaan Bus Terguling di Padang, Korban Dievakuasi Lewat Kaca Depan
Sementara itu, Kepala KPP Pratama Solok, Irwan Eka Putra, mengungkapkan latar belakang di balik proyek pembangunan gedung baru ini.
Selama ini, operasional KP2KP Padang Aro masih harus menempati bangunan berstatus sewa yang serba terbatas.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Solok Selatan menghibahkan lahan seluas 1.200 meter persegi di lokasi yang sangat strategis.
Di atas lahan hibah tersebut, bakal dibangun satu unit gedung kantor utama beserta tiga unit rumah negara sebagai fasilitas pendukung operasional para pegawai.
"Total anggaran kegiatan fisik mencapai Rp 6,7 miliar, dengan alokasi khusus pembangunan gedung kantor sebesar Rp 4,31 miliar," terang Irwan.
Baca juga: Hasil Pertemuan dengan Suporter Positif, Semen Padang FC Bakal Gelar Agenda Serupa Secara Rutin
Irwan menambahkan, wilayah kerja KPP Pratama Solok sendiri terbilang sangat luas, mencakup enam daerah yaitu Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung, hingga Kabupaten Dharmasraya.
Untuk tahun berjalan ini, KPP Pratama Solok memikul target penerimaan pajak yang cukup besar, yakni menembus angka Rp 728,2 miliar.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengawasi jalannya pengerjaan fisik proyek ini agar terhindar dari praktik kecurangan, berjalan transparan, dan selesai sesuai batas waktu yang ditetapkan.
Adapun kompleks kantor baru KP2KP Padang Aro ini berlokasi di pusat Kawasan Perkantoran Kabupaten Solok Selatan, berdekatan langsung dengan gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). (*)