TRIBUNPEKANBARU.COM,PEKANBARU - Mangapul Nainggolan nyaris tenggelam ke dalam parit yang berada di Jalan Fajar Raya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Rabu (22/7/2026) lalu.
Ia terperosok ketika melintas karena tidak menyadari ada parit yang tertutup genangan banjir.
Iapun hanya bisa pasrah ketika tercebur ke parit sedalam dua meter itu.
Apalagi ia memang tidak pandai berenang, beruntung karena warga di sekitar langsung menyelamatkannya.
"Saya tidak bisa berenang, waktu itu kalau tidak diselamatkan sudah innalillahi saya," ungkapnya ketika berbincang dengan Tribun Pekanbaru, Kamis (23/7/2026).
Pria 45 tahun itu masuk ke dalam parit setelah tepreleset di jembatan yang tidak memiliki pengamanan.
Kondisi jembatan itu penuh dengan air sehingga tidak terlihat tepian parit.
Dirinya terpeleset usai menurunkan kaki tanpa menyadari sedang berada di tepian jembatan yang tergenang.
Baca juga: Banjir Genangi Jalan Protokol, Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau Segera Benahi Drainase
Ia hilang keseimbangan lantaran memacu sepeda motor Supra X di sana sehabis mengantarkan anaknya di SMAN 17 Pekanbaru.
"Waktu itu sehabis antar anak pergi sekolah, saya terpeleset mungkin karena buru-buru," ujarnya.
Pria yang sehari-hari berdagang ini mengaku dalam kondisi basah kuyup cuma bisa menatap motornya yang masuk dalam parit. Ia tidak kuasa untuk mengevakuasi motornya seorang diri.
Dirinya bersyukur sepeda motor miliknya bisa dievakuasi oleh petugas dari dalam parit. Namun sepeda motor itu harus berada di bengkel untuk mengalami perbaikan.
"Kata orang bengkel penuh dengan air, olinya harus dikosongkan. Semuanya dibongkar habis," ulasnya.
Nainggolan bukan cuma mengalami kerugian tapi juga mengalami luka robek pada kaki kanannya.
Ia mengaku saat ini sedang beristirahat di rumah karena masih dalam pemulihan.
Pria itu berharap agar ada kepedulian Pemerintah Kota Pekanbaru membenahi jalan tersebut.
Ia menyebut sudah terlalu lama jalan itu selalu tergenang banjir setiap selepas hujan deras mengguyur.
"Cukup saya saja yang terperosok di sana, paling tidak ada perhatian untuk jalan di sana dulu. Kan setiap hari anak sekolah lewat di sana," harapnya.
Warga di sekitar berinisiatif memanggil Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru untuk mengevakuasi motor tersebut. Sepeda motor milik korban sempat berada dalam parit selama dua jam lebih.
Seorang petugas damkar dengan sigap menyelam ke dalam parit dengan kedalam berkisar dua meter. Aksi heroik yang menjadi perhatian warga ini membuahkan hasil.
Mereka berhasil mengevakuasi sepeda motor yang terperosok dengan bantuan tali. Petugas bersama warga beramai-ramai menarik tali hingga sepeda motor muncul ke permukaan.
Kepala Seksi Evakuasi, Penyelamatan dan Perlindungan DPKP Kota Pekanbaru, Ade Anjusra menyampaikan tim langsung meluncur ke lokasi selepas menerima laporan dari warga. Mereka langsung bersiap setiba di lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi.
Petugas sempat memeriksa ke dalam parit tempat. Ia menyebut satu petugas bisa menyelam sehingga berupaya memasang tali supaya terikat ke motor.
"Tim rescue berusaha mengevakuasi motor korban yang masuk ke parit sedalam dua meter," ujarnya.
Dirinya menyampaikan bahwa korban terpeleset karena kehilangan kendali dalam kejadian itu.oa tercebur ke parit kawasan setelah hilang keseimbangan.
"Alhamdulilah beliau tidak apa-apa, cuma sepeda motornya tenggelam. Kami membantu evakuasi dari dalam parit," jelasnya.
(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sikumbang)