BOLASPORT.COM - Presiden Federasi Sepak bola Argentina (AFA), Chiqui Tapia, buka suara terkait isu konspirasi pada final Piala Dunia 2026.
Timnas Argentina hancur lebur ketika jumpa Timnas Spanyol dalam laga puncak di MetLife Stadium.
Mendapat tekanan sejak menit awal, mereka mencatatkan penguasaan bola hanya 35 persen.
Lebih menyedihkan lagi, arge ntina cuma membuat dua tembakan tanpa satu pun mengenai sasaran.
Alhasil, Argentina menyerah dengan skor 0-1 dari Spanyol.
Gol tunggal Ferran Torres saat babak tambahan membuyarkan harapan Argentina buat kembali angkat trofi.
Kekalahan Albiceleste memunculkan rumor liar di kalangan dan sepak bola.
Argentina dikabarkan mendapat tekanan.
Isu tersebut muncul berdasarkan beberapa hal.
Pertama-tama, sebuah video memperlihatkan momen ketika Lionel Messi mencoba menenangkan para pemain Argentina di lorong sebelum memasuki lapangan.
"Tenang, teman-teman. Lupakan yang terjadi tadi," kata sang kapten Tim Tango.
Perkataan Messi menyiratkan bahwa telah terjadi sesuatu kepada pasukan Argentina sebelum laga.
Masih di lokasi serupa, wajah Lisandro Martinez tampak sendu dan tak biasa.
Kejanggalan juga terlihat dalam sesi pemanasan Argentina.
Messi gagal memasukkan bola ke gawang lima kali berturut-turut dari luar kotak penalti, sebuah hal yang tak lazim.
Lagi-lagi hal tidak normal terjadi di tengah pertandingan.
Lisandro Martinez, bek tangguh yang rela bermain meski berdarah-darah, meninggalkan lapangan akibat cedera tanpa mendapat hantaman keras dari pemain lawan.
Pelatih Lionel Scaloni juga tidak memasukkan striker dalam diri Lautaro Martinez walau Argentina sedang butuh mencetak gol.
Alasan terakhir yang memicu rumor tekanan di skuad Argentina adalah tidak terpilihnya Messi sebagai Pemain Terbaik Turnamen.
Trofi Bola Emas justru jatuh ke tangan kapten Spanyol, Rodri.
Padahal kalau dibedah secara statistik, Messi seperti menggendong Argentina sendirian menuju final.
Si pria kelahiran Rosario tampil gacor lewat torehan delapan gol dan empat assist.
Tak ingin isu teori konspirasi semakin membesar, Chiqui Tapia coba menenangkan situasi.
Orang nomor satu di PSSI-nya Argentina itu mengimbau publik untuk jangan percaya terhadap spekulasi tak jelas.
"Kami membela warna kebanggaan, bendera, dan negara kami di setiap lapangan di seluruh dunia," kata Tapia membuka pernyataannya, seperti dikutip BolaSport.com dari Mundo Deportivo.
"Oleh karena itu, janganlah terpengaruh oleh kebohongan atau upaya-upaya yang hanya bertujuan menciptakan ketidakstabilan."
"Cukuplah upaya untuk membenturkan satu sama lain pihak-pihak yang telah memberikan begitu banyak bagi sepak bola kami," ucap dia.
Lebih lanjut, Tapia mengakui bahwa Spanyol layak menang karena tampil hebat.
"Kami tidak bisa mengalahkan Spanyol. Mereka lebih unggul, menang secara sportif, dan kami harus mengakuinya," tutur sang bos.
"Dalam olahraga, kita juga belajar dengan cara menerima kekalahan secara lapang dada, sama seperti saat merayakan kemenangan."
"Ya, kami kalah di partai final. Namun, benar juga bahwa tim kami baru saja menghadirkan kegembiraan luar biasa bagi negara ini," pungkas Tapia.
Final Piala Dunia 2026 berakhir ricuh dengan terjadi baku hantam antara pemain dari kedua tim.
Gelandang Argentina, Leandro Paredes, membanting Gavi ke tanah.
Aksi brutal juga dilakukan Nahuel Molina yang memukul Rodri.