TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga sebuah komplek perumahan di Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dikejutkan dengan penemuan seorang wanita lanjut usia yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Rabu (22/7/2026).
Korban diketahui berinisial E (71). Penemuan jasad tersebut bermula dari kecurigaan warga yang selama beberapa hari terakhir mencium aroma tidak sedap dari arah rumah korban.
Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin mengatakan bahwa korban diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.
"Beberapa tetangga mulai merasa ada yang tidak biasa karena selain mencium bau menyengat, korban juga sudah beberapa hari tidak terlihat beraktivitas seperti biasanya," katanya.
"Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat. Bersama sejumlah warga, Ketua RT mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya," tambahnya.
Baca juga: Massa Demo Kejati Sumbar Soroti Dugaan Penjemputan Paksa FR, Minta Kasus Tak Terulang
Saat tiba di lokasi, rumah diketahui dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga warga tidak dapat masuk.
Karena rasa penasaran semakin besar, warga akhirnya mencoba mengintip melalui jendela rumah.
Betapa terkejutnya mereka ketika melihat korban sudah terbujur kaku di atas tempat tidur.
Warga kemudian menghubungi Polsek Padang Selatan dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Padang untuk meminta penanganan lebih lanjut.
Tidak lama berselang, personel Satreskrim Polresta Padang bersama anggota Polsek Padang Selatan dan Tim Identifikasi (Inafis) mendatangi lokasi kejadian.
"Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi jenazah korban dari dalam rumah," kata Yasin.
Baca juga: Massa Geruduk Kejati Sumbar, Minta Kajati Dicopot Usai Dugaan Penjemputan Paksa Peserta Aksi
Yasin juga mengatakan, hasil pemeriksaan awal Tim Inafis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum akhirnya ditemukan.
"Kondisi jenazah saat ditemukan diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari tiga hari, sehingga sudah mengalami pembusukan alami. Dari pemeriksaan luar sementara oleh tim Inafis, kami belum menemukan tanda-tanda kekerasan fisik yang menonjol, namun penyelidikan mendalam tetap dilakukan," ujarnya.
Meski demikian, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban. Untuk memastikan hal tersebut, jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang guna menjalani visum et repertum.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban, penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk tetangga terdekat dan pihak keluarga, guna mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Baca juga: Perampok Gasak Uang Setoran Rp 8 Juta di Padang, Diduga Sudah Intai Korban Sejak Awal
Yasin juga menegaskan, hingga saat ini penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya ataupun berspekulasi mengenai penyebab kematian korban.
Pihak kepolisian meminta masyarakat menunggu hasil pemeriksaan medis dari Rumah Sakit Bhayangkara Padang yang nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab kematian korban. (*)