TRIBUNBENGKULU.COM - Aplikasi pengolah dokumen iLovePDF menjadi perbincangan di media sosial X (Twitter) setelah ramai dikaitkan dengan isu keamanan data.
Perdebatan bermula dari unggahan yang mempertanyakan anggapan bahwa layanan PDF gratis lebih berisiko mengalami kebocoran data dibanding layanan berbayar, meski iLovePDF disebut telah mengantongi sertifikasi keamanan internasional ISO/IEC 27001:2022.
Unggahan akun X @txt pada Kamis (23/7/2026) menceritakan pengalaman temannya ketika bekerja di divisi administrasi.
Temannya disebut selalu menyarankan menggunakan layanan berbayar saat menggabungkan atau mengonversi file PDF karena khawatir data penting bocor jika menggunakan tool gratis.
"Mending bayar yang berbayar aja. takut data penting bocor di tool gratis," tulis pengunggah.
Padahal menurut pengunggah, masih banyak masyarakat yang memiliki anggapan keliru terhadap layanan gratis.
Ia menilai, gratis tidak selalu berarti memiliki sistem keamanan yang buruk.
Dalam unggahannya, ia menuliskan beberapa poin yang menurutnya sering dilupakan pengguna.
"Yang sering dilupakan orang: Gratis tidak selalu berarti "sembarangan". Perusahaan yang punya ISO 27001 biasanya sudah investasi besar di infrastruktur keamanan. Ketakutan berlebihan justru bikin orang lebih rentan pakai tool yang nggak jelas asal-usulnya," ungkapnya.
Dalam videonya, ia mengingatkan bahwa pengguna memang perlu waspada saat menggunakan layanan gratis. Meski demikian, menurutnya tidak semua layanan gratis otomatis berbahaya.
"Memang patut dicurigai apa pun tools yang gratis. Contohnya iLovePDF, apakah iLovePDF itu berbahaya, teman-teman?" tanya dia.
Ia kemudian menjelaskan bahwa iLovePDF menyediakan berbagai fitur pengolah dokumen, mulai dari mengubah PDF ke Excel, PDF ke Word, menggabungkan file PDF, hingga berbagai kebutuhan pengelolaan dokumen lainnya.
"Nih buat yang belum tahu teman-teman, iLovePDF itu bisa buat PDF ke Excel, ngegabungin PDF, PDF ke Word, banyak banget fiturnya. Tapi file yang kita upload ke sana itu aman?" katanya.
Menjawab pertanyaan tersebut, ia menjelaskan bahwa iLovePDF telah memiliki sertifikasi keamanan internasional ISO yang menjadi salah satu standar dalam pengelolaan keamanan data pengguna.
Menurutnya, sertifikasi tersebut menunjukkan bagaimana sebuah perusahaan menangani keamanan informasi pengguna, sehingga tidak bisa disamakan dengan layanan yang tidak memiliki standar keamanan yang jelas.
"Lihat di sini teman-teman, ada sertifikasi security yaitu ISO. Itu sertifikat internasional, bukan yang abal-abal, yang menunjukkan bagaimana perusahaan menangani keamanan data user," ujarnya.
Selain menyinggung sertifikasi keamanan, ia juga menjelaskan mekanisme penyimpanan file yang diunggah pengguna ke iLovePDF.
Menurutnya, file yang diunggah tidak disimpan secara permanen, melainkan hanya tersimpan sementara selama proses pengolahan dokumen berlangsung.
"File yang kita upload ke iLovePDF itu sebenarnya disimpan sekitar dua jam, setelah itu langsung otomatis dihapus," katanya.
Meski demikian, ia tetap mengingatkan pengguna agar berhati-hati saat mengunggah dokumen yang bersifat penting atau rahasia ke layanan berbasis internet.
Menurutnya, untuk dokumen yang mengandung data sensitif, pengguna sebaiknya memanfaatkan aplikasi offline yang tersedia di laptop atau komputer agar tidak perlu mengunggah file ke server pihak ketiga.
"Tetap hati-hati teman-teman. Kalau file kalian penting atau rahasia, pakai saja tools offline yang ada di laptop. Tapi kalau cuma buat tugas kuliah atau kebutuhan biasa, boleh dipakai biar nggak memperribet pekerjaan," pungkasnya.
Unggahan tersebut kemudian menuai beragam tanggapan dari pengguna X.
Salah satunya datang dari akun @mecca yang mengaku telah lama menggunakan layanan iLovePDF untuk membantu aktivitas belajar.
Menurutnya, iLovePDF menjadi salah satu layanan yang sering digunakan karena mudah diakses, praktis, dan gratis.
"ini web berguna bangettt plis buat pelajar, dan aku mahasiswa juga masih sering pake karna mudah gituu gak ribet dan gratiss," tulis akun @mecca.
Dalam komentar lainnya, akun yang sama juga mengingatkan agar pengguna tetap berhati-hati ketika mengunggah dokumen yang bersifat rahasia ke layanan berbasis internet.
Ia menilai, layanan gratis memang memudahkan pekerjaan, namun pengguna tetap harus memahami risiko yang mungkin muncul saat mengunggah dokumen penting.
"Emang harus hati hati sih sama tools gratisan karena data kita jadi komoditas mereka. Solusinya kalau dokumennya bersifat rahasia atau penting banget, mending pakai software offline aja daripada upload ke web online," imbuhnya.