Nasib 29 Penambang Timah Positif Narkoba di Pangkalpinang, Kini Diasesmen BNNP Bangka Belitung
Evan Saputra July 24, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Nasib 29 penambang timah yang terjaring razia narkoba di Pantai Pasir Padi kini memasuki babak baru.

Setelah dinyatakan positif mengonsumsi sabu dan ineks, para pekerja tambang tersebut resmi menjalani proses asesmen di BNNP Bangka Belitung pada Jumat (24/7/2026) sebagai tahapan awal sebelum masuk fasilitas rehabilitasi.

Kasat Resnarkoba Polresta Pangkalpinang, Kompol Yandri mengatakan, proses asesmen menjadi tahapan penting sebelum para penambang menjalani rehabilitasi.

"Terhadap 29 orang yang kita amankan ini adalah, korban dari penyalahgunaan narkotika. Saat ini kita berkoordinasi dengan BNNP Bangka Belitung, untuk melakukan asesmen guna menentukan rehabilitasi," ujar Kompol Yandri.

Dari hasil pemeriksaan awal, para penambang mengaku mengonsumsi narkotika untuk menunjang aktivitas saat bekerja di lokasi penambangan.

"Mereka mengaku menggunakan narkotika untuk pekerjaannya, yaitu menambang katanya sebagai penambah kekuatan," ucapnya.

Melalui langkah rehabilitasi yang dilakukan diungkapkan Kompol Yandri, sebagai bentuk dari tanggung jawab aparat dalam membantu para penyalahgunaan agar terbebas dari ketergantungan narkotika.

"Rehabilitasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab kita, untuk menyembuhkan mereka dari ketergantungan narkotika," bebernya.

Satu per satu penambang dilakukan pengecekan urine, dengan menggandeng pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang.

Kapolresta Pangkalpinang Kombes Pol Indra Wijatmiko mengatakan dari 81 penambang tersebut, 29 diantaranya positif menggunakan narkotika.

"Kegiatan hari ini penertiban narkoba, khususnya kepada para pekerja tambang di pantai," ujar Kombes Pol Indra Wijatmiko.

Dalam pengecekan tersebut, ditemukan para penambang tak hanya menggunakan narkotika jenis sabu saja.

"Untuk yang positif menggunakan narkotika ada 29 orang, selain sabu ada juga ineks," tuturnya.

Perwira Melati Tiga ini menegaskan pengecekan urine dilakukan, untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

"Menertibkan penyalahgunaan narkoba, saya perhatikan karena mereka bekerja di laut ya sehingga harus dihindarkan memakai narkoba. Takutnya pada saat dia terpengaruh oleh narkoba, ada kejadian kecelakaan tenaga kerja," ungkapnya.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.