Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Akses Jalan Nasional yang menghubungkan Aceh Tenggara, Provinsi Aceh menuju Medan, Sumatera Utara dilaporkan mengalami kerusakan parah di sejumlah titik.
Berdasarkan pantauan, kondisi badan jalan bertaburan lubang yang mengancam keselamatan pengguna jalan.
Beberapa kawasan yang paling parah terdampak diantaranya meliputi wilayah Desa Titi Pasir, Lawe Dua, Biakmuli, Bambel Gabungan.
Kemudian Kuning, Batu Dua Ratus, Kota Kutacane, Terutung Megare, Lawe Sigala-gala, hingga Babul Makmur, serta beberapa titik lain di perbatasan Aceh Tenggara dan Sumatera Utara.
Meski pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.5 sempat melakukan perawatan, kondisi perbaikan tersebut tidak bertahan lama.
Kerusakan jalan kembali terjadi yang diduga dipicu oleh kualitas pengerjaan tambal sulam (patching) yang kurang maksimal.
Salah seorang pengendara asal Aceh Tenggara, Muslim, menuturkan bahwa kondisi jalan kini dipenuhi retakan dan lubang yang membahayakan.
“Jalan Nasional retak-retak buaya dan berlubang, terutama di kawasan Titi Pasir, Lawe Dua, Bambel Gabungan, hingga wilayah Kecamatan Lawe Sigala-gala.
Kondisi ini sangat menyulitkan pengendara,” ujar Muslim.
Ia juga menyayangkan penanganan jalan yang dinilai tidak mencapai tuntas padahal ada alokasi anggaran rutin dari APBN setiap tahunnya.
Selain jalan berlubang, masalah parit dan saluran udara yang tersumbat juga dibiarkan tanpa penanganan yang memadai.
“BPJN Aceh seharusnya bisa melihat titik mana yang paling mendesak untuk diperbaiki, bukan sekedar memperbaiki bagian yang tidak terlalu mendesak,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pengendara lain, seperti Ardi, Salahuddin, dan M Ali Basyah.
Menanggapi keluhan masyarakat, PPK 3.5 BPJN Aceh, Jaya Yuliadi mengatakan masalah kerusakan jalan Nasional di sedimen saluran.
"Setiap hari turun kita sudah lapor, dan usulan untuk membuat tangkapan debris. Sementara untuk badan jalan tetap akan dilakukan perawatan rutin," sebutnya.
Dikatakan, kerusakan seperti di Lawe Dua pipa masyarakat dan PDAM bocor dan pihaknya sudah bersurat.
"Pipa- pipa PDAM bocor di jalan ini belum ada jawaban dari PDAM dan Kepala Desa. Selanjutnya di Kecamatan Bambel kami akan koordinasi dengan PUPR Aceh Tenggara terkait saluran dan gorong-gorong," sebutnya. (*)
Baca juga: Antrean Kendaraan Mengular di SPBU Aceh Tenggara, Pengamat: Diduga Mafia BBM Bermain
Baca juga: Sempat Melesat, Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Kembali Anjlok
Baca juga: 2.432 Siswa di Aceh Tenggara Terima Dana Yatim Tahap Pertama