TRIBUNNEWS.COM - Setelah Piala Dunia 2026 berakhir, sebanyak 17 dari 48 negara peserta dipastikan akan menjalani era baru bersama pelatih berbeda.
Pergantian juru taktik ini terjadi di berbagai konfederasi, mulai dari Eropa, Afrika, Amerika, hingga Asia.
Faktor penyebabnya beragam, mulai dari hasil buruk di turnamen, keputusan yang sudah direncanakan sebelumnya, hingga konflik internal dalam tim.
Eropa menjadi wilayah dengan jumlah pergantian pelatih terbanyak.
Salah satu pergantian pelatih terjadi dalam skuad Timnas Prancis.
Didier Deschamps meninggalkan kursi pelatih setelah membawa Les Bleus finis sebagai semifinalis Piala Dunia 2026.
Yang menjadi catatan, keputusan Deschamps mundur sudah diketahui sebelum Piala Dunia 2026 berlangsung. Jadi bukan karena dipecat.
Posisi pelatih Prancis selanjutnya akan diberikan kepada legenda mereka, Zinedine Zidane, mulai 1 September mendatang.
Baca juga: Habis-habisan di Piala Dunia 2026, Otamendi Nyatakan Pensiun dari Timnas Argentina
Situasi berbeda terjadi di Jerman. Kegagalan Die Mannschaft yang tersingkir di babak 32 besar membuat Julian Nagelsmann harus kehilangan pekerjaannya.
Federasi Sepak Bola Jerman disebut akan merekrut Juergen Klopp sebagai pelatih berikutnya.
Portugal juga mengalami nasib serupa. Roberto Martinez memilih mundur setelah Cristiano Ronaldo cs tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Kursi pelatih Selecao kemudian diberikan kepada Jorge Jesus.
Presiden Pena Real Madrid de Indonesia, Syahrul Fauzi, sebelumnya menilai jika kelemahan Roberto Martinez berada pada kemampuannya dalam memanfaatkan kualitas pemain yang dimiliki Portugal.
Termasuk dalam mempersiapkan masa transisi tanpa Cristiano Ronaldo yang kini sudah berusia 41 tahun.
"Portugal memiliki banyak pemain berkualitas yang bisa menjadi solusi. Karena itu, tim pelatih harus berani melakukan penyesuaian apabila diperlukan demi menjaga efektivitas permainan tim," kata Syahrul ketika dihubungi Tribunnews.
Selain Prancis, Jerman, dan Portugal, negara Eropa yang berganti pelatih usai Piala Dunia 2026 adalah Belanda, Kroasia, Republik Ceko, Skotlandia, dan Belgia.
Baca juga: Gelar Piala Dunia 2026 Cuma Pemanis, Bukan Kunci Penyegel Menangi Ballon dOr
Dari kawasan CONCACAF, Meksiko yang menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 memilih mengganti Javier Aguirre dengan sosok legenda mereka, Rafa Marquez.
Pergantian pelatih juga terjadi di Afrika. Empat negara memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih mereka setelah Piala Dunia 2026, yakni Ghana, Senegal, Afrika Selatan, dan Tunisia.
Di Amerika Selatan, pergantian pelatih dialami Ekuador dan Uruguay.
Sedangkan di kawasan Asia, Yordania kehilangan pelatih Jamal Sellami yang sebelumnya mencatat sejarah dengan membawa negara tersebut tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya.
Sementara itu, Korea Selatan memilih mengevaluasi posisi Hong Myung-bo setelah kegagalan Taegeuk Warriors melaju dari fase grup.
Publik Korea Selatan menilai Hong Myung-bo menjadi salah satu pihak yang bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
(Tribunnews.com/Isnaini)