TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Seekor mamalia laut jenis False Mamalia laut yang terdampar tersebut pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun Bajoe, Sunusi. Killer Whale (Pseudorca Crassidens) atau yang dikenal masyarakat sebagai paus pembunuh palsu ditemukan terdampar di Pantai Bajoe, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jumat (24/7/2026).
Mamalia laut yang terdampar tersebut pertama kali ditemukan oleh Kepala Dusun Bajoe, Sunusi.
Lalu melaporkannya ke Founder Sahabat Penyu, Muh. Yusri atau yang langsung menuju lokasi untuk pengecekan dan membantu proses penyelamatan.
Baca juga: Kasus Mobil Pelansir dan 2 Rumah di Polman Ludes Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Penimbunan BBM
Baca juga: Musim Kemarau, Jalan Pattana Bone Mamuju Malah Terus Tergenang Air
Sebelum tim tiba, warga setempat berupaya menyelamatkan paus dengan cara mendorongnya kembali ke tengah laut.
Namun, mamalia laut tersebut kembali ke bibir pantai karena diduga kondisinya sudah lemah.
Proses evakuasi kemudian dilakukan bersama oleh warga, Sahabat Penyu, dan personel Satuan Polisi Air (Polair) Polres Polman menggunakan perahu.
Selain berupaya mengembalikan paus ke laut, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisiknya.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan paus memiliki panjang sekitar empat meter.
Kondisinya tampak lemas dan terdapat sejumlah luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Sahabat Penyu, Muh. Yusri, mengatakan penanganan mamalia laut yang terdampar membutuhkan cara yang tepat agar tidak memperburuk kondisinya.
"Warga sebenarnya sudah berupaya mendorong paus ke tengah laut, namun karena kondisinya lemah, paus kembali terdampar," ujar Yusri.
Dia mengaku, saat menerima laporan, langsung menuju lokasi untuk membantu proses penyelamatan.
Ia menyebut proses evakuasi di lapangan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari air sedang surut, angin timur yang bertiup cukup kencang, hingga minimnya peralatan pendukung penyelamatan.
Yusri menyebut kejadian ini menjadi pengingat bahwa warga membutuhkan edukasi mengenai penanganan awal mamalia laut yang terdampar.
Dengan penanganan yang tepat dan dukungan peralatan yang memadai, peluang satwa untuk kembali ke habitatnya akan lebih besar.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli