Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Bengkulu mulai menunjukkan perkembangan positif.
Meski sebagian besar gerai koperasi yang telah dibangun belum beroperasi secara optimal, aktivitas transaksi melalui sistem KDMP telah berjalan dengan nilai mencapai sekitar Rp306,71 juta hingga 23 Juli 2026.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Bengkulu, Mohamad Irfan Surya Wardana, mengatakan perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penguatan ekonomi desa melalui program prioritas pemerintah mulai bergerak.
Menurutnya, saat ini terdapat sejumlah gerai Koperasi Desa Merah Putih yang telah selesai dibangun, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan.
Namun, gerai yang telah berdiri belum seluruhnya dapat beroperasi secara maksimal karena masih melengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung.
“Saat ini memang sudah ada gerai yang selesai dibangun dan ada pula yang masih dalam proses pembangunan. Namun, gerai yang sudah berdiri belum beroperasi secara maksimal karena masih melengkapi kebutuhan pendukung, seperti rak penyimpanan dan kendaraan operasional. Pengadaan fasilitas tersebut dilakukan secara bertahap,” ujar Mohamad Irfan Surya Wardana dalam konferensi pers di Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, Jumat (24/7/2026).
Baca juga: Festival Pantai Panjang Bengkulu Dibuka, UMKM Kebanjiran Pembeli Sejak Hari Pertama
Meski demikian, aktivitas transaksi melalui sistem KDMP terus berlangsung.
Berdasarkan data pada dashboard KDMP, nilai transaksi yang telah tercatat mencapai sekitar Rp306,71 juta.
Transaksi tersebut berasal dari koperasi yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Mukomuko.
Ia menegaskan, nilai transaksi tersebut bukan berasal dari gerai-gerai yang baru selesai dibangun, melainkan merupakan akumulasi aktivitas pembelian yang telah masuk ke dalam sistem koperasi.
“Transaksi yang tercatat sekitar Rp300 juta itu bukan berasal dari gerai yang baru dibangun. Nilai tersebut merupakan akumulasi transaksi yang sudah masuk ke dalam dashboard KDMP,” jelasnya.
Hingga saat ini, transaksi yang tercatat masih didominasi kebutuhan sektor pertanian, yakni pembelian pupuk NPK dan pupuk organik.
Menurut Irfan, kedua komoditas tersebut menjadi barang yang paling banyak dibeli masyarakat maupun anggota koperasi sehingga mendominasi nilai transaksi yang masuk ke dalam dashboard.
“Untuk sementara, transaksi yang tercatat di dashboard masih didominasi pembelian pupuk NPK dan pupuk organik. Baru dua komoditas itu yang telah masuk ke dalam sistem,” katanya.
Perkembangan koperasi di Bengkulu masih berada pada tahap awal jika dibandingkan dengan sejumlah daerah di Pulau Jawa yang sebagian besar gerainya telah beroperasi aktif dengan berbagai jenis layanan dan komoditas yang lebih beragam.
Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penyelesaian kebutuhan operasional setiap gerai agar dapat segera melayani masyarakat secara optimal.
Selain mencatat transaksi yang mulai meningkat, perkembangan kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu juga menunjukkan capaian yang cukup tinggi.
Hingga 23 Juli 2026, sebanyak 1.508 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk di seluruh Provinsi Bengkulu.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.505 koperasi atau 99,8 persen telah memiliki rekening aktif. Sementara kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) telah mencapai 99,9 persen, sedangkan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) mencapai 66,4 persen.
Selain itu, sebanyak 900 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebagai bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan koperasi.
Menurut Irfan, capaian tersebut menunjukkan proses pembentukan dan legalitas koperasi di Bengkulu berjalan sesuai target pemerintah.
“Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terus menunjukkan perkembangan yang positif melalui penguatan kelembagaan, legalitas, dan aktivitas usaha koperasi. Melalui dukungan APBN, pemerintah mendorong koperasi menjadi penggerak ekonomi desa yang mampu memperkuat kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia optimistis, setelah seluruh sarana dan prasarana pendukung selesai dilengkapi, operasional gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Bengkulu akan semakin optimal.
Dengan bertambahnya jumlah gerai yang beroperasi penuh, ragam komoditas yang diperdagangkan diperkirakan akan semakin banyak dan nilai transaksi koperasi pun diyakini terus meningkat.
Menurutnya, melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga di Provinsi Bengkulu.