Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhamad Rifky Juliana
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Maryati, warga Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten, harus mencari tempat untuk buang air besar (BAB) sambil memastikan tidak ada orang yang melihat.
Hal itu diungkapkan saat dirinya diminta testimoni saat acara Deklarasi Pilar 1 Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Gerakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (Stop BABS) di Kantor Kelurahan Warung Jaud, Kecamatan Kasemen, Jumat (24/7/2026).
"Kalau mau BAB, lihat kanan kiri, takut ada orang. Terus kata anak saya, 'Bu, kapan punya WC?'. 'Nanti kalau Allah sudah berkehendak kasih rezeki enggak ke mana'," kata Maryati saat menceritakan pengalamannya.
Baca juga: Revisi Perda PUK, DPRD Kota Serang Dorong Satpol PP Bisa Sita Aset Pelaku Usaha THM Nakal
Kondisi itu tidak hanya dialaminya sendiri.
Anak bungsunya pun kerap merasa takut saat hendak BAB karena khawatir dimarahi warga.
"Anak saya yang kecil ini kalau BAB suka lihat-lihat, takut dimarahin sama orang. Sekarang anak saya yang kecil ini katanya, 'Saya sudah punya WC'," ucapnya.
Saat ini ia telah mempunyai WC di rumahnya yang dibangun oleh Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa Banten.
Maryati dan keluarganya tak lagi harus keluar rumah atau mencari tempat tersembunyi untuk BAB.
"Alhamdulillah semenjak ada Dompet Dhuafa Banten ini membantu dan anak saya juga ngerasa nyaman gitu," ujarnya.
Ia menceritakan keberadaan WC sangat berarti, terutama saat malam hari atau ketika kondisi tubuh sedang tidak sehat.
"Kalau malam sering takut keluar, mau di comberan dimarahin orang, terus lagi kalau lagi enggak enak badan, perutnya lagi mulas atau gimana, sering keluar tuh takut kalau jam 12.00 malam. Tapi sekarang sudah enak, alhamdulilah," jelas Maryati.
Maryati pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Dompet Dhuafa Banten yang telah membantu warga yang belum memiliki sanitasi layak.
"Terima kasih banyak sudah membantu warga yang membutuhkan WC, biar enggak BAB di luar lagi. Sekarang sudah punya WC dan nyaman sekali," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan pembangunan WC tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Serang dengan Dompet Dhuafa Banten dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Ini kolaborasi antara kita dengan Dompet Dhuafa. Mudah-mudahan ini program kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Ini masuk dalam Program Serang Sehat," katanya.
Ia menargetkan program penyediaan sanitasi layak dapat menjangkau seluruh wilayah yang masih membutuhkan.
Saat ini, Kecamatan Serang telah mencapai sekitar 50 persen cakupan, sedangkan di Kecamatan Kasemen masih tersisa delapan kelurahan yang menjadi fokus penyelesaian.
Menurutnya, program tersebut berjalan melalui kolaborasi tanpa menggunakan APBD.
Namun, pada 2027 pemerintah akan mendorong percepatan melalui dukungan anggaran daerah agar seluruh target dapat dituntaskan.
"Kita targetkan 2027 selesai untuk Kecamatan Serang dan Kecamatan Kasemen," ujarnya.
Kepala LKC Dompet Dhuafa Wilayah Banten, Meyta Winduka Alexandriana, menjelaskan program pembangunan WC tidak hanya menyediakan fasilitas sanitasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar tidak lagi buang air besar sembarangan.
"Kami lebih konsen pada perubahan perilaku warga supaya tidak lagi BAB sembarangan. Ini merupakan investasi dari para mitra kolaborasi kebaikan kami," katanya.