Pelajar Bondowoso Buang MBG, Wagub Jatim Emil Dardak Sebut Sisa Makanan Dikumpulkan: Bisa Diolah
Listusista Anggeng Rasmi July 24, 2026 07:00 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Viralnya video yang memperlihatkan nasi dan lauk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga dibuang oleh siswa di Bondowoso akhirnya mendapat tanggapan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak.

Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta di lapangan.

Menurut Emil, pemerintah daerah telah menerima penjelasan terkait peristiwa tersebut.

Ia mengatakan makanan yang terlihat dalam video bukan sengaja dibuang, melainkan merupakan sisa makanan yang dikumpulkan di satu tempat.

"Bahwa itu sebenarnya bukan dibuang tapi memang dikumpulkan sisa-sisa makanan."

"Sisa makanan dikumpulkan karena ingin dimanfaatkan supaya tidak terbuang secara acak tapi dikumpulkan kemudian bisa diolah," kata Emil Dardak kepada SURYAMALANG.COM saat ditemui di Surabaya, Rabu (22/7/2026) malam.

Emil menjelaskan, kejadian tersebut berlangsung di Kecamatan Wonosari dengan dapur SPPG Tumpeng sebagai penyedia makanan.

Berdasarkan data yang diterimanya, terdapat sebanyak 2.386 penerima manfaat dalam program tersebut.

Ia juga mengungkapkan bahwa video yang kemudian viral direkam oleh orang luar, bukan oleh guru maupun karyawan MTs Negeri 4 Bondowoso.

Baca juga: Singgung Keterlibatan TNI-Polri di MBG, Sudaryono Sebut Butuh Dukungan Banyak Pihak: Terlaksana Baik

VIRAL MBG DIBUANG - Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di Bondowoso membuang sisa makanan MBG ke dalam gerobak pasir. Video ini beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat seperti dikutip Rabu (22/7/2026).Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso memberikan klarifikasi.
VIRAL MBG DIBUANG - Tangkapan layar video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di Bondowoso membuang sisa makanan MBG ke dalam gerobak pasir. Video ini beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan singkat seperti dikutip Rabu (22/7/2026).Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso memberikan klarifikasi. ((Ist)/SURYAMALANG.COM/ISTIMEWA)

Meski telah memberikan klarifikasi, Emil mengakui program MBG tetap membutuhkan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyesuaian porsi makanan sesuai kebutuhan para siswa.

Menurutnya, setiap anak memiliki kapasitas makan yang berbeda sehingga perlu ada keseimbangan agar tidak menimbulkan sisa makanan berlebihan.

"Kita cek apakah porsi, kan sekarang sebenarnya keseimbangan gizi juga penting."

"Kebanyakan tapi juga berbanding dengan lauk ya supaya proporsional. Nah, ini tentu bisa menjadi ruang pembenahan," terang Emil Dardak.

Ia berharap evaluasi tersebut dapat membantu Badan Gizi Nasional meminimalkan food loss sekaligus memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Video Buang MBG Viral

Dalam video tersebut, tampak sejumlah siswa berseragam putih-biru bergantian membuang nasi dari wadah ompreng ke gerobak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut diambil di MTs Negeri 4 Bondowoso yang berlokasi di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.

Melalui video klarifikasi yang beredar, Kepala MTs Negeri 4 Bondowoso, Qurniyatul Fatiya, menegaskan bahwa makanan yang dibuang tersebut bukanlah makanan utuh, melainkan makanan sisa.

Emil Dardak
Emil Dardak (Kolase TribunNewsmaker - Kompas.com)

Baca juga: Sudaryono Tak Tutupi Masalah MBG, Janji Benahi Tata Kelola demi Anak-anak & Ibu Hamil Dapat Gizi

Ia menjelaskan, pada hari kejadian, pengiriman makanan MBG ke sekolahnya sempat terlambat karena akses jalan utama ditutup akibat adanya kunjungan Wakil Menteri.

Armada pengangkut MBG pun harus memutar jalan untuk sampai ke sekolah.

"Akibatnya, anak-anak sudah telanjur membeli makanan di kantin."

"Makanan yang ada di video itu adalah sisa dari yang dimakan, bukan makanan utuh yang sengaja dibuang," ujarnya.

Sisa makanan tersebut rencananya akan dikumpulkan oleh para guru untuk dijadikan pakan ternak itik.

Dalam klarifikasinya, pihak madrasah juga menegaskan tidak pernah membuat rekaman tersebut.

Ada kemungkinan video itu direkam oleh pihak luar, mengingat area sekolah saat itu dijadikan lahan parkir VIP kunjungan Wamen.

"Jadi, dimungkinkan mereka (pihak luar) yang membuat video tersebut."

"Salah seorang guru sebenarnya sudah menegur agar tidak memvideokan, tetapi tidak dihiraukan," pungkasnya.

(Tribunnewsmaker.com/ SuryaMalang)


© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.