Kisah Yusuf, Warga Jogja Antar Anak ke Bandung Naik Bajaj Demi Kejar Impian Kuliah di ITB
Muhammad Fatoni July 24, 2026 06:06 PM

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Raut bahagia masih jelas tergambar di wajah Yusuf Basuni (56). Betapa tidak, putra sulungnya, Andromeda Sufi Anggoro, berhasil diterima di Institut Tinggi Bandung (ITB).

Suaranya bergetar ketika menceritakan perjalanan putranya tersebut. 

Sebelum diterima di ITB, putranya sempat mendalami Teknik Informatika di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Diam-diam, putranya mendaftar UTBK ITB. 

Kabar mengejutkan kemudian sampai di telinganya. Sang putra lolos dan diterima di kampus impiannya. 

Ia mengetahui Andro memang ingin mendalami astronomi, dan jurusan itu hanya ada di ITB. 

“Itu memang cita-citanya (kuliah di ITB), karena di sini (DIY) katanya nggak ada jurusan astronomi, adanya di sana (ITB). Kuliah di UPN hanya karena ingin menyenangkan orangtua saja. Jadi diam-diam mendaftar lagi,” kata warga Karangwaru Kidul, Tegalrejo, Kota Yogyakarta itu, Jumat (24/7/2026).

Ia tidak langsung merestui. Selain jauh dari Yogyakarta, biaya pendidikan menjadi ganjalan terbesar.

Ia khawatir pendapatannya sebagai pengemudi bajaj tidak mampu membiayai pengeluaran Andro selama di Bandung.

Beruntung, putranya mendapatkan beasiswa kendati masih harus membayar UKT sebesar Rp1 juta. 

Ia pun lega, putranya dalam melanjutkan mimpi yang lama dipendam.

Baca juga: Kisah Gilang, Sarjana Difabel Berburu Rezeki di Pasar Ngasem Yogyakarta

Antar Sang Anak Naik Bajaj

Rasa bahagia itu mendorongnya untuk mengantar langsung sang putra ke ITB. 

Sebagai pengemudi bajaj, ia pun berpikir memanfaatkan bajajnya untuk mengantar Andro ke Bandung.

Faktor biaya menjadi salah satu alasannya. 

Persiapan keberangkatan pun dipersiapkan secara matang.

Mulai dari mengganti oli, membawa tali kopling, sparepart, dan lain-lain.

Setelah mempersiapkan dengan baik, pada 20 Juli lalu, ia bersama Andro, adik Andro, dan istrinya bertolak ke Bandung.

“Saya pengen mengantar, saking senengnya. Kalau naik kereta biayanya tinggi, akhirnya menggunakan bajaj. Sewa bajaj Rp80 ribu per hari, bensinnya Rp400 ribu. Ya untuk kenangan, bisa untuk cerita anak cucu, sekalian touring-lah,” ujarnya.

Lelah Terhapus oleh Kebahagiaan

Meski memakan waktu 24 jam, Yusuf tak merasa lelah. 

Kebahagiaan yang menyelimutinya mengalahkan rasa lelah di perjalanan. 

“Nggak terasa, karena senang. Pulangnya tetap senang, cuma pas mau pamitan sama anak saya, anak saya menangis. Karena memang belum pernah jauh dari keluarga, ini yang pertama kalinya,” lanjutnya.

Kini, ia memberikan dukungan penuh bagi putranya untuk meraih cita-cita.

Terlebih, menempuh pendidikan tinggi merupakan fondasi penting.

“Pendidikan sangat penting. Karena sekarang jauh, ya sering berkabar, mengingatkan untuk salat. Yang penting salatnya tertib, nanti hidupmu juga akan tertib,” pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.