Kabel Bawah Laut Baru Siap Perkuat Konektivitas Indonesia-Singapura
Ikrob Didik Irawan July 24, 2026 06:06 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM – Di balik pesatnya perkembangan layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), hingga pusat data di Asia Tenggara, kebutuhan akan jaringan internet berkapasitas besar semakin mendesak.

Di tengah kebutuhan tersebut, Batam kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul digital Indonesia.

Melalui proyek Nongsa Changi Cable (NCC), PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin) bersama BW Digital membangun jalur kabel bawah laut baru yang menghubungkan Batam dan Singapura.

Kabel sepanjang sekitar 50 kilometer dengan kapasitas 24 fiber pairs itu ditargetkan menjadi salah satu tulang punggung konektivitas digital Indonesia menuju pasar regional.

Pendaratan kabel di kawasan Nongsa Digital Park (NDP), Batam, menjadi penanda bahwa proyek tersebut memasuki tahap penting menuju operasional.

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, mengatakan NCC merupakan bagian dari strategi TelkomGroup melalui Telin dalam memperkuat konektivitas digital internasional.

"NCC membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Infrastruktur ini meningkatkan kapasitas konektivitas internasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem cloud, AI, hyperscaler, hingga interkoneksi pusat data di Asia Tenggara," ujarnya.

Menurut Budi, kebutuhan terhadap jaringan berlatensi rendah terus meningkat seiring berkembangnya layanan digital.

Karena itu, pembangunan jalur baru dinilai penting agar Indonesia memiliki pilihan konektivitas internasional yang lebih beragam dan andal.

Tak hanya soal jaringan internet, kehadiran NCC juga diharapkan mendorong investasi digital di Batam.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan pengembangan infrastruktur digital menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

"Melalui pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan, TelkomGroup berkomitmen memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus menghadirkan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi digital nasional," katanya.

Hal senada disampaikan Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro.

Menurutnya, investasi pada infrastruktur digital akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan berbagai sektor industri.

"Penguatan infrastruktur digital dapat menjadi katalis bagi inovasi, daya saing, dan pertumbuhan berbagai sektor industri. Kehadiran NCC diharapkan menciptakan multiplier effect ekonomi, khususnya bagi Batam dan Indonesia," ujarnya.

Selain memperkuat konektivitas Indonesia-Singapura, kabel bawah laut ini juga menjadi bagian dari pengembangan Indonesia Cable Express (ICE), jaringan yang disiapkan TelkomGroup untuk memperluas akses digital Indonesia ke berbagai kawasan internasional.

Di sisi lain, CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan menilai kehadiran NCC semakin memperkuat peran Batam sebagai kawasan yang mengintegrasikan konektivitas, pusat data, cloud, hingga pengembangan teknologi AI.

Menurutnya, Nongsa Digital Park kini tidak hanya menjadi lokasi pusat data, tetapi juga berkembang sebagai titik pendaratan kabel bawah laut domestik maupun internasional yang menghubungkan Indonesia dengan ekosistem digital global.

Dengan meningkatnya kebutuhan layanan digital di kawasan Asia Tenggara, keberadaan NCC diharapkan menjadi fondasi bagi berkembangnya investasi pusat data, layanan cloud, hingga industri digital yang membutuhkan jaringan berkapasitas tinggi dan stabil.

Sebagai informasi, kabel bawah laut ini befungsi seperti semacam jalan tol internet yang menghubungkan satu kawasan dengan kawasan lainnya.

Jalan tol ini lantas dipakai sebagai jalur untuk mentransmisikan data dari satu tempat ke tempat lainnya lewat internet. Data tersebut bisa berbagai macam bentuknya, seperti e-mail, lagu yang sedang diunduh, video YouTube yang sedang ditonton, dan sebagainya. (*/rls)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.