Program 'Si Penting' Resmi Diluncurkan, Upaya Pencegahan Stunting di Kota Yogyakarta
Muhammad Fatoni July 24, 2026 06:06 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berkolaborasi dengan PT Sarihusada Generasi Mahardhika dan organisasi kemanusiaan Human Initiative resmi meluncurkan Program Aksi Pencegahan Stunting (Si Penting) 2026 di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

Program tanggung jawab sosial perusahaan ini menyasar 100 penerima manfaat guna menekan risiko munculnya kasus tengkes baru di wilayah setempat.

Program Si Penting difokuskan pada upaya edukasi, pendampingan, serta fasilitasi guna meningkatkan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.

Kelompok sasaran mencakup kader Posyandu, kader Bina Keluarga Balita (BKB), ibu hamil, hingga ibu dengan anak di bawah dua tahun (baduta).

Pendekatan promotif dan preventif ini diarahkan pada pemenuhan gizi seimbang pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), pemantauan rutin tumbuh kembang anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Peluncuran program ditandai melalui kegiatan peluncuran resmi di Aula Kelurahan Sorosutan. Agenda tersebut dihadiri oleh Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Forum CSR Kota Yogyakarta, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Umbulharjo, Factory Director Danone Specialized Nutrition East, serta Kepala Regional Human Initiative Jatijaya.

"Kami mengapresiasi kolaborasi ini untuk memperkuat upaya mewujudkan zero new stunting di Kota Yogyakarta. Pemerintah kota siap terus bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat demi menghadirkan dampak nyata bagi kesehatan ibu dan anak," kata Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo.

Hasto menegaskan, percepatan penanganan stunting memerlukan keterlibatan aktif semua pihak secara terpadu, tidak hanya bertumpu pada instansi pemerintah.

Baca juga: Momentum Hari Anak Nasional 2026, Pemkot Yogyakarta Tekankan Komitmen Pengentasan Stunting

Factory Director PT Sarihusada Generasi Mahardhika, Lastiani Amy Rosalina, menjelaskan bahwa keterlibatan Sarihusada dalam program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan yang telah beroperasi di Yogyakarta sejak tahun 1954.

"Melalui Program Si Penting, kami ingin menjadi bagian dari solusi pencegahan stunting. Kuncinya ada pada edukasi gizi sejak masa kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan, pemantauan tumbuh kembang secara rutin, serta penerapan pola hidup bersih dan sehat," ujar Lastiani.

Selain Program Si Penting, Sarihusada juga menjalankan pelbagai inisiatif berkelanjutan dalam mendukung gizi anak, seperti Gerakan Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS), edukasi gizi Isi Piringku, serta pencegahan anemia sejak dini. Program skrining anemia digital yang diinisiasi perusahaan ini bahkan telah menjangkau lebih dari 1,25 juta anak di Indonesia.

Siti Handayani, perwakilan kader dan penerima manfaat di Kelurahan Sorosutan, menyambut baik pendampingan langsung ini.

Menurutnya, kader di lapangan membutuhkan keterampilan teknis dan pengetahuan mutakhir agar lebih efektif mendampingi keluarga di wilayahnya.

"Kader berinteraksi langsung dengan warga setiap hari. Lewat program ini, kami berharap memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan agar bisa memberikan edukasi yang lebih baik kepada orang tua," kata Siti.

Melalui penguatan kapasitas kader dan intervensi pada periode emas 1.000 Hari Pertama Kehidupan, kelurahan Sorosutan diharapkan mampu membendung kasus baru stunting sekaligus memicu kemandirian kesehatan keluarga secara berkelanjutan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.