Pendidikan Berbasis Komunitas Perkuat Karakter Generasi Papua di Tengah Arus Perubahan
Dodi Hasanuddin July 24, 2026 06:22 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pejabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Merauke, Sukito, menilai pendidikan nonformal berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam memperkuat karakter kebangsaan generasi muda Papua di tengah berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks.

Pejabat Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Merauke, Sukito,

Pernyataan tersebut disampaikan Sukito dalam Konsultasi Publik bertajuk "Perumusan Model Pendidikan Nonformal Berbasis Komunitas, Pendampingan Belajar, dan Pengasuhan yang Berakar pada Budaya Lokal dalam Menjaring Aspirasi, Menyelaraskan Aksi, Mewujudkan Generasi Papua Unggul" yang diselenggarakan Merah Pusaka Stratejik Indonesia (MPSI) di Aula Anim Ha, Merauke, Jumat (24/7/2026). 

Baca juga: Harga Seragam Rp 950 Ribu di Sekolah Negeri di Tanah Baru Depok, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan

Menurut Sukito, generasi muda saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari pengaruh budaya asing, penyalahgunaan media sosial, penyebaran hoaks, intoleransi, hingga semakin berkurangnya semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Kondisi tersebut membutuhkan penguatan karakter melalui pendidikan yang tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga tumbuh dari lingkungan masyarakat.

"Karena itu, pendidikan nonformal berbasis komunitas menjadi sarana yang penting untuk membangun karakter, memperkuat rasa persatuan, serta meningkatkan kohesi sosial di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan pendidikan berbasis komunitas tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata.

Baca juga: PSN Jadi Peluang Besar Wujudkan Papua Maju, Kuncinya Tata Kelola dan Kepastian Hukum

Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat, dunia usaha, media, hingga generasi muda.

"Penguatan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, pelestarian kearifan lokal, serta pemanfaatan teknologi secara positif harus menjadi bagian dari strategi bersama dalam membentuk karakter generasi muda, khususnya di Papua Selatan," jelasnya. 

Menanggapi berbagai masukan peserta mengenai kondisi pendidikan di Papua Selatan, Sukito menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah memenuhi sejumlah persyaratan administratif untuk memperoleh tambahan alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diharapkan dapat memperkuat pembangunan sektor pendidikan.

"Kami berharap tambahan Dana Otsus nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses layanan pendidikan, serta menjawab kebutuhan masyarakat hingga ke wilayah kampung," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan kesempatan kepada sejumlah anak-anak berprestasi dari kampung untuk melanjutkan pendidikan di kota. 

"Selain itu, beberapa sekolah telah ditetapkan sebagai pilot project yang berfungsi sebagai sekolah percontohan sekaligus sekolah penampung bagi peserta didik dari wilayah tertentu sebagai bagian dari upaya pemerataan layanan pendidikan," ungkapnya. 

Baca juga: Wamendagri Ribka Haluk Dorong Pemda Perkuat Ekosistem Pendidikan

Sukito mengakui bahwa persoalan tenaga pendidik di kampung masih menjadi tantangan yang terus dibenahi pemerintah daerah. Saat ini, pemerintah sedang menyelesaikan status guru honorer yang belum memiliki kejelasan, sekaligus melakukan pengangkatan guru kontrak untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, terutama di sekolah-sekolah kampung yang mengalami kekurangan guru akibat pensiun.

"Pemenuhan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas agar layanan pendidikan di kampung tetap berjalan dengan baik. Kami terus berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Menurut Sukito, di tengah berbagai agenda pembangunan yang berlangsung di Papua Selatan, termasuk kawasan-kawasan yang mengalami percepatan pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi perhatian bersama.

Baca juga: Beasiswa Pendidikan Disalurkan kepada 1.590 Anak, Dukung Mimpi hingga Perguruan Tinggi

Pendidikan menjadi fondasi penting agar generasi muda memiliki karakter kebangsaan yang kuat sekaligus mampu memanfaatkan peluang pembangunan secara optimal.

"Karakter kebangsaan, kohesi sosial, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat merupakan fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat yang harmonis. Jika pendidikan terus diperkuat, kita optimistis dapat mempersiapkan generasi Papua yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkas Sukito.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.