Pernyataan Prabowo soal 'Londo Ireng' Berbuntut Panjang, AJI Minta Presiden Minta Maaf
Wahyu Septiana July 24, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto yang menyinggung istilah "londo ireng" saat membahas kelompok kritis menuai respons dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Organisasi profesi jurnalis itu mendesak kepala negara menyampaikan permintaan maaf.

Sekretaris Jenderal AJI, Bayu Wardhana, menilai ucapan tersebut telah menyeret profesi jurnalis dalam konotasi yang keliru.

Bayu berpandangan, pernyataan Presiden Prabowo merupakan persoalan serius karena menyangkut profesi jurnalis yang memiliki peran penting dalam kehidupan demokrasi.

Penggunaan istilah "londo ireng", kata Bayu, tidak tepat dikaitkan dengan kalangan jurnalis maupun kelompok yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.

"Presiden harus minta maaf karena menuduh jurnalis londo ireng," kata Bayu, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (24/7/2026).

Ia menjelaskan, frasa tersebut secara historis merujuk pada sosok yang dianggap berpihak kepada penjajah pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, Bayu menilai penyematan istilah tersebut kepada profesi jurnalis merupakan tuduhan yang tidak semestinya.

Prabowo Subianto di rumah pemenangan relawan di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).
Prabowo Subianto di rumah pemenangan relawan di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023). (Kompas.com)

"Itu tuduhan serius, londo ireng itu frasa yang digunakan untuk pengkhianat bangsa, orang Indonesia yang membela Belanda ketika perang," ucap Bayu.

"Sementara jurnalis dan media itu adalah salah satu elemen penting bangsa Indonesia. Tanpa ada jurnalis, kemerdekaan Indonesia tidak ada yang tahu, di era sekarang jurnalis dan media adalah salah satu pilar demokrasi. Bagaimana bisa disebut londo ireng?" tambah dia.

Kritik Bagian dari Demokrasi

AJI juga mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang semestinya dipandang sebagai masukan, bukan ancaman.

Bayu berharap pemerintah membuka ruang yang lebih luas terhadap kritik yang disampaikan masyarakat maupun media.

"Pemerintah mesti punya mindset menerima kritik sebagai input yang positif. Cukup dicek apakah kritik itu benar atau tidak. Jika benar, maka segera diperbaiki," kata Bayu.

Prabowo Singgung Kelompok Kritis

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya mengenai sejumlah pihak yang dinilainya kerap menyebarkan narasi pesimistis terhadap kondisi Indonesia.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (23/7/2026), Prabowo menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik.

Namun, ia mengatakan terdapat pihak-pihak yang menurutnya lebih memilih mengabdi kepada kepentingan asing dibanding kepentingan bangsa sendiri.

"Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang seneng mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini. Sampai sekarang masih ada," tegas Prabowo saat acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di Puncak Harlah ke-28 PKB di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Prabowo kemudian mempertanyakan sumber pendanaan sejumlah pihak yang menurutnya kerap menyampaikan pandangan negatif terhadap kondisi nasional.

Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).
Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). (Kompas.com)

"Hanya dia sekarang pakai baju lain kan. Wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah kita tahu kan," cecarnya.

Presiden juga menyebut adanya kampanye yang terus menggiring opini bahwa Indonesia akan mengalami keruntuhan.

"Jadi Saudara-saudara kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps. Bulan April akan kolaps. Eh April lewat nggak kolaps. Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat nggak. Bulan Juni akan kolaps. Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," ucap Prabowo.

Berita Lainnya

Baca juga: Kasus Satpam vs Alphard Viral, Koalisi Pejalan Kaki Minta Pemprov DKI Pertahankan Walkable City

Baca juga: Pramono Minta Forkabi Ikut Redam Tawuran & Premanisme, Perkuat Peran Betawi Bangun Jakarta

Baca juga: DAFTAR 6 Pemain Persija Masuk Timnas Indonesia, John Herdman Bawa Skuad Terbaik Demi Juara AFF 2026

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.