PSSI-nya Argentina Minta Suporter Berdamai dengan Kekalahan, Tolak Narasi Ulang Lawan Spanyol
Dwi Setiawan July 24, 2026 07:57 PM

TRIBUNNEWS.COM – Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio "Chiqui" Tapia, akhirnya angkat bicara setelah muncul petisi dari para suporter yang menyerukan agar final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol diulang.

Tapia dengan tegas menolak narasi tersebut. Ia meminta seluruh pendukung Timnas Argentina menerima kekalahan dengan lapang dada dan mengakui bahwa Spanyol memang tampil lebih baik pada partai puncak.

Menurutnya, tidak ada alasan untuk terus memperdebatkan hasil pertandingan, karena La Roja pantas keluar sebagai juara dunia.

"Kami tidak mampu melewati Spanyol. Kami tidak bisa mengalahkan Spanyol. Mereka lebih unggul, mereka menang dengan jujur, dan kami harus mengakui itu," tulis Tapia melalui akun Instagram pribadinya.

Meski tidak menyinggung petisi tersebut secara langsung, pernyataan Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio "Chiqui" Tapia, yang meminta para suporter menerima kekalahan dengan lapang dada dinilai menjadi penolakan tersirat terhadap tuntutan agar final Piala Dunia 2026 diulang.

SELEBRASI LOKAL 2026 - Foto jersey Timnas Spanyol (kiri) dan Argentina (kanan) di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026. Spanyol dan Argentina menurunkan skuad terbaik dan diprediksi akan bermain sengit di parti final Piala Dunia 2026.
SELEBRASI LOKAL 2026 - Foto jersey Timnas Spanyol (kiri) dan Argentina (kanan) di Piala Dunia 2026 yang dipajang di Solo Soccer, Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Minggu, 31 Mei 2026. Spanyol dan Argentina menurunkan skuad terbaik dan diprediksi akan bermain sengit di parti final Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/TribunVideo/Akmal Khoirul Habib)

Petisi Minta Final Piala Dunia Diulang

Gelombang protes muncul setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2026, Senin (20/7/2026).

Sejumlah pendukung La Albiceleste menilai wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, membuat sejumlah keputusan kontroversial yang dianggap merugikan Argentina.

Atas dasar itu, sebuah petisi daring diluncurkan dengan tuntutan agar FIFA meninjau ulang pertandingan dan mempertimbangkan menggelar laga final ulang.

Dalam petisi tersebut, penggagas menuduh pertandingan telah dicederai oleh kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah.

Mereka juga mengklaim sejumlah rekaman video memperlihatkan keputusan-keputusan yang dinilai menguntungkan Spanyol sehingga memengaruhi hasil pertandingan.

Meski demikian, tidak ada bukti maupun indikasi bahwa FIFA atau wasit Slavko Vincic menerima suap atau melakukan pelanggaran integritas. Tuduhan dalam petisi tersebut belum pernah dibuktikan secara resmi.

Baca juga: Terinspirasi Star Wars, Lionel Messi Bisa Cosplay Guru Yoda Siapkan Penerus di Timnas Argentina

Menariknya, Vincic tampaknya akan selalu memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan Argentina di Piala Dunia.

Selain memimpin laga final Piala Dunia 2026 yang berakhir dengan kekalahan La Albiceleste, ia juga pernah menjadi wasit saat Argentina menelan kekalahan terakhir mereka di ajang Piala Dunia.

Momen tersebut terjadi pada fase grup Piala Dunia 2022 di Qatar ketika Argentina secara mengejutkan tumbang 1-2 dari Arab Saudi.

Sejak kekalahan itu, Lionel Messi dan kolega tidak pernah lagi menelan kekalahan di Piala Dunia hingga akhirnya kembali tumbang saat dipimpin Vincic pada final edisi 2026.

Football Enthusiast Bimo Adhy Nugroho turut menyoroti fakta menarik tersebut.

"Wasit yang memimpin laga final ini adalah wasit yang juga menyaksikan Argentina kalah 2-1 dari Arab Saudi pada Piala Dunia 2022," kata Bimo dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Tapia Minta Suporter Legawa

Alih-alih terus memperdebatkan hasil final, Tapia mengajak masyarakat Argentina memberikan dukungan kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang turnamen.

Ia menilai Timnas Argentina tetap layak mendapat apresiasi karena berhasil mencapai final dan kembali membawa kebanggaan bagi negaranya.

"Dalam olahraga, Anda juga belajar menerima kekalahan dengan sikap yang sama seperti saat merayakan kemenangan," kata Tapia di Instagram.

Tapia mengakui kekalahan di partai final memang sangat menyakitkan.

Namun menurutnya, rasa kecewa itu muncul karena Argentina merupakan tim yang selalu memiliki ambisi menjadi juara.

"Ya, kami kalah di final. Kekalahan itu menyakitkan karena kami adalah tim yang kompetitif dan posisi kedua tidak pernah cukup bagi kami."

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa skuad Argentina baru saja kembali mengharumkan nama negara dengan mencapai final Piala Dunia.

Dalam pernyataannya, Tapia juga meminta publik tidak mudah terpengaruh berbagai isu yang berpotensi memecah belah hubungan antara suporter dan tim nasional.

Ia menegaskan para pemain telah mengorbankan banyak hal demi membela Argentina di panggung dunia.

"Mari kita pikirkan pengorbanan para pemain, staf pelatih, dan semua orang yang bekerja lebih dari 50 hari jauh dari keluarga mereka demi mewakili Argentina sebaik mungkin."

Tapia menambahkan bahwa Timnas Argentina selalu bermain dengan semangat dan kebanggaan membawa nama negara.

"Kami adalah orang Argentina. Kami bertanding dengan ketabahan, semangat, dan sepenuh hati. Kami memberikan segalanya di setiap latihan dan pertandingan."

Karena itu, ia meminta masyarakat menghentikan berbagai narasi yang dinilai hanya bertujuan memperkeruh suasana.

"Jangan terpengaruh oleh kebohongan atau skenario yang hanya bertujuan mengacaukan keadaan. Sudah cukup upaya untuk memusuhi mereka yang telah memberikan begitu banyak bagi sepak bola kita."

Menutup pesannya, Tapia mengajak seluruh pendukung Argentina tetap berdiri di belakang tim nasional.

"Hari ini adalah waktunya berterima kasih, memberikan dukungan, dan menghargai para pemain yang sekali lagi telah memberikan segalanya untuk seragam Argentina. Skema datang dan pergi, tetapi komitmen, kerja keras, dan semangat tim nasional akan selalu abadi," tutup Presiden AFA tersebut.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.