Profil K.H. Abdul Ghaffar Rozin, Calon Ketua Umum PBNU, Pernah Jadi Wasekjen MUI
Febri Prasetyo July 24, 2026 06:25 PM

 

TRIBUNNEWS.COM – K.H. Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menjadi salah satu calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sekarang Gus Rozin menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Tengah.

Ketua Umum PBNU akan dipilih dalam Muktamar Ke-35 NU yang digelar pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Selain Gus Rozin, nama-nama yang mengemukan sebagai calon ketua umum antara lain Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua PWNU Jawa Timur K.H. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Wakil Ketua Umum PBNU K.H. Zulfa Mustofa, dan Menteri Agama K.H. Nasaruddin Umar.

Profil Abdul Ghaffar Rozin

Gus Rozin adalah putra K.H. Sahal Mahfudh, seorang kiai dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

Ibunya adalah Hj Nafisah Sahal, seorang aktivis muslimat NU Pati, Muslimat NU Jawa Tengah, dan pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Rozin lahir pada tanggal 31 Juli 1976 dan menghabiskan masa kecil di Kajen, Margoyoso, Pati. Dia menimba ilmu dari K.H. MA Sahal Mahfudh, K.H. Abdullah Zain Salam, K.H. Ahmad Nafi’ Abdillah, dan ulama-ulama lain di Kajen.

Ulama ini mendapat pendidikan di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen (1993-1995) dan Pesantren Fathul Ulum Kwagean (1995-1998)

Kemudian, Rozin melanjutkan pendidikan di Jakarta, tepatnya di Sekolah Tinggi Agama Islam Al Aqidah (1998-2001. Di samping itu, dia pernah belajar di Universitas Paramadina (Hubungan Internasional, 2001-2002) dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara.

Lalu, dia menempuh studi di Universitas Monash di Australia (2002-2004) dengan mengambil Jurusan Manajemen Pendidikan.

Baca juga: Muktamar NU Kian Dekat, Ini Respons Sejumlah PWNU terhadap Bursa Ketua Umum PBNU

Rekam jejak karier

Dikutip dari akun Linkedin miliknya, Rozin pernah menjadi Wakil Pengasuh Pesantren Maslakul Huda (2005-2014).

Lalu, Rozin dipercaya menjadi Chief Executive Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama dari tahun 2013 hingga 2015.

Dia pernah pula menjabat Ketua Liga Santri Nusantara 2016 yang menyelenggarakan sepak bola antarpesantren (April 2016-Desember 2016).

Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Berikut riwayat sejumlah karier Rozin.

  • CEO Liga Santri Nusantara (Mei 2017-Desember 2017)
  • Komisioner PT BPR Syariah Artha Mas Abadi (2005-2019)
  • Staf Khusus Presiden RI (2017-2017
  • Panitia Seleksi Komisi Ombudsman RI 2019-2020)
  • Chief Executive PP RMI PBU (2015-2021)
  • Tim Seleksi Anggota KPU dan Bawaslu (2021-2022)
  • Komisaris Independen PT Waskita Beton Precast (2017-2022)
  • Rektor Institut Pesantren Mathaliul Falah (2008-sekarang)
  • Komisioner PT Artha Huda Abadi (2011-sekarang)
  • Pengasuh Maslakul Huda (2014-sekarang)
  • Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (2020-2025)
  • Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah (2021-sekarang)
  • Ketua Masyayikh Pesantren Indonesia (2021-sekarang)
  • Katib Syuriah PBNU (2022-sekarang)
  • Dewan Pengawas Mandiri Utama Finance (2022-sekarang)

Baca juga: Jelang Muktamar NU, Pengamat Ingatkan Prinsip Al-Muhafazhah Harus Jadi Arah Kepemimpinan PBNU

Dukungan untuk Gus Rozin

Dukungan untuk Gus Rozin mengemuka dalam agenda Silaturahmi Ketua PCNU se-Jawa Tengah bersama Gus Rozin yang berlangsung di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu malam, (15/7/2026).

Forum yang dihadiri PCNU se-Jawa Tengah itu menjadi ruang dialog mengenai kondisi organisasi sekaligus arah perjalanan Nahdlatul Ulama ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Rozin memaparkan pandangannya mengenai masa depan NU dengan mengusung gagasan “NU Berdaulat, Bermartabat, dan Bermanfaat”.

Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk menyambut Muktamar dengan semangat persaudaraan dan menjaga suasana yang sejuk di tengah berbagai dinamika yang berkembang.

Ketua PCNU Lasem K.H. Sholahudin Fatawi, menilai ajakan Gus Rozin sejalan dengan harapan banyak warga Nahdlatul Ulama yang menginginkan organisasi berjalan dalam suasana yang tenang dan penuh kebersamaan.

“Kita semua rindu melihat perjalanan NU bisa sejuk. Kita tahu yang berjalan selama ini ada sedikit riak, sehingga kita sebagai warga jadi gerah. Untuk itulah perlu hadir sosok calon yang mampu membawa kesejukan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, NU sebagai organisasi yang lahir dari tradisi pesantren membutuhkan figur yang mampu menjembatani berbagai pandangan dan membangun komunikasi yang baik di semua tingkatan organisasi.

Ia menilai Gus Rozin merupakan salah satu sosok yang saat ini sedang berikhtiar untuk melanjutkan khidmah di tingkat yang lebih luas.

Karena itu, harapan terhadap hadirnya suasana yang lebih teduh turut disematkan kepada mantan Ketua RMI PBNU tersebut.

“Salah satu sosok kandidat yang saat ini sedang berikhtiar untuk khidmah adalah Gus Rozin. Harapannya Gus Rozin bisa benar-benar membawa kesejukan. Jadi Ketua PBNU itu harus mengerti betul berkomunikasi sebagai kapasitas kiai dan sebagai santri. Itu ciri khas NU,” ujarnya.

“Hanya saja karena ikhbar Gus Rozin ini belakangan, maka tim harus bekerja lebih keras,” tambahnya.

Ketua PCNU Kabupaten Semarang K.H. Ahmad Faozan juga menyampaikan apresiasi atas ikhtiar Gus Rozin.

“Saya adalah orang pertama yang mengusulkan Gus Rozin untuk maju ke PBNU dan saya berkomitmen mendukung Gus Rozin,” ungkapnya.

Ia menilai program Gus Rozin selama memimpin PWNU Jawa Tengah layak untuk diterapkan di level nasional.

“Visi nawa kartika Gus Rozin di PWNU Jawa Tengah layak dinaikkan ke kancah nasional. Kami berharap Gus Rozin bisa bertemu semua calon untuk menemukan jalan tengah di tengah dinamika menjelang Muktamar,” imbuhnya.

Sejumlah peserta yang hadir juga menilai bahwa gagasan tentang NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat merupakan tema yang relevan dengan kebutuhan organisasi saat ini.

(Tribunnews/Febri/Nuryanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.