RSUD Panggul Trenggalek Usulkan CT Scan Rp13 Miliar dan Genset 500 KVA, Tingkatkan Layanan Pasien
faridmukarrom July 24, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe D Panggul, Kabupaten Trenggalek, terus berupaya meningkatkan mutu pelayanan medis bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan pegunungan.

Peningkatan sarana dan prasarana (sarpras) ini dilakukan guna memperkuat peran RSUD Panggul sebagai penyangga layanan kesehatan.

Supaya RSUD dr. Soedomo di wilayah perkotaan tidak mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur RSUD Tipe D Panggul, dr. Rendra Andriawan, dalam rapat penjabaran KUA-PPAS bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek.

dr. Rendra menjelaskan pelayanan medis dinilai belum bisa berjalan secara maksimal karena keterbatasan alat pemeriksaan penunjang, salah satunya fasilitas Computed Tomography Scan (CT Scan).

"Jadi, yang kita butuhkan di tahun 2027 itu adalah CT Scan. Perbandingan nilai klaim medisnya luar biasa," ujar dr. Rendra, Jum'at (24/7/2026).

Menurut dr. Rendra, penanganan pasien dengan gejala penyakit stroke saat ini hanya berada di kisaran klaim Rp1,8 juta hingga Rp2 juta. 

Namun, apabila ditunjang dengan fasilitas CT Scan, nilai klaim medisnya dapat meningkat mencapai Rp5 juta hingga Rp6 juta.

Ia menambahkan, pengadaan unit CT Scan tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sebesar Rp13 miliar. Pihaknya berencana mengusulkan pengadaan alat medis tersebut melalui program Instruksi Presiden (Inpres).

Selain alat medis penunjang, RSUD Panggul juga mendesak kebutuhan mendasar berupa penambahan kapasitas mesin generator set (genset).

dr Rendra mengatakan lokasi rumah sakit yang ia pimpin ini berada di wilayah perbatasan. Kawasan tersebut kerap mengalami pemadaman listrik saat hujan deras.

"Saat ini hanya kita siapkan untuk ruang operasi, ICU, dan bank darah. Kalau mati lampu agak lama, pelayanan medis tidak bisa maksimal," terangnya.

Beliau mengaku untuk saat ini berkapasitas 100 KVA dan belum mampu mengkaver seluruh operasional.

dr. Rendra menyebutkan, berdasarkan perhitungan teknis, RSUD Panggul membutuhkan mesin genset dengan kapasitas minimal 500 KVA untuk menunjang operasional rumah sakit secara menyeluruh.

"Iya, saat ini kita punya itu kan 100 KVA. Kalau kita menghitung kebutuhannya itu minimal kita harus punya yang 500 KVA," jelasnya.

RSUD Panggul saat ini telah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Poliklinik Saraf yang memadai. 

Keberadaan spesialis tersebut terbukti efektif menyaring dan menangani pasien di wilayah Kecamatan Panggul dan sekitarnya tanpa harus merujuk pasien ke wilayah kota.

"Saraf ini kami sudah punya SDM Poli saraf. Alhamdulillah sudah banyak menyaring pasien-pasien yang di Panggul dan sekitar itu tidak sampai turun ke bawah," bebernya.

Di samping itu, pihak manajemen RSUD Panggul juga tengah menyiapkan perencanaan pengembangan fisik bangunan untuk penambahan daya tampung pasien (bed).

Sesuai estimasi perencanaan sederhana, kebutuhan anggaran pembangunan fisik gedung diperkirakan mencapai Rp1,35 miliar.

dr Rendra menjelaskan untuk merealisasikan rencana fisik tersebut, RSUD Panggul mengandalkan alokasi dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tahun sebelumnya sebesar Rp580 juta serta proyeksi pendapatan berjalan senilai Rp769 juta," akuinya.

Pihaknya berharap DPRD Kabupaten Trenggalek dapat memberikan dukungan penuh.

Baik dalam pengalokasian anggaran, pemenuhan genset, hingga pemenuhan SDM dokter spesialis dan tenaga kesehatan (nakes) pendukung lainnya.

(Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.