POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO – BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat dampak program jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian) sebagai upaya mendorong keluarga pekerja tetap produktif dan mandiri setelah menerima manfaat jaminan sosial.
Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dasar pengemasan makanan bagi ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang diselenggarakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Manggarai Barat, sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja reses Komisi IX DPR RI di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memastikan manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada penyerahan santunan, tetapi juga mampu menjadi modal awal bagi keluarga peserta untuk membangun usaha produktif dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Bambang Joko Sutarto, mengatakan bahwa Program PEKA merupakan salah satu bentuk nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi peserta dan keluarganya.
Baca juga: Ahli Waris Petani di Kota Kupang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan Lewat Koperasi Serviam
“BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir saat risiko terjadi melalui pembayaran manfaat jaminan sosial, tetapi juga memastikan manfaat tersebut dapat menjadi fondasi bagi keluarga peserta untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi. Program PEKA menjadi salah satu bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan nilai tambah melalui pelatihan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas agar ahli waris mampu mengembangkan usaha produktif yang berkelanjutan,” ujar Bambang.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diukur dari besarnya manfaat yang dibayarkan, tetapi juga dari dampak yang mampu diciptakan terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga pekerja.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja, dan berbagai mitra strategis, kami berharap manfaat program ini dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga pekerja,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Komisi IX DPR RI yang tengah melaksanakan kunjungan kerja reses di Kabupaten Manggarai Barat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Komisi IX DPR RI juga menyaksikan penyerahan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian pelatihan dasar pengemasan makanan sebagai bagian dari implementasi Program PEKA.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Bali, Nusa Tenggara, dan Papua (Banuspa), I Nyoman Suarjaya, mengatakan bahwa Program PEKA merupakan bagian dari strategi BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat manfaat jaminan sosial melalui pemberdayaan ekonomi keluarga peserta.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap manfaat yang diterima peserta maupun ahli waris tidak hanya menjadi perlindungan jangka pendek, tetapi juga mampu menjadi modal untuk membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup keluarga. Karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja, dan berbagai mitra menjadi kunci dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran,” ujar Nyoman.
Menurutnya, wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua memiliki karakteristik pekerja yang didominasi sektor informal sehingga pendekatan kolaboratif menjadi sangat penting dalam memperluas perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Kami berharap Program PEKA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak keluarga pekerja sehingga manfaat jaminan sosial benar-benar dirasakan secara berkelanjutan, tidak hanya saat risiko terjadi tetapi juga dalam membangun kemandirian ekonomi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wawan Burhanuddin, menegaskan bahwa pelaksanaan Program PEKA di Kabupaten Manggarai Barat menjadi wujud nyata komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan yang lebih bermakna bagi keluarga pekerja di NTT.
“Kami ingin memastikan bahwa manfaat jaminan sosial tidak berhenti pada penyerahan santunan, tetapi mampu menjadi awal kebangkitan ekonomi bagi keluarga peserta. Melalui pelatihan dasar pengemasan makanan yang difasilitasi UPTD Balai Latihan Kerja Kabupaten Manggarai Barat, kami berharap para ahli waris memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperluas perlindungan sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi pekerja dan keluarganya.
“Kami optimistis kolaborasi yang kuat akan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan saat risiko terjadi, tetapi juga hadir sebagai mitra yang mendorong terciptanya keluarga pekerja yang tangguh, produktif, dan mandiri secara ekonomi,” tutup Wawan.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Sejalan dengan strategi 3C (Coverage, Care, Credibility), BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan pekerja Indonesia, menghadirkan layanan yang semakin peduli terhadap kebutuhan peserta, serta membangun kepercayaan publik melalui kolaborasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja, keluarga, dan masyarakat. (*)