Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap kepengurusan baru organisasi Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Forum Komunikasi Anak Betawi (DPP Forkabi) periode 2026–2031 mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ibu kota.

“Pemprov DKI Jakarta memberikan apresiasi atas pelantikan Forkabi. Sebagai Gubernur Jakarta, saya memang ingin betul Betawi ini kompak, rukun, bersama-sama dengan Pemerintah DKI Jakarta membangun Jakarta. Mudah-mudahan dengan pelantikan ini Forkabi makin solid dan makin memberikan kontribusi yang nyata,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat.

Pramono mengatakan, sejak awal kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Pemprov DKI berkomitmen menjadikan nilai-nilai budaya Betawi sebagai bagian penting dari wajah Jakarta. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penggunaan pakaian adat Betawi, seperti Ujung Serong, Kebaya Encim, dan busana khas Betawi lainnya dalam sejumlah pelantikan pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Tak hanya itu, transformasi Jakarta sebagai kota global harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian dan pemajuan budaya Betawi sebagai identitas kota.

Dia juga menegaskan pentingnya implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Provinsi Daerah Khusus Jakarta, khususnya amanat mengenai pelestarian dan pemajuan budaya Betawi.

“Jangan sampai Jakarta menjadi kota global, tetapi kemudian budaya Betawinya hilang. Karena itu, bagaimana budaya Betawi ini bisa terus berkembang dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Pramono.

Menyongsong usia 500 tahun Jakarta, Pramono menyebut Pemprov DKI akan terus memperkuat kontribusi masyarakat Betawi, termasuk melalui program di bidang keagamaan.

“Dalam rangka menyambut 500 tahun Jakarta ke depan, ada dua yang ingin saya lakukan berkaitan dengan bagaimana kontribusi masyarakat Betawi untuk kotanya dalam bidang keagamaan, yaitu pencetakan 1.000 Alquran untuk masyarakat umum dan MTQ yang dimulai dari tingkat RT/RW,” papar Pramono.

Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo berharap Forkabi menjadi organisasi yang terbuka dan mampu berperan sebagai motivator, dinamisator, katalisator, sekaligus perekat persatuan masyarakat Betawi.

Forkabi juga diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung pembangunan Jakarta. Fauzi turut mengapresiasi komitmen Pemprov DKI Jakarta yang memberikan ruang luas bagi masyarakat Betawi untuk mengembangkan adat dan budayanya.

Sementara itu, Ketua DPP Forkabi Abdul Ghoni menegaskan tekad untuk menjadi mitra strategis Pemprov DKI Jakarta.

"Organisasi Forkabi yang saya pimpin sah diakui oleh negara berdasarkan SK Kementerian Hukum RI. Kami berkomitmen agar organisasi ini memberikan manfaat nyata," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P Ahmad, mengajak Forkabi mengambil peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta.

Menurut dia, Forkabi harus menjadi bagian dari barisan yang mengawal, mengawasi, sekaligus membantu menyukseskan berbagai program strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.