Jakarta (ANTARA) - Organisasi kepemudaan Partai Gerindra, Tunas Indonesia Raya (Tidar) cabang Jakarta Barat, meyakini bahwa terpilihnya Sudaryono sebagai kepala Badan Gizi Nasional (BGN), merupakan momentum untuk memperkuat sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) agar semakin tepat sasaran.
Bendahara Umum Tidar Jakarta Barat, Noverizky Tri Putra, berharap kepemimpinan Sudaryono dapat semakin memperkuat sistem tata kelola BGN, mulai dari perencanaan, pengadaan, distribusi, hingga pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di seluruh daerah.
"Atas nama keluarga besar Tidar Jakarta Barat, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Sudaryono atas amanah sebagai Kepala BGN. Kami meyakini beliau memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk membawa BGN semakin profesional dalam menjalankan tugas negara yang sangat strategis," kata Noverizky di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, program sebesar ini membutuhkan tata kelola yang modern, transparan, dan berbasis data. Dengan sistem yang kuat, manfaat program akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Kolaborasi lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat harus terus diperkuat agar implementasi MBG berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Keberhasilan program MBG bukan hanya menjadi tanggung jawab BGN semata. Dibutuhkan sinergi nasional agar setiap anak Indonesia memperoleh hak yang sama atas asupan gizi yang layak," tuturnya.
Evaluasi secara berkala juga harus menjadi budaya kerja di lingkungan BGN agar setiap tantangan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan melalui kebijakan yang adaptif.
Noverizky berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat mekanisme pengawasan internal sehingga seluruh proses pelaksanaan program berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan tata kelola pemerintahan yang baik.
"Kepercayaan publik merupakan modal utama. Oleh karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program di lapangan," ucapnya.
Dia pun optimistis di bawah kepemimpinan Sudaryono, program MBG akan terus mengalami penyempurnaan, baik dari sisi kualitas pelayanan, jangkauan penerima manfaat, maupun efektivitas penggunaan anggaran negara.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan konstruktif terhadap kepemimpinan baru di BGN demi keberhasilan program prioritas nasional tersebut.
"Kritik tentu diperlukan sebagai bagian dari kontrol publik. Namun, dukungan dan partisipasi seluruh elemen bangsa juga tidak kalah penting agar program ini benar-benar menjadi instrumen peningkatan kualitas generasi penerus bangsa," katanya.





