Jelang Muktamar ke-35 NU, PCNU Bantul Harapkan Beberapa Kriteria Ideal Sosok Ketum PBNU
Muhammad Fatoni July 24, 2026 09:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU (PCNU) Bantul, Riyanta, menyambut baik gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Desa Tambakrejo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur pada 1–5 Agustus 2026.

Namun, sampai saat ini, PCNU Bantul belum memberikan ketentuan arah dukungan calon Ketua Umum Pengurus Besar NU pada periode mendatang.

"Belum. Belum ada (arah dukungan). Jadi, saya berharap nanti dari daerah menjaga marwah NU dan marwah Muktamar. Memang nasional milihnya," katanya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (24/7/2026).

Dikatakan, pihaknya akan melakukan rapat awal terlebih dahulu untuk menentukan arah dukungan calon Ketua Umum PBNU periode selanjutnya.

Rapat awal PCNU Bantul pun akan digelar pada Sabtu (25/7/2026) besok dengan mengundang seluruh jajaran pengurus.

Namun, calon Ketua Umum PBNU ini disebut-sebut cukup dinamis.

Sebab, sampai saat ini, banyak nama yang bermunculan.

Dengan begitu, sikap kompetitif para calon tersebut cukup bagus.

Apalagi perbedaan saat Muktamar dinilai menjadi hal yang lumrah atau wajar.

Bahkan, teman-teman NU sudah biasa dengan perbedaan tersebut.

Selepas perbedaan itu, seluruh jajaran pengurus dan anggota NU tetap kembali bersatu.

"Muktamar itu kan sebetulnya merupakan forum permusyawaratan yang tertinggi di NU. Maka, NU untuk lima tahun ke depan, bahkan 10 tahun ke depan mau dibawa ke mana, diwarnai apa ya tergantung pada forum muktamar itu. Hanya tergantung pada muktamirin yang akan menentukan," jelasnya.

Baca juga: Deretan Kandidat Calon Ketua Umum PBNU Sowan ke Jogja, PWNU DIY Belum Tentukan Arah Dukungan

Agenda Padat

Dikatakannya, agenda Muktamar NU sendiri cukup padat. 

Beberapa di antaranya berupa menyusun pokok pikiran program kerja untuk lima tahun ke depan, laporan pertanggungjawaban, hingga suksesi kepemimpinan.

Pihaknya memahami bahwa setiap ada suksesi kepemimpinan selalu ada figur yang disebut.

"Tapi, kalau saya tidak seperti itu. Kalau saya berangkat dari masalah. Apa sih yang sedang dihadapi oleh NU saat ini, baik secara internal dan eksternal ya. Dari permasalahan yang ada itu, di antaranya yang sekarang muncul kira-kira siapa yang cocok mengawal dan menyelesaikan hal itu. Baru nanti muncul figurnya," ucap Riyanta.

Harapan untuk Calon Ketum 

Di sisi lain, Riyanta turut menyinggung terkait beberapa hal yang terjadi dalam NU saat ini.

Berangkat dari hal tersebut, pihaknya berharap bahwa figur ke depan adalah figur yang bisa mengakomodasi dan memayungi seluruh elemen NU.

Ke depan tidak boleh ada sosok kader yang disingkirkan dan lain sebagainya.

"Jadi, pemimpin yang baru nanti, harapan kami harus bisa mengayomi seluruh elemen NU. Itu satu. Kemudian yang kedua masalah kemandirian ekonomi. Saya kira itu sangat penting. Karena sampai hari ini kita belum punya usaha ekonomi produktif yang bisa menopang kemandirian organisasi," urainya.

Selain itu, Riyanta turut berharap bahwa sosok figur Ketua Umum PBNU ke depan dapat mendukung kompetitif antar lembaga kependidikan termasuk pondok pesantren. Tidak hanya itu saja, figur ke depan diharapkan memiliki jejaring nasional dan internasional.

"Ini saya kira wajib. Karena tidak mungkin NU itu berdiri sendiri. Tapi harus berjejaring dengan person maupun lembaga yang lain, baik nasional maupun internasional. Dan saya kira, figur NU ke depan harus memahami problem yang sekarang dihadapi oleh masyarakat," tutup Riyanta.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.