TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai tidak hanya bergantung pada cepatnya proses pendataan, tetapi juga pada akurasi data yang dihasilkan.
Karena itu, Lurah Lingkas Ujung, Safrudin, mengusulkan agar Badan Pusat Statistik (BPS) Tarakan melibatkan Ketua RT saat melakukan pendataan langsung ke masyarakat.
Menurut Safrudin, Ketua RT adalah pihak yang paling mengetahui kondisi sosial maupun ekonomi warganya.
Dengan keterlibatan RT, data yang dihasilkan akan lebih valid dan mampu meminimalkan kesalahan, terutama terkait penerima bantuan sosial.
"Kelurahan Lingkas Ujung memang kami sudah menerima informasi terkait Sensus Ekonomi ini. Sebelum mereka turun ke lapangan, memang koordinasi ke kelurahan dulu. Dari kelurahan kami men-support kegiatan BPS dalam pendataan, baik terkait desil, bantuan-bantuan, maupun program pemerintah lainnya," ungkap Safrudin, dalam rapat koordinasi bersama BPS Tarakan belum lama ini.
Ia menekankan bahwa kualitas data jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar target waktu.
Safrudin mencontohkan masih ada penerima bantuan yang sudah meninggal dunia tetapi tetap tercatat, serta warga yang ekonominya sudah membaik namun masih masuk daftar penerima.
"Bantuan sekarang harus tepat sasaran. Kalau memang tidak layak lagi, ya bisa diberikan kepada yang benar-benar layak," tegasnya.
Baca juga: Guna Pastikan Akurasi Data Warga, Lurah Lingkas Ujung Usulkan Ketua RT Dilibatkan di Sensus Ekonomi
Karena itu, ia berharap petugas sensus dapat berkolaborasi dengan Ketua RT saat turun ke lapangan.
"Yang ujung tombaknya memang BPS, tetapi bagian pendataannya harus koordinasi sama RT. Ayo kita jalan sama-sama," ucap Safrudin.
Safrudin juga mengingatkan komunikasi antara BPS dan pemerintah kelurahan harus terus berjalan.
Ia menilai, dengan melibatkan RT, pendataan akan lebih efektif karena mereka memahami kondisi riil setiap keluarga.
Meski RT memiliki kesibukan masing-masing, koordinasi yang baik diyakini dapat menemukan waktu yang tepat untuk bersama-sama melakukan verifikasi data.
"Yang tahu permasalahan itu sebenarnya RT. Memang RT juga punya pekerjaan, tapi tinggal bagaimana mencari celah waktunya. Tergantung komunikasi lagi," ujarnya.
Dengan jumlah 18 RT dan 4 RW di Kelurahan Lingkas Ujung yang membawahi 2.306 kepala keluarga atau sekitar 8.331 jiwa, Safrudin menegaskan pentingnya pendataan yang akurat.
Hingga Juli 2026, Progres Sensus Ekonomi 2026 di Tarakan mencapai lebih dari 30 persen dari total sasaran.
Angka tersebut masih sesuai dengan target yang ditetapkan BPS Tarakan, termasuk secara nasional.
Kepala BPS Tarakan, Umar Riyadi, menegaskan bahwa seluruh data responden dalam Sensus Ekonomi 2026 dijamin kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Menurut Umar, setiap responden wajib menerima petugas sensus dan memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya. Ketentuan ini juga diatur dalam undang-undang.
"Di dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 diterangkan bahwa setiap responden itu wajib. Ketika kegiatan sensus dilakukan, wajib menerima dan memberikan jawaban sesuai apa adanya," ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan, data hasil sensus akan menjadi dasar pembangunan selama 10 tahun ke depan.
Untuk itu, Umar mengimbau masyarakat menyambut petugas sensus dengan baik.
"Yang pertama itu, terima petugas jangan sampai ditolak. Itu isi atau berikan informasi yang selengkap-lengkapnya dan sejujurnya. Kemudian rahasia dijamin undang-undang," ucapnya.
Umar memastikan data masyarakat hanya disimpan di server BPS dan nantinya disajikan dalam bentuk agregat atau rekapitulasi, bukan data perorangan.
Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi informasi penting bagi dunia usaha karena mampu menggambarkan kondisi perekonomian hingga tingkat kabupaten dan kota.
"Ini merupakan insight gratis sebetulnya bagi dunia usaha. Nanti ketika sensus ekonomi selesai dilaksanakan, gambaran situasi ekonomi perwilayahan sampai level Kota Tarakan bisa diperoleh dan menjadi insight gratis untuk pengembangan ekonomi ke depan," pungkasnya.
(*)